PALEMBANG, KATOLIKANA.COM – Memasuki Bulan Mei yang didedikasikan Gereja sebagai Bulan Maria, puluhan mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) Palembang dari Fakultas Bisnis Manajemen dan Fakultas Humaniora menggelar ziarah rohani ke Taman Doa Via Crucis dan Gua Maria Mater Misericordiae, Sukamoro, Banyuasin, Sumatra Selatan.
Di bawah bimbingan Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom., Dosen Agama Katolik UKMC, para mahasiswa tidak hanya melakukan perjalanan fisik, tetapi juga sebuah peziarahan batin melalui ibadah Jalan Salib (Via Crucis) dan pendarasan Doa Rosario bersama di hadapan pelataran Gua Maria.
Menjawab Panggilan Ardas: Devosi sebagai ‘Suplemen’ Kebugaran Rohani
Ziarah ini memiliki resonansi pastoral yang kuat karena bertepatan dengan langkah Keuskupan Agung Palembang (KAPAL) yang mencanangkan tahun 2026 sebagai Tahun Devosional, yang merupakan fokus tahun keempat Arah Dasar (ARDAS) Pastoral Keuskupan.
Andreas Daris menegaskan bahwa di tengah tantangan zaman, devosi yang benar yang bertumbuh dari kesalehan umat dan diarahkan oleh Magisterium harus menjadi daya dorong bagi perubahan hidup yang konkret.
“Devosi itu sifatnya olah kesalehan pribadi yang bermuara pada kesalehan komunal. Saya kerap menyebut devosi sebagai suplemen atau makanan tambahan dalam hidup rohani. Fungsinya adalah membuat kehidupan beriman kita menjadi bugar, berkobar-kobar, dan tahan banting terhadap berbagai virus serta penyakit rohani,” ungkap Daris.
Melalui Tahun Devosional ini, mahasiswa diajak menyerap daya hidup batin para kudus pelindung agar mampu menghasilkan “buah-buah terang dan kasih” di tengah keluarga dan masyarakat luas.
Tiga Gerak Spiritual dan Pembentukan Karakter
Dalam perspektif Pendidikan Agama Katolik di perguruan tinggi, Bulan Maria dipandang sebagai ruang pedagogi iman yang efektif untuk menginternalisasi keutamaan-keutamaan solider Bunda Maria—seperti kesetiaan, kerendahan hati, dan kepekaan sosial. Andreas menjabarkan bahwa ziarah dan zikir rohani ini menawarkan tiga gerak spiritual utama:
- Ke Dalam (Interioritas): Mengajak mahasiswa masuk dalam refleksi personal dan keheningan di tengah bisingnya dunia modern.
- Ke Atas (Transendensi): Memperbarui penyerahan diri yang total kepada kehendak Allah.
- Ke Luar (Misioner): Menggerakkan buah kontemplasi menjadi aksi nyata pelayanan kepada sesama.
“Jika tradisi mampu dibuka menjadi ruang spiritual yang kontekstual, maka Bulan Maria tidak akan pernah menjadi usang. Ia akan terus hidup karena dihidupi dalam realitas nyata umat, termasuk oleh kaum muda akademis,” tambahnya.
Menatap Wajah Kristus Bersama Maria: Sebuah Penegasan Teologis
Guna membekali mahasiswa dengan pemahaman iman yang lurus, dan menggarisbawahi esensi teologis devosi Marian yang berakar pada ensiklik Mense Maio (1965) karya Paus Paulus VI. Ditegaskan bahwa Doa Rosario di Bulan Mei sekali-kali tidak menggeser posisi Kristus sebagai satu-satunya Mediator, melainkan menempatkan Maria sebagai jalan yang mengantar umat melekat pada Putranya.
Merujuk pada Katekismus Gereja Katolik (KGK 971), Rosario dipahami sebagai epitome of the whole Gospel (ringkasan seluruh Injil). Doa ini mengandung tiga dimensi mendalam:
- Injili: Berakar kuat pada Sabda Allah dalam Kitab Suci (Luk. 1:28 dan Luk. 1:42).
- Kristologis: Berpusat pada nama Yesus dan misteri keselamatan-Nya.
- Kontemplatif: Mengajak umat memandang rahasia penebusan dengan mata iman Maria.
Begitu pula dengan keberadaan Gua Maria Sukamoro yang asri dan luas. Tempat ziarah yang dilengkapi 14 perhentian Jalan Salib ini dimaknai sebagai ruang pedagogis, bukan tempat keramat yang bersifat magis. Tempat ini membantu umat ber-Ekaristi dan berdoa dalam “roh dan kebenaran” (Yoh. 4:23–24), sekaligus menjadi oasis rohani yang menyegarkan di wilayah Banyuasin, sekitar 20 km dari pusat Kota Palembang.
Ziarah kaum muda UKMC ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi devosional Gereja tetap relevan, segar, dan berdaya ubah bagi pembentukan karakter generasi penerus Gereja dan bangsa.(*)
Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.