Gelar Wicara SMA Marsudirini Muntilan : Presentasikan Hasil PjBL

Muntilan, Katolikana.com– SMA Marsudirini Muntilan pada Rabu (10/6/2026) selenggarakan Gelar Wicara: Presentasi, Refleksi, Inspirasi, dan Dampak Nyata sebagai wadah bagi peserta didik mempresentasikan hasil Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning atau PjBL) yang telah dilaksanakan selama satu semester.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa berbagi pengalaman belajar, proses refleksi, tantangan yang dihadapi, serta dampak nyata yang dihasilkan melalui berbagai proyek yang mereka kembangkan sesuai minat dan bidang yang mereka tekuni.

Cerminan perjalanan belajar
Dalam rilis yang diterima Katolikana.com, Kepala SMA Marsudirini Muntilan, Ignatia Rini Purwati menyampaikan bahwa Gelar Wicara merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik mengomunikasikan pengalaman belajar mereka kepada publik. Menurutnya, setiap proyek yang dipresentasikan bukan sekadar hasil akhir sebuah tugas, melainkan cerminan perjalanan belajar siswa dalam mengenali diri, memahami lingkungan sekitar, dan berupaya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang mereka temui.

“Melalui Gelar Wicara ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk menyadari bahwa setiap pengalaman belajar memiliki makna. Ketika mereka belajar mengamati, merefleksikan, mencoba, memperbaiki, dan akhirnya menghasilkan sebuah karya, sesungguhnya mereka sedang belajar mengenali kodrat dirinya serta menemukan cara terbaik untuk hadir dan berkarya bagi sesama. Karena itu, yang kami rayakan bukan hanya hasil proyeknya, tetapi juga proses pertumbuhan setiap siswa,” ungkap Ignatia Rini Purwati.

Gelar Wicara SMA Marsudirini Muntilan pada Rabu (10/6/2026)

Menuntun siswa menemukan kodrat
Melalui berbagai proyek yang diangkat dari persoalan nyata di lingkungan sekitar, siswa diajak untuk belajar tidak hanya dari buku dan ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman hidup, refleksi, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama maupun lingkungan.

Dalam kegiatan ini, siswa kelas X dan XI mempresentasikan beragam proyek terhadap isu kesehatan, lingkungan, pertanian, psikologi, teknologi pangan, humaniora, hingga teknologi dan ekonomi bisnis.

Setiap proyek tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga menunjukkan perjalanan belajar siswa dalam mengidentifikasi masalah, mencari solusi, melakukan eksperimen, serta merefleksikan pembelajaran yang mereka peroleh selama proses tersebut.

Libatkan akademisi, praktisi dan tokoh masyarakat
Kegiatan Gelar Wicara menghadirkan para akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat sebagai penanggap yang memberikan masukan bagi pengembangan proyek siswa. Kehadiran para penanggap menjadi kesempatan berharga bagi peserta didik untuk memperoleh perspektif baru, memperluas wawasan, serta mendapatkan umpan balik yang konstruktif dari berbagai bidang keilmuan.

Para penanggap dibagi ke dalam beberapa rumpun sesuai bidang proyek yang dipresentasikan. Pada rumpun Kesehatan dan Olahraga hadir dr. Teguh Kristian P., M.PH dari Universitas Kristen Duta Wacana serta Olafiansyah Yunanto, S.S.Or., guru olahraga dan wasit nasional. Pada rumpun Pertanian hadir Agus Setioko, S.TP., M.Sc. dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan Yusuf Tinan Prasetyo sebagai penggiat pertanian organik.

Rumpun Psikologi didampingi oleh Domnina Rani P. Rengganis, M.Si., Ph.D. dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Pada rumpun Humanitas dan Humaniora hadir Dra. Endah Setyowati, M.Si., M.A. dari Universitas Kristen Duta Wacana dan Karunianingtyas Rejeki, S.Kom., M.A. dari Perdikan. Rumpun Teknologi Pangan didampingi oleh Dina Clarissa Kurniawan, S.T.P., M.Biotech. dari Universitas Kristen Duta Wacana.

Sementara rumpun TIK dan Ekonomi Bisnis menghadirkan L. Kuncoro Probo Saputro, S.T., M.Eng. dan Dra. Umi Murtini, M.Si. dari Universitas Kristen Duta Wacana. Seluruh rangkaian refleksi dan penguatan pembelajaran kontekstual difasilitasi oleh Susilo Adinegoro.

Seorang siswi berdialog dengan penanggap dalam Gelar Wicara presentasi hasil Pembelajaran Berbasis Proyek di SMA Marsudirini Muntilan.

Apresiasi positif
Dina Clarissa Kurniawan, S.T.P., M.Biotech. mengungkapkan apresiasi terhadap keberanian siswa dalam melakukan pembelajaran yang konkret melalui observasi permasalahan lingkungan yang kemudian dikembangkan menjadi eksperimen nyata di sekolah. Menurutnya, proses tersebut sangat baik untuk melatih kemampuan berpikir peserta didik sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan nyata setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Domnina Rani P. Rengganis, M.Si., Ph.D. yang menilai proyek-proyek siswa telah menunjukkan kualitas yang baik meskipun dikerjakan oleh siswa kelas X dan XI. Ia melihat keberanian peserta didik untuk keluar dari zona nyaman dan mengangkat pengalaman nyata sebagai bahan refleksi maupun proyek psikologis.

Beberapa proyek bahkan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi karya tulis ilmiah. Ia juga mengapresiasi SMA Marsudirini Muntilan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi sesuai minat dan passion mereka.

Dra. Endah Setyowati, M.Si., M.A. mengapresiasi keberagaman proyek yang dihasilkan peserta didik. Menurutnya, proyek-proyek tersebut menunjukkan perhatian terhadap nilai-nilai keadilan sosial, kesehatan, serta kepedulian terhadap bumi sebagaimana semangat Laudato Si’. Ia melihat bahwa program ini tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga memberikan perhatian pada proses pembentukan karakter dan perkembangan pribadi peserta didik melalui proses, pelaksanaan, dan refleksi yang mendalam.

Dari bidang teknologi dan ekonomi bisnis, L. Kuncoro Probo Saputro, S.T., M.Eng. menilai para siswa telah menunjukkan kreativitas yang sangat baik, termasuk dalam penyusunan media presentasi yang menarik dan komunikatif. Ia melihat bahwa peserta didik mulai mampu membaca peluang yang ada di sekitar mereka dan menghubungkannya dengan perkembangan teknologi sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk, layanan, maupun karya yang bernilai ekonomi.

Agus Setioko, S.TP., M.Sc. memberikan apresiasi terhadap kepedulian peserta didik terhadap lingkungan hidup yang tercermin dalam berbagai proyek yang dipresentasikan.

Menurutnya, para siswa telah mampu membangun latar belakang permasalahan dengan cukup baik sehingga proyek yang dipilih memiliki relevansi yang jelas dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekitar. Ia juga mendorong peserta didik untuk memperkuat studi pustaka, berani bereksperimen, terus berinovasi, serta aktif berdiskusi dengan guru pendamping agar proyek yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat dan berdampak lebih luas.

Selain apresiasi, para penanggap juga memberikan masukan konstruktif sebagai bahan pengembangan program ke depan. Karunianingtyas Rejeki, S.Kom., M.A. menyoroti pentingnya penguatan pendampingan oleh guru agar seluruh tahapan proyek dapat berjalan secara utuh dan sistematis.

Menurutnya, beberapa proyek memiliki potensi yang sangat baik, namun perlu penyempurnaan pada alur pengerjaannya sehingga dampak yang dihasilkan dapat terlihat secara lebih nyata. Meskipun demikian, ia mengapresiasi keterbukaan dan motivasi tinggi para peserta didik dalam menerima kritik dan saran untuk pengembangan proyek mereka.

Dampak positif kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta didik. Ratna, siswa kelas X, menyampaikan bahwa kegiatan ini membantunya memahami pentingnya kepercayaan diri saat berbicara di depan umum sekaligus memberikan arahan untuk lebih fokus dalam mengembangkan proyek yang sedang dikerjakannya. Ia berkomitmen untuk menerapkan berbagai masukan yang diterima sebagai bekal pengembangan proyek di masa mendatang.

Penanggap dan para siswa SMA Marsudirini Muntilan tampak tekun ikuti jalannya Gelar Wicara.

Masukan pengembangan proyek
Yuan, siswa kelas X, memperoleh berbagai masukan untuk menyempurnakan proyek pewarna alami berbahan ampas kopi yang sedang dikembangkannya. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan dan pengetahuan baru yang membantunya melihat berbagai peluang pengembangan proyek yang sebelumnya belum terpikirkan.

Dari kelas XI, Martha mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuatnya merasa semakin terbimbing dalam mengembangkan proyek sekaligus membantu mengenali minat studi yang ingin ditekuni pada jenjang pendidikan berikutnya. Ia juga merasa kehadiran para dosen dan akademisi memberikan inspirasi baru mengenai pilihan pendidikan dan karier di masa depan.

Sementara itu, Kayla memperoleh berbagai masukan terkait teknik wawancara, pengumpulan data, dan etika penelitian yang akan sangat berguna dalam penyempurnaan proyek yang sedang dikerjakannya. Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai pentingnya penggunaan data secara bertanggung jawab dan menjaga etika dalam penelitian.

Melalui Gelar Wicara, SMA Marsudirini Muntilan berupaya menuntun siswa menemukan kodrat dan tugas perutusannya melalui pendidikan kontekstual, setiap peserta didik diajak bertumbuh menjadi pribadi yang mampu memuliakan kehidupan, baik bagi sesama, masyarakat, maupun alam ciptaan. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Gelar Wicara SMA Marsudirini MuntilanPjBLPresentasi hasil Pembelajaran Berbasis Proyek
Comments (0)
Add Comment