Jakarta, Katolikana.com – Yayasan Santo Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 berkarya di bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam momen ini, yayasan di bawah Dewan Pengurus Harian Paroki Kelapa Gading, sejak 1989 telah menegaskan komitmennya untuk merawat raga (kesehatan) dan membentuk jiwa (pendidikan).
Perayaan HUT Yayasan St. Yakobus ke-37 ini digelar dengan Misa Syukur di Gereja St. Yakobus Kelapa Gading, Jakara Utara, yang dipimpi oleh R.D Romanus Heri Santoso, pada Senin (27/7/2026).
Setelah misa diadakan syukuran bersama yang diadakan di Aula Gedung Paroki Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam acara tersebut, R.D. Romanus Heri Santoso, Kepala Paroki Kelapa Gading, menegaskan bahwa pendidikan karakter yang membentuk moralitas dan integritas telah menjadi sebuah investasi jangka panjang untuk bangsa Indonesia.
“Zaman sekarang itu tidak cukup hanya menjadi pintar di sekolah. Sudah banyak orang pintar di Indonesia. Tapi moralitas dan integritas itu penting bagi bangsa ini,” ujar R.D. Romanus.
Momen perayaan ulang tahun ini digunakan sebagai refleksi bagi para pengelola karya-karya yayasan di bidang Pendidikan dan kesehatan.
Judo Suwidji, Ketua Yayasan Santo Yakobus, dalam siaran pers yang disampaikan kepada Katolikana.com, melihat pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI), menjadi tantangan bagi dunia pendidikan.
Menurut Judo, teknologi kecerdasan buatan saat ini telah mampu menyuplai berbagai informasi sesuai kebutuhan. Dalam konteks pendidikan, kecerdasan buatan dapat menyediakan aneka informasi, data dan teori yang dibutuhkan untuk pembelajaran. Namun, di sisi lain, para praktisi pendidikan harus menyadari pula dua titik kritis di tengah kecanggihan teknologi saat ini.
“Gunakan teknologi, seperti kecerdasan buatan, untuk memperluas wawasan. Tapi bukan untuk menggantikan proses berpikir.” ujar Judo di hadapan para guru dan karyawan Sekolah Santo Yakobus.
Berbagai informasi, data dan teori yang tersaji dari hasil kerja kecerdasan buatan hanyalah sebuah informasi awal yang masih mentah. Belum teruji kebenaran dan validitasnya.
“Maka kita harus tetap bersikap secara kritis. Sikap kritis ini kita gunakan untuk menguji dan mengolah informasi awal yang disajikan kecerdasan buatan. Proses ini bisa kita lakukan bersama para murid sebagai proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis,” kata Judo.
Dengan ini, Judo menekankan, teknologi tetaplah hanya sebuah alat bantu yang harus dikuasai oleh para guru dan murid. Ia bukanlah majikan yang mendikte cara berpikir, cara bertindak dan cara merasa seorang murid.
Kemudian, Judo mengutip Ensiklik Magnifica Humanitas, nomor 239 yang tertulis demikian, “Budaya digital melipatgandakan koneksi dan menawarkan peluang-peluang baru untuk interaksi; namun, hati manusia tetaplah sebuah kebutuhan yang tak dapat tergantikan untuk kedekatan yang tulus.”
Dengan melihat fenomena peran teknologi kecerdasan buatan yang terdapat di berbagai media sosial, Judo mengingatkan, kecerdasan buatan tidak memiliki hati.
“Kecerdasan buatan itu tidak bisa merasakan empati, kasih sayang serta ketulusan antara guru dan murid, anak dengan orang tuanya,” ujarnya.
Inilah kehebatan manusiawi yang tidak tergantikan oleh teknologi. Judo pun mengajak para guru dan karyawan untuk tidak membiarkan layar perangkat digital mengikis rasa kesopanan dan etika sosial yang berlaku di masyarakat dan sekolah.
Judo mengajak seluruh guru, dokter dan karyawan Yayasan Santo Yakobus yang menaungi karya pelayanan Klinik Pratama Bina Kasih dan Sekolah Santo Yakobus untuk menjadikan gugus nilai GREAT (God Loving, Responsible, Excellent, Adaptive Agile, Trustworhty) Yakobian sebagai kompas.
Dengan demikian, gugus nilai GREAT akan menjadikan seluruh anggota keluarga besar Yakobian sebagai pribadi yang cerdas secara intelektual, namun tetap berakar kuat dalam kasih dan kemanusiaan.
Merawat Raga, Membentuk Jiwa
Tantangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan, telah menjadi semangat kebersamaan dari perayaan HUT Yayasan Santo Yakobus ke-37, yaitu “Melangkah Bersama, Satu Visi, Satu Hati, Satu Tim.”
Juliana Chen, Pelaksana Harian Yayasan Santo Yakobus menegaskan bahwa “Bagi kami, semangat ini tidak hanya sekadar semboyan, melainkan sebuah janji untuk terus hadir dan relevan membawa kasih bagi masyarakat melalui dua pilar utama, yaitu: kesehatan dan pendidikan.”
Karya pelayanan di bidang kesehatan menjadi komitmen yang didasari pada kesadaran bahwa kesehatan itu sangat penting dalam kehidupan. Atas dasar itu, Klinik Pratama Bina Kasih kini hadir melayani masyarakat setiap hari (Senin–Minggu).
“Kami memperpanjang waktu pelayanan dengan satu harapan: agar klinik ini tak hanya menjadi tempat bagi para pasien untuk mencari kesembuhan, tapi sebuah tempat di mana mereka dapat merasakan juga layaknya sebuah keluarga yang siap merawat dengan prima dan sepenuh hati,” ujar Juliana.
Rumah Kedua yang Membentuk Jiwa
Jika klinik merawat raga, Sekolah Santo Yakobus pun mendedikasikan diri untuk merawat jiwa dan karakter buah hati keluarga muda.
Bagi keluarga muda yang memiliki anak berusia 2 tahun, Daycare Santo Yakobus hadir sebagai tempat bertumbuh yang aman dan penuh kasih. Setiap guru dan pendamping di Daycare Santo Yakobus sungguh memahami pentingnya kepercayaan para orang tua terhadap perawatan jiwa dan karakter buah hati mereka.
“Saat buah hati Anda melangkah ke jenjang TK dan SD, kami mengajak para Yakobian cilik mengeksplorasi kehidupan alam di Kebun Laudato Si dan fasilitas mini zoo dalam program Nature Class,” ujar Juliana.
Dengan merancang materi pembelajaran kreatif luar ruang ini, tim guru akan mengajak para Yakobian cilik berlatih ketrampilan motorik, imajinasi, kreativitas dan daya berpikir kritis di alam.
Selain itu, Yayasan Santo Yakobus juga menyadari, sosok anak balita memiliki dimensi religiositas secara alami yang masih membutuhkan pendampingan secara intens.
Juliana juga menjelaskan, untuk memfasilitasi dimensi ini, Sekolah Santo Yakobus hadir sebagai sekolah pertama di Indonesia yang mengintegrasikan Catechesis of the Good Shepherd (CGS) ke dalam kurikulum TK dan SD, sebuah metode yang menyentuh religiositas secara sangat personal dan mendalam pada diri seorang anak.
Menempa pemimpin, merayakan keberagaman
Menjelang masa remaja, bibit kepemimpinan para Yakobian mulai ditempa melalui program MINE (Mindfulness, Intelligence, Networking, Empowerment – empat pilar penting dalam program kepemimpinan ini), agar mereka siap bersinar di OSIS pada jenjang SMP.
Saat mereka tiba di jenjang SMA, nilai akademik saja tidak cukup. Kegiatan Ekskursi Kebinekaan di Sekolah Santo Yakobus adalah sebuah program yang memfasilitasi para Yakobian muda berjumpa dan berinteraksi secara nyata dengan teman-teman sepantaran mereka di berbagai institusi pendidikan berbasis agama di berbagai daerah di Indonesia.
Program Ekskursi Kebinekaan ini merupakan bagian dari program humaniora yang melatih para Yakobian untuk siap melebur dalam masyarakat kita yang plural.
“Melalui program ini, kami meyakini bahwa toleransi di tengah kemajemukan adalah sebuah kekuatan bagi bangsa Indonesia,” kata Juliana.
Menuju Generasi GREAT
Di balik semua pengalaman berharga para Yakobian ini, melalui divisi Learning Improvement & Innovations, Yayasan Santo Yakobus terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas para guru. Dengan demikian, seluruh tenaga pendidik di Sekolah Santo Yakobus akan selalu berinovasi dan kreatif dalam menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermutu bagi seluruh murid.
Muara dari dedikasi ini adalah lahirnya generasi yang menghidupi gugus nilai GREAT (God Loving, Responsible, Excellent, Adaptive Agile, Trustworthy).
“Dengan kesatuan hati, visi, dan gerak, kami semakin berakselerasi di tengah zaman yang melaju dengan cepat sekaligus tetap relevan menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan,” ujar Juliana.
Editor: Basilius Triharyanto
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.