Surakarta, Katolikana.com – Pranala atau penghubung sumber dokumen, alat, dan teknologi yang tersimpan di RS Brayat Minulya Surakarta menjadi tonggak refleksi kekinian dalam pengelolaan rumah sakit.
Alat teknologi manual yang tersimpan dalam almari diantaranya telepon manual, mesin teller, mesin ketik, timbangan obat, mesin faxsimile, mesin jahit dan sebagainya menyimpan cerita dan kisah periode 1949 hingga kisaran tahun 1989.
Era Tahun 2000 dan seterusnya
Era berikutnya perkembangan teknologi menuntut perubahan, adaptasi dan penggunaan teknologi yang mendukung tersedianya basis data, pengolahan data, pelaporan dan analisis serta pemanfaatan untuk tercapainya pelayanan yang optimal rumah sakit.
Adaptasi yang telah dilakukan di RS Brayat Minulya dua dekade ini diantaranya penggunaan EDC, ATM, QRIS yang memudahkan transaksi non tunai dalam finansial.
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) telah menggantikan sistem pengolahan data manual menjadi sistem data terpadu yang menghubungkan basis data, pelaporan secara digitalisasi dan billing. Sistem ini mendukung ketersediaan data secara real time.
SIRS berbasis Online terhubung dengan situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu juga terhubung dengan JKN dan BPJS dalam pengelolaan pelayanan kesehatan.
Peningkatan kualitas pelayanan
Teknologi kesehatan, seperti EMR, telemedicine, dan sistem manajemen antrian, membantu RS Brayat Minulya meningkatkan efisiensi, mempercepat proses, dan meningkatkan kualitas pelayanan pasien, mempercepat keputusan berbasis data, dan inovasi dalam fasilitas kesehatan.
Selain itu terintegrasi manajemen tenaga kesehatan, keuangan, dan inventaris mendukung upaya pemenuhan ekspektasi terhadap pelayanan medis dan akurasi data.
Electronic Medical Record
Electronic Medical Record (EMR) / Rekam Medis Elektronik (RME) adalah teknologi bidang kesehatan yang menyimpan semua data medis pasien dalam satu sistem terpusat—mulai dari identitas, diagnosis, obat, hasil lab, radiologi, hingga rujukan. Sistem ini menggantikan catatan medis kertas yang rentan hilang, rusak, atau sulit dibaca.
Selain memudahkan akses informasi, EMR juga membuka peluang untuk analisis data pasien secara real-time guna pengambilan keputusan klinis dan manajerial.
Data dari EMR bisa dimanfaatkan untuk pelaporan dan evaluasi mutu layanan.
Manfaat EMR mengurangi kesalahan medis karena akses cepat dan data terstandar.
Selain itu mempercepat alur layanan pasien, mulai dari pendaftaran hingga pengobatan, memudahkan integrasi lintas unit (lab, radiologi, farmasi) dan mendorong penerapan evidence-based medicine.
Telemedicine
Telemedicine adalah teknologi bidang kesehatan jarak jauh menggunakan teknologi digital, memungkinkan pasien berkonsultasi melalui video call, chat, atau voice call dengan dokter. Lebih dari sekadar konsultasi, telemedicine kini juga mencakup pemantauan penyakit kronis, psikoterapi, follow-up pasca rawat inap, bahkan skrining awal penyakit tertentu.
Indikator penggunaan teknologi
Indikator penggunaan teknologi dalam Akreditasi Rumah Sakit dinilai dari penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), kelayakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), serta integrasi data mutu dan keamanan pasien.
Penilaian ini memastikan teknologi berfungsi efektif dalam mendukung mutu pelayanan.
Saat ini RS Brayat Minulya mempersiapkan diri untuk proses akreditasi. Melalui penerapan teknologi RS Brayat Minulya berupaya meningkatkan mutu pelayanan, menciptakan keselamatan dan menjadi perpanjangan kasih Tuhan menghadirkan sukacita.
Empat hal yang kini menjadi pranala penggunaan teknologi di era digital RS Brayat Minulya Surakarta adalah:
Teknologi Utama Rekam Medis Elektronik (RME)
Menyimpan riwayat kesehatan, resep obat, dan hasil lab secara digital.
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)
Menggantikan sistem pengolahan data manual menjadi sistem data terpadu yang menghubungkan basis data, pelaporan secara digitalisasi.
Sistem Informasi Manajemen (SIMRS): Mengatur administrasi, keuangan, dan logistik rumah sakit.
Teknologi Medis Mutakhir
Membantu operasi bedah yang rumit dengan tingkat presisi tinggi. (*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta