Kevikepan Surakarta Gelar Pembekalan Pendamping Keluarga Pendampingan Iman Anak Berkarunia Khusus

Surakarta, Katolikana.com – Pendampingan Umat Berkarunia Khusus penting bagi Gereja Katolik karena Umat Berkarunia Khusus memiliki hak yang sama sebagai warga Gereja untuk bertumbuh dalam iman dan menerima sakramen.

Katekese UBK (Umat Berkebutuhan Khusus) penting karena menjadi wujud nyata keadilan pastoral bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, adalah warga Gereja yang memiliki hak sama untuk mengenal, mengalami dan bertumbuh dalam iman Katolik.

Selain Pembekalan Pendamping Keluarga Pendampingan Iman Anak Berkarunia Khusus juga Pendampingan Katekese Umat Berkebutuhan Khusus (UBK).

Pendampingan yang dilakukan  Kevikepan Surakarta dilaksanakan di tiga tempat : di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta untuk Rayon Kota Solo dan Rayon Harjoboys (Sukoharjo dan Boyolali) pada Minggu (13/9/2026) pukul 10.00 WIB, di Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten untuk Rayon Klaten pada Minggu (13/9/2026) pukul 17.00 WIB dan di Paroki Santo Pius X Karanganyar untuk Rayon Genayar (Sragen Karanganyar) dan Gajah Mungkur (Wonogiri), pada Senin(14/9/2026) pukul 17.00 WIB.

Rayon Kota Solo terdiri dari 6 paroki: Paroki Kleco, Paroki Purwosari, Paroki Dirjodipuran, Paroki Purbayan, Paroki Purbayan, Paroki Purbowardayan dan Paroki Mojosongo. Rayon Harjoboys terdiri dari Paroki Sukoharjo, Paroki Kartasura, Paroki Solo Baru, Paroki Boyolali, dan Paroki Simo.

Rayon Genayar terdiri dari Paroki Gemolong, Karanganyar, Paroki Sragen, Paroki Jumapolo dan Paroki Palur. Rayon Klaten terdiri dari 11 paroki. Paroki Cawas, Paroki Delanggu, Paroki Jombor, Paroki Ketandan, Paroki Klaten,  Senden (Stasi), Paroki Bayat, Paroki Dalem, Paroki Gondangwinangun, Paroki Kebonarum dan Paroki Wedi.

Paroki di Wonogiri terdiri dari Paroki Wonogiri, Paroki Baturetno dan Paroki Danan.

Nara sumber pada masing-masing kegiatan di Kleco Romo Hilbertus Hartono MSF (Pendamping Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta) dan David (Tim Komisi Kateketik Kevikepan Surakarta), di Gondang Romo Hilbertus Hartono, MSF dan Romo Vincensius Bondhan, Pr (Pendamping Komisi Kateketik Kevikepan Surakarta), di Karanganyar Romo Bondhan, Pr dan Pasangan Henry Inelda (Tim Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta). Saat pembekalan juga hadir psikolog dari Tim Pendampingan Keluarga Kevikepan Surakarta pemerhati UBK.

Pendamping Komisi Kateketik Kevikepan Surakarta Romo Vincensius Bondhan, Pr saat Pembekalan Pendampingan Katekese Umat Berkebutuhan Khusus di Paroki Santo Pius X Karanganyar, pada Senin (14/9/2026)

Tujuan pembekalan untuk mempersiapkan Tim Pendampingan Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) Paroki dengan susunan Romo Pendamping Bidang Pewartaan dan Bidang Paguyuban, Kabid Pewartaan dan Evangelisasi, Kabid Paguyuban, Dua Pasutri Timpel Pastoral Keluarga dan Dua orang Katekis Paroki serta Timpel Kesehatan (Jika diperlukan).

Dinamika dalam pembekalan selain pemaparan materi oleh nara sumber juga dilakukan praktik kelompok, sharing dan pleno serta tanya jawab pendalaman materi.

Pembekalan pendampingan UBK di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, Minggu (13/9/2026)

Pendampingan Iman Anak Berkarunia Khusus

Bagi Allah, setiap anak memiliki tempat yang Istimewa di hati-Nya. Anak –anak yang demikian perlu diterima, didampingi, dijaga dan diberi kesempatan untuk berkembang. Dalam konteks iman, mereka perlu diberi jalan dan dituntun untuk berjumpa dengan Allah-Nya.

Dasar Biblis :“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang halangi mereka, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Markus 10: 14).

Konsepsi pendampingan Anak Beranugerah Khusus (Tampilan Materi Pembekalan Pendampingan Keluarga UBK)

Setiap anak memiliki Potensi. Tugas kita bukan mengubah anak menjadi seperti anak lain, tetapi membantu mereka berkembang menjadi versi terbaik mereka.

Anak-anak kita mungkin mengalami Tuhan dengan cara yang berbeda. Tugas kita bukan memaksa dia menjadi seperti anak lain, tetapi membantu dia menemukan Tuhan melalui cara yang dapat ia pahami dan alami.

Pola pendampingan Anak Beranugerah Khusus

Katekese Umat Berkebutuhan Khusus
Pondasi Kesadaran

Orang bisu tuli memiliki
kemampuan visual yang sangat kuat. Dunianya tampak detail dan indah, tapi sunyi. Bagaimana mereka yang sangat visual mengenal Allah yang tidak visual?

Perbedaan kemampuan indrawi nyatanya membentuk cara memahami Allah yang berbeda pula. Itulah mengapa setiap individu unik dalam perjalanan iman mereka. Perjalanan iman mereka yang berkebutuhan khusus sudah pasti bebeda jauh dengan pengalaman kita. Betapa istimewanya pengalaman mereka kalau mereka sampai pada pengenalan akan Allah yang menciptakan mereka.

Pondasi Iman Murid Kristus
Murid Kristus menaruh seluruh kepercayaannya kepada pribadi
Yesus — bukan kepada kitab-kitab
atau benda-benda. Setiap murid Kristus dipanggil untuk menjalin relasi yang intim dan akrab dengan Yesus, membangun kepercayaan yang mendalam. Jauh dari sekedar melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tanda kematangan iman terlihat saat pikiran, kehendak, dan perasaan murid semakin serupa dengan Kristus (alter Christi).

Pembekalan Pendampingan UBK di Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten, Minggu (13/9/2026)

Pondasi Martabat Manusia
Sejak kita ada dalam bentuk embrio, Sang Ada sudah menjalin relasi dengan kita. Dia berbagi ‘ada’ dengan kita. “Ada” sendiri menunjukkan kepada kita bahwa Sang Ada berbagi “ada”-Nya dengan kita. Dalam kacamata iman kita, semua ciptaan ada untuk menggambarkan keluhuran Sang Ada. Betapa beruntungnya manusia karena jiwa-raganya adalah bukti bahwa dia ciptaan yang ada dan hidup. Ketika akal budi kemudian dibentuk oleh jiwa-raganya, manusia dianugerahi kesadaran untuk mengenali dirinya dan Penciptanya. Martabat manusia menjadi sangat berharga karena dia ada, hidup dan sadar. Perbedaan kemampuan tidak pernah mengurangi martabat manusia, setiap individu tetap berharga dan dicintai oleh Allah tanpa syarat.

Pondasi Sakramen Inisiasi
Sakramen-sakramen inisiasi adalah tonggak perjalanan iman yang mendasar bagi semua murid Kristus.
Baptis adalah pintu gerbang untuk kehidupan dalam Roh, menyatukan kita dengan Kristus dan mengangkat martabat kita sebagai anak-anak Allah. Komuni Pertama merupakan momen penting, memperkuat relasi kita dengan Gereja (communio) dan mengajak kita untuk bertanggung jawab dalam membangun Tubuh Kristus. Sakramen Penguatan memberikan rahmat dan kekuatan Roh Kudus, mengokohkan ikatan kita dengan Kristus dan misi Gereja dalam dunia.

Pembekalan Pendampingan UBK di Paroki Santo Pius X Karanganyar, Senin(14/9/2026)

Pondasi Katekese
Persiapan penerimaan sakramen inisiasi
sesungguhnya adalah proses memperkaya
dan memperdalam pengalaman iman.
Dengan demikian, inti dari seluruh persiapan ini adalah membantu calon penerima sakramen untuk merasakan daya rahmat sakramen itu dalam hidupnya, jauh dari sekadar menjalani upacara ritual. Katekese persiapan penerimaan sakramen inisiasi
selalu menggugah kekaguman pada Kristus (Informasi), menguatkan komitmen (Formasi) dan mendorong pertobatan
sekaligus mengubah cara hidup (Transformasi) sebagai murid Kristus.

Situasi Keluarga UBK (Tampilan Materi Pembekalan Katekese UBK)

Pondasi Katekese UBK
Karena tekanan katekese inisiasi terletak
pada pengayaan pengalaman iman
— bukan penguasaan pengetahuan —
maka kebutuhan dasar umat
berkebutuhan khusus adalah relasi.

Pada saat pembekalan para peserta juga diajak untuk Mengenali Situasi Keluarga UBK dan Dimensi Katekese Dasar (Sakramen Babtis, Sakramen Ekaristi Pertama, Sakramen Penguatan). (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Comments (0)
Add Comment