Kisah Para Rasul 11:19-26; Yohanes 10:22-30
Katolikana.com – Santo Paulus pernah berkata bahwa iman itu lahir atau berawal dari pendengaran. Mereka yang mendengarkan dengan telinga, mengaku dengan mulut, dan meyakini berita Injil tentang Yesus Kristus memperoleh keselamatan.
Sabda Tuhan pada hari ini, Kisah Para Rasul 11:19-26 dan Yohanes 10:22-30, menunjukkan hal itu.
Ada kontras antara sikap orang-orang Antiokhia dalam Kisah Rasul dengan sikap orang-orang Yahudi yang Yesus hadapi.
Percaya isi pewartaan
Penduduk Antiokhia mendengarkan pewartaan yang disampaikan oleh orang-orang Kristen tersebar karena penganiayaan. Mereka percaya akan isi pewartaan itu. Sebagai umat yang baru, mereka perlu diteguhkan. Itulah sebabnya para rasul mengutus Barnabas ke sana. Dia mengajak mereka untuk bertekun dalam iman. Karena dia adalah orang yang baik dan penuh dengan Roh Kudus, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 11:24).
Kontras tampak nyata saat kita membandingkan dengan sikap orang Yahudi di Yerusalem.
Mereka tidak mendengarkan
Mereka bertanya-tanya tentang siapakah Yesus. Apakah Dia itu Mesias? Namun mereka tidak mau mendengarkan-Nya. Karena itu, mereka tidak menjadi percaya.
Yesus mencoba meyakinkan mereka. Bila mereka tidak mau percaya akan kata-kata-Nya, Yesus mengajak mereka untuk melihat karya-karya yang dilakukan dalam nama Bapa-Nya.
Itu gagal pula meyakinkan mereka, karena mereka bukan dari domba-domba-Nya (Yohanes 10:26).
Meski orang Yahudi tidak mau percaya, Yesus tetap melanjutkan pengajaran dan misi-Nya. Dia menegaskan juga soal pendengaran.
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku. Aku memberi mereka kehidupan kekal dan mereka tidak akan binasa” (Yohanes 10: 27-28).
Di tengah hiruk pikuk dunia yang penuh dengan pelbagai suara, Sabda Tuhan mengajak kita untuk mendengarkan suara Tuhan yang menuntun hidup kita. Jangan sampai kita terbuai oleh suara dunia dan mengabaikan suara Tuhan yang membawa kita kepada keselamatan.
Semakin mendengarkan semakin dekat
Setiap hari Gereja menyampaikan sabda Tuhan supaya kita mendengarkannya dan teguh dalam beriman. Semakin kita mendengarkan dan menghayatinya, semakin kita dekat pada keselamatan hidup kita.
Selasa, 28 April 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.