Reportase Pertemuan PBMN Regio Jabodetabek di Cisauk
TANGERANG – Paseduluran Brayat Minulyo Nusantara (PBMN) Regio Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) kembali menggelar pertemuan berkala pada Minggu, 17 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 14.00 WIB ini bertempat di kediaman Kamilus Inglan (NBP 67), Perumahan Griya Serpong Asri, Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.
Acara ini menjadi momentum istimewa karena dihadiri langsung oleh Superior Jenderal Congregatio Missionariorum a Sacra Familia (MSF) atau Jenderal MSF, Romo Purnomo MSF. Kehadiran pimpinan tertinggi tarekat internasional tersebut dimanfaatkan para anggota paguyuban—yang mayoritas merupakan mantan anggota tarekat MSF—sebagai ruang refleksi, pembaruan komitmen iman, serta konsolidasi organisasi menjelang agenda nasional.
Kedatangan Peserta dari Berbagai Sektor
Sejak pagi hari, para anggota PBMN dari berbagai wilayah sub-regio mulai berdatangan di lokasi acara. Kendati kondisi lalu lintas akhir pekan di kawasan Jabodetabek kerap dinamis, kelancaran akses tol Kukusan–BSD hingga pintu keluar Cisauk sangat membantu mobilitas peserta.
Di lokasi acara, Andre Sumaryatmo (NBP 166) bertindak langsung mengoordinasikan area parkir. Di antara para peserta yang hadir awal, tampak Yani Harso Wijoyo dan Titik Minarto yang menempuh perjalanan bersama dari Jakarta Timur. Kehadiran Ibu Yani yang telah berusia di atas 70 tahun dan tetap aktif mengemudi secara mandiri menjadi catatan tersendiri mengenai tingginya antusiasme anggota paguyuban ini.
Komunitas yang hadir mencakup representasi lintas generasi NBP (Ngumpulke Balung Pisah), di antaranya:
- Broto Santoso (NBP 22)
- Aditya Danamurti (NBP 4) beserta istri, Ratu Fortunata Rahmi Puspahadi
- Notobudiharjo (NBP 86)
- Petrus Damianus Subagyo (NBP 150) bersama istri, Wiwik
- Anton Heru (NBP 63) bersama istri, Ita, dan putranya, Ezekiel
- Tatak Mujiyono (NBP 175) beserta istri, Deitje Natalia Tundo
- Thomas Suharjono (NBP 161) yang didampingi oleh keluarga putranya, Dhimas
- Gunawan Senoaji (NBP 46) bersama istri, Veronika
- Nurwidijadmiko (NBP 103)
- Hari Padmo (NBP. 50)
- Kamilus Englan ( NBP. 67)
- Andre Sumariyatmo (NBP 166)
- Mangun Tiarso (BNP 94)
- Keluarga Riris Sumartaji yang tiba menjelang perayaan liturgi.
Sesi Sharing: Refleksi Organisasi dan Update Keluarga
Acara dibuka dengan sesi sharing dan pemutakhiran informasi organisasi yang dipandu secara bergantian. Andre Sumaryatmo membuka sesi dengan mengapresiasi kehadiran Romo Purnomo MSF di tengah kesibukan internasionalnya. Romo Jenderal sebelumnya dijemput di Stasiun Gambir dan transit di kediaman Broto Santoso di BSD City sebelum menuju lokasi pertemuan.
1. Agenda Pemilihan Ketua dan Penerbitan Buku Literasi
Ketua PBMN Periode Berjalan, Thomas Suharjono, menyampaikan laporan strategis terkait perkembangan organisasi. Fokus utama yang dipaparkan antara lain:
- Pertemuan Nasional (Pertemuan Agung) PBMN: Dijadwalkan berlangsung di Sarangan, Magetan pada 17–18 Oktober 2026. Hingga pertengahan Mei, tercatat 134 peserta telah mendaftar, dan kuota terpaksa ditutup demi menyesuaikan kapasitas wisma.
- Suksesi Kepemimpinan: Pertemuan di Sarangan mendatang akan mengagendakan pemilihan Ketua PBMN yang baru, mengingat Thomas Suharjono telah menyelesaikan masa bakti selama dua periode.
- Proyek Literasi dan Data Anggota: Paguyuban bersiap menerbitkan Buku NBP Jilid 4 dengan proyeksi mencakup hingga 240 anggota. Selain itu, PBMN terus melanjutkan distribusi buku-buku rohani religius karya anggota, seperti Buku Maria, Buku Prodiakon, dan Buku Ibadat Pemberangkatan Jenazah yang kini dipasarkan secara luas melalui Penerbit Obor.
2. Dinamika Kesehatan dan Panggilan Awam
Sesi sharing personal diwarnai dengan refleksi mendalam mengenai fase kehidupan, kesehatan, dan pengasuhan anak di era modern.
Petrus Damianus Subagyo menceritakan tantangan kesehatannya di usia lanjut yang menuntut pendampingan penuh dari sang istri saat bepergian. Meski demikian, kehadiran tiga putra dan cucu-cucunya di sekitar kediaman menjadi penguat utama dalam kehidupan sehari-harinya.
Sementara itu, Nurwidijadmiko membagikan kesaksian iman pasca-operasi bypass jantung dan hidup dengan satu ginjal. Keterbatasan fisik tersebut tidak mengurangi aktivitasnya dalam pelayanan gerejani di paroki asal.
Aditya Danamurti merefleksikan sejarah awal keterlibatannya pada masa paguyuban masih bernama “Bramin” (Brayat Minulyo). Ia menekankan bahwa esensi PBMN bukanlah wadah mencari keuntungan materi atau jaringan kerja (Do Ut Des), melainkan sebuah ruang persaudaraan yang memberikan rasa aman, perlindungan spirit, dan keteguhan bagi para anggotanya agar tidak merasa berjuang sendirian di tengah masyarakat.
Refleksi unik disampaikan oleh Manguntiarso (NBP 94) yang menggarisbawahi komitmen perkawinannya melalui kelakar “MSF” (Married Same Friend). Ia membagikan kisah inspiratif mengenai putrinya, Kembang Pagi, yang berhasil menyelesaikan studi S-1 dan S-2 Hukum di Universitas Parahyangan Bandung melalui jalur beasiswa penuh, dan kini sedang berproses memasuki dunia akademis sebagai dosen hukum berintegritas.
Di sisi lain, salah satu pendiri paguyuban, Broto Santoso, menengok kembali sejarah 39 tahun lalu saat 10 mantan anggota MSF merintis komunitas ini di Jakarta dalam kondisi penuh keterbatasan. Ia mengingatkan kembali esensi dasar pendirian PBMN:
“Paguyuban ini dibentuk dengan maksud untuk merawat persaudaraan, saling membantu, dan melindungi sebagai satu keluarga dalam semangat Keluarga Kudus.”
Pak Broto juga menyampaikan permohonan izin karena tidak dapat menghadiri agenda di Sarangan pada Oktober mendatang karena bertepatan dengan hajatan pernikahan putrinya, dr. Maria Satya Paramita, MRes.
Perayaan Ekaristi Hari Minggu Paskah VII
Tepat pukul 12.00 WIB, agenda dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Romo Purnomo MSF. Misa ini bertepatan dengan Hari Minggu Paskah VII yang juga dirayakan secara universal oleh Gereja Katolik sebagai Hari Komunikasi Sedunia.
Liturgi Sabda dan Keterlibatan Jemaat
Liturgi berjalan secara khidmat dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai unsur keluarga anggota PBMN:
- Bacaan Kitab Suci: Pembacaan Bacaan Pertama dan Bacaan Kedua dibawakan oleh Aji Baskoro, putra dari Andre Sumaryatmo.
- Mazmur Tanggapan: Dinyanyikan oleh Thomas Suharjono, membawakan lagu Aku Percaya Akan Melihat Kebaikan Tuhan.
- Bacaan Injil & Homili: Disampaikan langsung oleh Romo Purnomo MSF berdasarkan Injil Yohanes Bab 17.
Poin Utama Homili Romo Jenderal MSF
Dalam khotbahnya, Romo Purnomo menggarisbawahi dua tema besar: makna kebahagiaan sejati dalam pelayanan dan esensi komunikasi menurut teladan Kristus.
Beliau membagikan pengalaman konkret saat bertugas di Vatikan, baik saat berinteraksi dengan tokoh penting seperti Duta Besar RI untuk Vatikan, Trias Kuncahyono, maupun saat mendampingi warga negara Indonesia yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Roma. Melalui kisah mantan mahasiswa yang membantu mengelola keuangan dan masa depan pekerja migran tersebut, Romo Jenderal menegaskan bahwa kebahagiaan tertinggi seorang pelayan jemaat adalah ketika mampu membawa dampak baik bagi masa depan orang lain secara tulus.
Terkait Hari Komunikasi Sedunia, Romo Purnomo merujuk pada hasil pertemuannya dengan para pimpinan tinggi tarekat religius sedunia di Roma. Ia menyatakan bahwa kemampuan komunikasi bukanlah keahlian otomatis yang dimiliki seorang pemimpin, melainkan sebuah proses belajar seumur hidup.
“Kunci utama dari komunikasi yang membangun adalah kerendahan hati dan kemauan mendalam untuk mendengarkan sesama.”
Di akhir homili, Romo Jenderal memberikan aplikasi praktis kepada anak-anak yang hadir (Ezekiel, Vidi, dan Vici) mengenai pentingnya ketaatan dan kesediaan membantu orang tua sebagai bentuk paling sederhana dalam memuliakan Tuhan di dalam lingkaran keluarga.
Sakramen Minyak Suci dan Penutup
Pasca-komuni, ritus liturgi dilanjutkan dengan Pelayanan Sakramen Minyak Suci (Pemberian Minyak Sakramen untuk Orang Sakit dan Lanjut Usia). Fasilitas rohani ini diberikan secara khusus kepada para sesepuh dan anggota paguyuban yang sedang mengalami penurunan kondisi fisik atau dalam masa pemulihan medis.
Ritus ini sekaligus menjadi simbol dukungan moril kekeluargaan, di mana seluruh anggota yang hadir berkomitmen membawa intensi doa khusus bagi kesembuhan kerabat dan putra-putri anggota paguyuban yang sedang sakit, salah satunya adalah Dhimpna, putri dari Heru Susanto.
Sebelum berkat penutup, lagu Mars PBMN dikumandangkan bersama dengan iringan organis. Sesi ibadah resmi berakhir pada pukul 14.00 WIB, disusul dengan ramah tamah serta makan siang bersama seluruh anggota regio. Pertemuan ini berhasil memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus meneguhkan spiritualitas awam berbasis nilai-nilai Keluarga Kudus di lingkungan Jabodetabek.
Bukan siapa-siapa.