1 Petrus 1:18-25; Markus 10:32-45
Katolikana.com – Menjadi murid sejati dari Tuhan Yesus itu penuh tantangan; menuntut proses yang khusus.
Banyak orang yang telah lama dibaptis belum mencapai tingkat itu. Apa tandanya bahwa seorang murid masih kanak-kanak? Apa ciri-cirinya kalau sudah dewasa?
Sabda Tuhan pada hari ini mengajar kita tentang hal itu.
Mari kita mulai dari Injil Markus. Ketika Yesus menyampaikan pesan bahwa Dia akan ditangkap, dianiaya, dibunuh, dan bangkit pada hari ketiga, para murid bertengkar untuk memperoleh posisi terdekat dengan Yesus kelak. Mereka gagal paham.
Bertengkar atas jabatan
Mula-mula Yakobus dan Yohanes meminta boleh duduk di sebelah kiri dan kanan Yesus ketika sudah dimuliakan (Markus 10:37). Mendengar dialog Yesus dengan kedua murid itu, sepuluh murid yang lain marah (Markus 10:41).
Kedua belas murid Yesus bertengkar, memperebutkan jabatan. Inilah tanda sikap kanak-kanak. Bukankah anak-anak suka berebut mainan?
Sekarang kita beralih ke surat Petrus. Di sana tampak betapa Petrus sudah sangat dewasa. Alih-alih berebut posisi, Petrus menasihati agar para murid Tuhan saling mengasihi dengan segenap hati (1 Petrus 1:22).
Lebih lanjut, Petrus menulis, “Sebab kalian telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang baka, yaitu oleh sabda Allah yang hidup dan kekal” (1 Petrus 1:23).
Anugerah dipilih
Petrus menyadari betapa berharganya orang yang dipanggil dan dipilih menjadi murid Tuhan. Itu anugerah luar biasa.
Tidak hanya itu, cara pandang Petrus terhadap hal-hal duniawi juga sama sekali telah berubah. Perhatikan bagian terakhir suratnya. “Sebab semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya laksana bunga rumput!
Rumput menjadi kering dan bunga gugur” (1 Petrus 1:24). Posisi dan jabatan juga akan lewat. Memperebutkannya bagai berebut mainan yang segera rusak.
Ketika iman belum kuat
Jadi, dahulu Petrus termasuk salah satu dari dua belas murid yang memperebutkan posisi di dekat Yesus.
Waktu itu imannya belum matang dan sikapnya dalam mengikuti Yesus masih diwarnai ambisi pribadi. Kini, dia sudah dewasa dan tidak lagi memikirkan diri sendiri.
Pertanyaan reflektif bacaan hari ini sederhana. Apakah kita sudah melepaskan diri dari hasrat selalu minta diperhatikan?
Apakah sebagai bagian dari komunitas Kristen kita sering berebut pengaruh, posisi, dan jabatan?
Jawabannya mencerminkan apakah kita masih kanak-kanak atau sudah menjadi murid dewasa Tuhan Yesus.
Rabu, 27 Mei 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.