2 Timotius 2:8-15; Markus 12:28b-34
Katolikana.com – Dialog ahli Taurat dengan Yesus dalam Injil hari ini meninggalkan pesan penting. Misalnya, jawaban Yesus kepada ahli Taurat: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah” (Markus 12:34). Apa maksudnya? Hal itu menunjukkan bahwa orang tersebut belum sepenuhnya masuk ke dalam Kerajaan Allah, meskipun pemahamannya sudah dekat.
Inti hukum Allah
Ahli Taurat itu datang dengan pertanyaan tentang hukum yang paling utama, dan Yesus menjawab bahwa mengasihi Allah serta sesama adalah inti dari seluruh hukum.
Ketika ahli Taurat itu menyatakan bahwa jawaban Yesus itu benar dan bahkan menambahkan bahwa mengasihi lebih penting daripada semua korban bakaran, Yesus memuji pengertiannya. Namun, “tidak jauh” berarti masih ada jarak—masih perlu satu langkah iman untuk benar-benar masuk, yaitu menerima Yesus sebagai Mesias; bukan hanya menyetujui ajaran-Nya.
Ahli Taurat itu memiliki pengetahuan yang benar, tetapi belum mempunyai relasi pribadi dengan Yesus. Kerajaan Allah dimulai dari pertobatan dan iman kepada Kristus (Markus 1:15).
Berdiri di ambang pintu
Pengetahuan yang benar tentang hukum itu penting, tetapi tidak cukup. Ia dekat karena hatinya terbuka dan mengerti hakikat kasih, namun ia masih berdiri di ambang pintu—belum melangkah masuk melalui Yesus, Sang Pintu (Yohanes 10:9).
Apa relevansi sabda ini bagi kita saat ini? Pertama, menjadi pengikut Kristus bukan hanya soal memahami Alkitab secara benar. Banyak mengetahui ajaran kasih, keadilan, dan pengampunan, tetapi jika hanya setuju secara akal budi tanpa menyerahkan diri kepada Yesus sebagai Tuhan, mereka sama seperti ahli Taurat itu—dekat, tetapi belum masuk.
Kedua, pernyataan Yesus mengingatkan bahwa Kerajaan Allah tidak diperoleh melalui upaya manusia atau kebenaran moral saja. Ahli Taurat itu benar dalam ajaran, tetapi belum memperoleh keselamatan yang hanya dicapai karena iman.
Ketiga, ayat ini mendorong kita untuk tidak berpuas diri dengan “kedekatan.” Gereja perlu menolong orang yang sudah mengerti kebenaran (ajaran Yesus) untuk mengambil langkah iman yang menentukan, yakni mengakui Yesus sebagai Tuhan. Ayat tersebut juga menjadi kritik bagi mereka yang hanya sibuk dengan ritual keagamaan (seperti korban bakaran) tanpa mengasihi sesama.
Bergerak menuju pusat Kerajaan Allah
Akhirnya, Yesus mengajak kita untuk terus bergerak menuju pusat Kerajaan, bukan berhenti di pinggirannya. Dengan demikian, “tidak jauh” itu merupakan pujian sekaligus undangan untuk masuk sepenuhnya ke dalam Kerajaan Allah.
Apakah selama ini kita sungguh percaya kepada Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya atau hanya puas dengan mendengarkan dan mengetahui ajaran-Nya?
Kamis, 4 Juni 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.