Katolikana.com- Dialog ahli Taurat dan orang Farisi dengan Yesus mengawali bacaan injil hari ini sekaligus menghantar kita memasuki inti perikop, yakni tanda. Mereka meminta tanda.
Tetapi Yesus tidak memberikannya. Satu-satunya tanda yang diberikan adalah tanda nabi Yunus.
Tanda serupa dengan tanda Diri-Nya
Kemudian, Yesus memaknai tanda itu sebagai serupa dengan tanda dari Diri-Nya yang wafat dan tinggal dalam makam selama tiga hari lalu bangkit kembali. Tanda terpenting ini mengundang orang untuk bertobat.
Namun para ahli Taurat dan orang Farisi tidak bertobat. Kepada mereka tidak diberikan tanda, melainkan penghukuman. Mengapa?
Karena mereka tidak mau percaya kepada Yesus yang lebih besar daripada nabi Yunus dan Salomo.
Tanda yang mengundang pertobatan
Apa yang bisa kita renungkan dari perikop ini? Yang terpenting adalah tanda yang mengundang kepada pertobatan.Bertobat itu menyangkut hal lahiriah dan batiniah.
Tanda-tanda lahiriah seperti mukjizat itu sarana untuk membawa orang kepada iman dan pertobatan. Hal itu memerlukan sikap batin yang terbuka.
Jadi, tanda lahiriah itu tidak banyak manfaatnya ketika orang tidak mempunyai tanda batiniah dalam dirinya.
Yesus tidak melakukan mukjizat ketika melihat fakta bahwa orang yang dihadapi-Nya tidak memiliki kesediaan untuk percaya.
Sebaliknya, kepada orang-orang yang sikap batinnya terbuka dan percaya, Yesus menunjukkan banyak mukjizat. Ia banyak kali mengatakan imanmu telah menyelamatkan engkau.
Perikop injil hari ini amat relevan bagi kehidupan kita. Bukankah banyak manusia modern hanya mau percaya setelah melihat bukti-bukti lahiriah?
Mereka yang mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bergantung pada penelitian dan observasi menuntut bukti ilmiah untuk bisa diyakinkan.
Sayangnya, ada banyak yang melampaui ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka itu ada, tetapi tidak terjangkau oleh sains dan teknologi.
Jadi, tanda-tanda lahiriah saja tidak cukup. Diperlukan pula tanda batiniah yang mengubah hati untuk menjadi percaya.
Tanda batiniah
Tanda-tanda lahiriah bahwa Allah itu hadir sudah lebih dari cukup (Mikha 6:3-4). Yang kini diperlukan adalah hati yang percaya atau tanda batiniah (Mikha 6:8). Sebagai orang beriman, apakah kita memiliki sikap batin untuk percaya akan kehadiran dan karya Tuhan yang kasat mata di tengah hidup sehari-hari?
Senin, 20 Juli 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.