Temu Keluarga Terpanggil Paguyuban Brayat Minulya Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten

Klaten, Katolikana – Paguyuban Brayat Minulya  Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun Klaten, Jawa Tengah adalah paguyuban keluarga terpanggil yang anggota keluarga menjadi imam, bruder, suster maupun frater. Paguyuban ini sudah terbentuk lebih dari 25 tahun lalu.

Para imam diosesan (Pr), MSC, OFM, Serikat Yesus, Bruder FIC, Suster OSU, OSF, CB, PMY, ALMA, PIJ, CIJ, PBHK, AK, dan SFS serta frater-frater dari Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun saat ini menjalani karya panggilan di beberapa tempat di Indonesia.

Sedikitnya 30 orang anggota Paguyuban Brayat Minulya Gereja Gondangwinangun yang terdiri dari orang tua, saudara yang terpanggil hadir pada Pertemuan Paguyuban Brayat Minulya yang bertempat di Ndopo Keluarga HY Rubiyanto Plawikan Gondangwinangun pada Minggu (6/9/2026) pukul 10.30-13.30 WIB.

Selain keluarga terpanggil turut hadir Ketua Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Tim Kerja Promosi Panggilan (Propang), Ketua Bidang Paguyuban dan Tata Organisasi, Ketua Lingkungan Santa Maria Plawikan serta Kelompok Doa Kompletorium. Tampak hadir Romo Robertus Hardiyanto, Pr Kepala Paroki Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun dan Sr.M Rosali, OSF.

Pertemuan keluarga terpanggil membangun sikap doa, memohon panggilan, mendoakan kesetiaan bagi yang terpanggil menjadi imam, bruder dan suster.

Dalam pertemuan, acara diawali dengan doa pembuka. Setelah itu ucapan selamat datang dari keluarga Sr. Rosali OSF yang diwakili Agustinus Mulyono. Ia mengucapkan terima kasih bagi anggota paguyuban  yang telah hadir di pendopo keluarga yang dipakai sebagai tempat kegiatan dan doa bagi umat lingkungan Maria Plawikan.

Kemudian dilanjutkan Sambutan Ratna Kabid Pewartaan dan Evangelisasi Paroki Gondangwinangun. Ratna dalam sambutan menyambut positif pertemuan Paguyuban Brayat Minulya dan berharap,  semoga
Paguyuban Brayat Minulya mulai ‘gumregah, gumreget, gumregut, gumebyar’ demi kemuliaan Tuhan di Paroki Gondangwinangun dan bersinergi dengan Tim Kerja Promosi dan Panggilan.

Sementara itu Niken Ketua Bidang Paguyuban dan Tata Organisasi menjelaskan bahwa Paguyuban Brayat Minulyo ada dalam koordinasi Wakil Ketua II DPPH dan termasuk paguyuban lainnya yang ada di paroki.

Saat pertemuan diwarnai dengan Potong Tumpeng Merayakan 40 tahun imamat Romo Robertus Hardiyanto, Pr yang diiringi menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Tumpeng yang dipotong oleh Romo Hardiyanto diserahkan kepada Sr. M Rosali yang juga berulang tahun ke 63.

Romo Robertus Hardiyanto, Pr saat memotong tumpeng Ulang Tahun Imamat Ke-40 dalam Pertemuan Paguyuban Brayat Minulya

Pesan Pastoral dari Romo Hadiyanto
Pengalaman iman saat menjadi pamong di Seminari Mertoyudan, ada calon seminaris yang tidak diterima justru sekarang menjadi imam SCJ.

Pengalaman dan kenangan dalam keluarga Rama Hardiyanto tentang doa yang dilakukan ayahnya secara berulang-ulang, terus menerus sungguh dirasakan mendukung panggilan imam Romo Hardiyanto.

“Keluarga adalah seminari pertama bagi para romo, karena dalam keluarga mulai dididik dan dilatih berbagai pengalaman dan kegiatan dalam hal iman Katolik. Pentingnya keluarga terpanggil mendoakan imam, bruder suster, agar setia dalam karya dan panggilan mereka.

Doa awam merupakan kekuatan dan bantuan rohani bagi para terpanggil. Doa menjadi kewajiban kesalehan bagi mereka yang terpanggil.

Salah satu doa yang baik adalah kontemplatorium, di sana ada sikap iman pasrah,  totalitas, setelah doa pendoa akan merasa tenang, damai menyerahkan diri secara total kepada Tuhan”, kata Romo Robertus Hardiyanto dalam sambutan.

Mendoakan orang lain
Saat sharing pengalaman, Lino Marcelina Sanjoyo Koordinator Kelompok Doa Kompletorium mengungkapkan bahwa
Kelompok doa kompletorium memiliki spirit utama mendoakan orang lain.
Mengutip bacaan hari ini dari Injil Mateus, bahwa jika ada dua atau 3 orang berkumpul Yesus ada di tengah kita. Doa dengan intensi pribadi kadang kala dirasa kurang di dengar Tuhan, maka kita bisa mendoakan orang lain.
Doa bukan hanya untuk pribadi tetapi justru untuk mendoakan orang lain. Salah satu tujuan kelompok doa ini mendoakan para saudara yang terpanggil, bahkan ada kelompok doa yang khusus mendoakan para imam.

Sharing  Suster Rosali
Perjumpaan secara pribadi dengan Yesus membuat Suster Rosali kuat dalam menjalani panggilan. Yesus selalu mendorong dari belakang, menggendong di depan dadaNya ke arah depan, yang melambangkan seseorang di Hati Yesus. Dalam kelemahan, pengalaman suka duka memanggul salib selama menjalani panggilan, suster merasa doa doa dibutuhkan. Terutama sikap pasrah secara total mengalami Tuhan hadir dalam setiap langkah panggilan.

Pertemuan dialogis, akrab dan kekeluargaan juga diwarnai perkenalan anggota Paguyuban Brayat Minulya dan pembentukan pengurus baru.

Peneguhan membangun sikap doa
Paguyuban Brayat Minulya pada pertemuan saling meneguhkan untuk senantiasa membangun sikap doa. Doa yang dibangun doa mohon tumbuhnya panggilan dari umat di paroki dan doa kesetiaan panggilan bagi anggota keluarga terpanggil.

Hal yang sudah berjalan kebiasaan doa di paroki, yaitu pada setiap Sabtu panggilan (Sabtu Imam) keluarga mendoakan anggota keluarga yang terpanggil.

Sementara itu hal yang akan dilakukan pengurus baru akan membarui data anggota dan mengajak setiap orang yang berkehendak baik untuk mendoakan para saudara yang terpanggil.

Pertemuan diakhiri dengan doa penutup dan pemberian berkat oleh Romo Robertus Hardiyanto, Pr.

“Semoga Tuhan senantiasa menaburkan benih panggilan, umat-Nya dengan keterbukaan hati menanggapi panggilan dan yang telah terpanggil setia dalam panggilan-Nya”. (*)

Paguyuban Brayat Minulya berfoto bersama saat mengadakan kegiatan ziarah dan anjangsana (Foto Dokumen Paguyuban Brayat Minulya).

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Comments (0)
Add Comment