KATOLIKANA.COM, JAKARTA – Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) secara resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ISKA Tahun 2026 pada tanggal 11–13 September 2026 bertempat di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur.
Forum tertinggi organisasi tingkat nasional ini mengusung tema “Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan dalam Semangat Pelayanan dan Kebangsaan”. Sub tema “ Penguatan Peran ISKA Sebagai Kekuatan Intelektual yang Berakar pada Budaya Lokal, Berlandaskan Nilai Iman Kekatolikan, Berkomitmen Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan”.
Pemilihan Balikpapan dan Kalimantan Timur sebagai lokasi pelaksanaan Munas memuat pesan strategis, mengingat wilayah ini merupakan gerbang utama serta pilar penting dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Momentum pelaksanaan Munas ini diharapkan menjadi sarana konsolidasi gagasan dan komitmen intelektual kaum sarjana Katolik dalam mengawal arah pembangunan nasional.
Ketua Presidium Pusat ISKA, Ir. Luky A. Yusgiantoro, M.Sc., M.Spec., Ph.D., IPU , menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Munas ISKA 2026 telah dirancang dengan matang. Ia berharap forum nasional ini dapat berlangsung secara lancar, tertib, serta menghasilkan terobosan gagasan yang substantif bagi bangsa dan Gereja.
“Kami berharap pelaksanaan Musyawarah Nasional ISKA 2026 di Balikpapan ini berjalan baik, lancar, dan sukses. Lebih dari sekadar agenda kepengurusan dan organisasi, Munas ini merupakan perwujudan konkret dari semboyan ISKA, yaitu Pro Ecclesia et Patria, Pro Bono Publico Untuk Gereja dan Tanah Air, demi Kesejahteraan Umum,” ujar Luky A. Yusgiantoro.
Pelaksanaan Munas ISKA 2026 di Kalimantan Timur berfokus pada beberapa isu strategis kebangsaan dan keumatan, antara lain: Pertama, penguatan peran intelektual dan kebangsaan. Melalui tema keadilan dan kesejahteraan, ISKA mendorong para cendekiawan dan kaum profesional Katolik untuk aktif menghadirkan solusi atas tantangan sosial-ekonomi masyarakat.
Kedua, pengawalan transformasi pembangunan dan IKN. Hadir di Kalimantan Timur, ISKA berkomitmen untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang kritis dan konstruktif terhadap pembangunan keberlanjutan serta kemajuan masyarakat daerah maupun nasional.
Ketiga, sinergi dan pelayanan multisektoral. Munas ini menjadi wadah konsolidasi antar-pengurus daerah dan cabang di seluruh Indonesia guna mengokohkan jejaring pelayanan, sejalan dengan arahan serta arahan moral dari Hierarki Gereja Katolik (KWI).
Selain membahas isu-isu kebangsaan, Munas ISKA 2026 agenda utamanya meliputi penetapan Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK) organisasi untuk periode mendatang, perumusan rekomendasi kebijakan publik, serta perumusan langkah konkrit keterlibatan sarjana dalam berbagai bidang profesional, akademis, maupun birokrasi. Forum ini juga menjadi wahana regenerasi kepemimpinan untuk memastikan keberlanjutan estafet perjuangan organisasi.
Luky Yusgiantoro menambahkan bahwa dinamika zaman yang terus berkembang menuntut sarjana Katolik untuk tidak hanya berwacana, tetapi juga terjun langsung membawa dampak nyata.
“Keadilan dan kesejahteraan bukanlah hal yang abstrak. Keduanya harus diwujudkan melalui kerja keras, integritas, dan semangat pelayanan di mana pun sarjana Katolik berkarya. Melalui Munas 2026 di Balikpapan ini, kami mempertegas komitmen hadir bagi kebaikan masyarakat luas tanpa membeda-bedakan,” tegas Luky.
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) adalah organisasi kemasyarakatan berbasis intelektual Katolik yang wadahnya tersebar di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berlandaskan iman Katolik dan kebangsaan Pancasila, ISKA berkomitmen aktif dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, toleran, dan bermartabat melalui pengabdian sarjana dan profesional. (daris)
Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.