Surakarta, Katolikana.com – Mosaik iman penggambaran kehidupan rohani Kevikepan Surakarta yang berusia 60 tahun. Hari Minggu (6/9/2026), pukul 08.00 WIB pada Minggu Biasa ke XXIII Gereja Katolik di Indonesia merayakan pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 dan Hari Keutuhan Ciptaan se Dunia dan Indonesia, yang diperingati setiap 1 September dirayakan Minggu 6 September 2026.
Hari Minggu juga dipilih sebagai hari ungkapan syukur Kevikepan Surakarta Rayon Kota Solo merayakan HUT Kevikepan Surakarta Ke-60 dengan tema :”Nyawiji, Mawutuh, Andum Berkah”. “Menyatu sebagai satu keluarga, saling melengkapi dalam keberagaman dan bersama-sama menjadi saluran berkat bagi sesama dan alam ciptaan.”
Perayaan Ekaristi dipersembahkan secara konselebrasi dengan selebran utama Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr Vikep Kevikepan Surakarta didampingi Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF., Romo Walterus Teguh Santosa, SJ., dan Romo FX Endro Wijayanto, Pr. Didukung paduan suara SMA Regina Pacis Surakarta dan Petugas Tata Tertib Lingkungan Nikolas Pajang Selatan.
Perayaan Ekaristi diikuti para romo, bruder, suster, Bapak ibu Pengurus PGPM, DPPH paroki-paroki se Rayon Kota Solo, para pengurus Komisi PSE, APP, para pengurus Kelompok Kategorial, panitia HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta di Rayon Kota Solo dan umat.
Mosaik iman Kevikepan Surakarta
Kevikepan Surakarta didirikan pada 7 Oktober 1966 oleh Kardinal Yustinus Darmojuwono sebagai hasil pemekaran wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS).
Dibentuk bersama Kevikepan Kedu dan DIY untuk mengatasi luasnya wilayah keuskupan serta mendekatkan pelayanan pastor kepada umat. Kevikepan ini berpusat di Gereja Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan Surakarta.
Mosaik iman Kevikepan Surakarta, ditandai dengan pertumbuhan umat. Jumlah umat Katolik di Kevikepan Surakarta tercatat lebih dari 93.866 jiwa tersebar di 29 paroki dan satu stasi yang terbagi dalam lima rayon pelayanan.
“Selama enam puluh tahun bukan waktu yang singkat. Selama enam dekade Kevikepan Surakarta menjadi rumah bersama tempat benih iman ditaburkan, harapan dipelihara, dan kasih Kristus diwujudkan dalam berbagai pelayanan. Syukur atas setiap langkah, para gembala dan umat yang berjalan bersama di Rayon Kota Kevikepan Surakarta.
Syukur atas pertumbuhan Kevikepan Surakarta yang menjadi mosaik yang indah wajah Kevikepan Surakarta karena perjalanan iman bersama hingga saat ini”, kata Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF Ketua Rayon Kota Surakarta saat Misa HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, Minggu (6/9/2026).
Mosaik iman menggambarkan kehidupan rohani yang terbentuk dari berbagai pengalaman hidup, pergumulan, dan tindakan pastoral serta sosial yang saling melengkapi.
Iman dan pengabdian kepada Tuhan dijalani secara berjenjang dan berkelanjutan. Melalui hari ke hari, lewat suka dan duka, keragaman pengalaman, setiap doa yang dijawab, ujian hidup, keraguan yang diatasi, dan pelayanan kecil membentuk kedewasaan rohani hingga usia 60 tahun.
Walaupun ada masa-masa sulit semuanya tetap dipakai untuk membentuk gambaran hidup yang bermakna di hadapan Tuhan.
Percaya pada Tuhan, hidup sesuai dengan kehendak Allah dan senantiasa mencerminkan kasih-Nya kepada dunia inilah jalan yang hendak ditempuh.
Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr Vikep Kevikepan Surakarta dalam homili mengajak umat untuk mewujudkan sebagai saudara mau mengingatkan dan saling mengoreksi satu dengan yang lain, membantu, mengingatkan hidup yang baik seturut kehendak Tuhan.
Mosaik Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN)
Dalam Perayaan Ekaristi berkaitan dengan Bulan Kitab Suci Nasional dilakukan pemberkatan Kitab Suci. Ungkapan doa:”Semoga Kitab Suci memberi terang dalam hidup, memberi kekuatan dalam menghadapi kesulitan, dan sumber kebijaksanaan dalam mengambil keputusan”.
Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 menggambarkan Yesus sebagai Guru yang penuh kuasa berdasarkan Injil Matius. Kursi yang diduduki Yesus melambangkan otoritas pengajaran Musa, yang menegaskan Yesus sebagai Musa yang baru dan lebih agung karena mengajar dengan kuasa Allah sendiri. Manusia bersayap di bawah kaki Yesus merupakan simbol khas dari penulis Injil Matius yang menegaskan Yesus sebagai Anak Manusia dan Imanuel (Allah beserta kita yang hadir di tengah umat).
Mosaik Keutuhan Ciptaan dan merawat bumi
Rangkaian HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta diwarnai dengan “mosaik” Keutuhan Ciptaan yang ditandai dengan pelepasan 240 burung pipit oleh empat Imam yang memimpin Misa. Burung pipit yang kecil meneguhkan akan kebesaran dan keagungan Tuhan Sang Pencipta dan Pemelihara Ciptaan.
Selanjutnya lomba memanfaatkan barang bekas untuk semakin bermanfaat serta mengurangi limbah sampah. Selain itu juga diadakan lomba membuat komposter kategori orang muda dan pasutri.
Lebih dari itu Kevikepan Surakarta yang menjadi rumah bersama, memberikan ruang dan waktu bagi bertumbuhnya kreasi seni bagi anak-anak, remaja dan OMK.
Tampilan flash mop 28 anak-anak, pementasan kreasi seni mulai dari pementasan tari, wushu, gerak dan lagu, musik angklung, visualisasi dolanan anak, solo vocal dan isian lain memeriahkan pentas seni yang menjadi ekspresi mensyukuri cipta, karsa dan karya anugerah Tuhan.
Kreasi boga, yang menjadi pengembangan PSE dalam “kepiawaian” memasak menyajikan aneka masakan dan minuman dalam UMKM meneguhkan semangat menumbuhkan Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.
Mosaik pelayanan kesehatan Gereja
Mosaik pelayanan kesehatan yang hadir dalam perayaan HUT Ke-60 Kevikepan Surakarta, meneguhkan tindakan kasih yang menyatukan berbagai elemen (nyawiji) dalam merefleksikan dan mewujudkan misi penyembuhan Yesus Kristus. Saat gelaran perayaan, layanan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi kesehatan pada para dokter, pemeriksaan gigi bagi anak-anak yang memberikan “efek keberanian bagi anak-anak untuk pemeriksaan gigi dan bergembira karena mendapatkan gantungan kunci, konsultasi psikologi pada psikiater mendapatkan tanggapan antusiasme dari umat.
Kehadiran psikiater dan lebih dari 12 orang dokter, para perawat dan laboran menjadi “mosaik dalam mewujudkan “semangat andum berkah”. Para dokter, perawat dan laboran dari berbagai rumah sakit di Solo diantaranya dari RS Brayat Minulya, RS Kasih Ibu, RS Panti Waluya, RS Dokter Oen, RS Indriyati dan dari rumah sakit lainnya “nyawiji” sebagai umat Kevikepan Surakarta.
Saat ini pelayanan kesehatan bagi umat di paroki-paroki tumbuh dan berkembang. Keberadaan Timpel Kesehatan Paroki yang bersinergi dengan Kevikepan Surakarta, rumah sakit dalam memberikan layanan medis dan edukasi kesehatan banyak dilakukan. Ada pula paroki yang menyediakan alat-alat kesehatan seperti kursi roda, bed bagi pasien menjadi bentuk layanan kesehatan.
Di tingkat (Karesidenan) Surakarta juga terbentuk komunitas dokter-dokter Katolik yang memiliki kegiatan diantaranya bakti sosial bersama, merayakan Perayaan Ekaristi pada waktu tertentu (pada hari Sabtu minggu ke-3) menjadi mosaik tersendiri dalam karya pelayanan kesehatan Gereja. (*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta