Surakarta, Katolikana.com – Chery, siswi Kelas 7 C, SMP Marsudirini Santa Theresia Surakarta pada saat Edukasi Kesehatan yang diselenggarakan RS Brayat Minulya Surakarta, Kamis (16/7/2026) mengajukan pertanyaan pada dr. Elisabeth Yuaninda Usmani. Pertanyaannya demikian :” Rokok herbal yang digunakan untuk pengobatan apakah benar-benar bisa menyembuhkan?”
Dokter Elisabeth Yuaninda Usmani, memberi jawaban bahwa saat ini banyak orang yang diterapi menggunakan rokok herbal.
Sebenarnya masih terdapat pro dan kontra terhadap terapi rokok ini. Tetapi dari jurnal-jurnal medis belum ada yang mengungkapkan terapi rokok herbal bisa menyembuhkan.
“Memang ada orang yang sembuh menggunakan rokok herbal, tetapi tidak sedikit orang yang mengalami sakit lebih parah.
Saya sebagai dokterpun, di dunia medis, seringkali menemui orang-orang yang setelah terapi merokok justru kondisinya semakin lemah.
Memang ini masih menjadi perdebatan, namun sebagai tenaga medis saya tidak menyarankan untuk terapi rokok karena belum terbukti evidence atau sisi medisnya belum akurat.
Jika masih ada terapi lain sebaiknya terapi menggunakan rokok herbal tidak dilakukan”, kata dr. Elisabeth Yuaninda Usmani.
Dialog antara siswa-siswi dengan dokter tersebut terjadi di ruang aula SMP Marsudirini Surakarta dalam Edukasi Kesehatan dengan tema : “Dibalik Asap dan Uap”
Masih banyak hal yang ditanyakan para siswa-siswi termasuk diantaranya:
Rokok herbal digunakan untuk terapi apakah memiliki kandungan yang sama dengan rokok biasa?
Setiap barang biasanya diciptakan karena bermanfaat, mengapa rokok diciptakan padahal itu berbahaya bagi kesehatan?
Apabila menghisap rokok sekali apakah ada residu di paru-paru?
Pemaparan materi pencegahan dan bahaya penggunaan rokok serta Vape diawali oleh dr. Elisabeth Yuaninda Usmani dengan memaparkan banyaknya korban sedikitnya 8 juta nyawa melayang setiap tahun karena tembakau.
Bahaya rokok dan vape akan menimbulkan dampak kesehatan diantanya : paru-paru tersumbat, jantung dipaksa overdrive, korsleting di motherbood utama.
Realita eksterior, etetika yang hancur :
Akibat merokok dan menggunakan vape menyebabkan : Gigi menguning, holitozis ekstrim, radang gusi dan mulut.
Korban yang ada di sekitarnya
Akibat menggunakan rokok dan vape menyakiti orang yang ada disekitarnya seperti infeksi saluran napas kronis, asma mendadak, penyakit jantung, kanker dan paru.
zat adiktif
Jangan jadi korban industri
Dokter Elisabeth berpesan pada para siswa agar tidak menjadi korban ekspresi industri dengan membeli dan menggunakan rokok dan vape.
Rokok dan vape adalah produk adiktif beracun yang dirancang meretas tubuh dan menyedot uang seumur hidup.
Kendalikan masa depan
“Cara paling efektif untuk melindungui paru-paru dan jantung serta otak adalah dengan tidak menggunakan rokok dan vape” ajak dr. Elisabeth Yuaninda Usmani. (*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta