2 Timotius 3:10-17
Katolikana.com – Kitab Suci memegang peranan penting dalam kehidupan orang Kristen. Di satu sisi Kitab Suci berisi kesaksian iman, di sisi lain membentuk dan menguatkan iman. Bacaan pertama hari ini mengajar kita tentang Kitab Suci.
Berpegang teguh pada Firman
Santo Paulus, dalam 2 Timotius 3:10-17, menegaskan pentingnya berpegang teguh pada firman Tuhan di tengah dunia yang makin jahat dan menyesatkan. Ia mengingatkan Timotius yang telah mengikuti ajaran, cara hidup, dan kesabaran Paulus dalam penganiayaan. “Setiap orang yang mau hidup saleh dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Timotius 3:12). Artinya, mesti siap menjadi martir.
Sebelumnya, dalam ayat 1-9, Paulus menggambarkan manusia yang mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, sombong,, pemfitnah, dan menolak kebenaran. Orang Kristen mesti waspada terhadap pengaruh budaya yang mementingkan diri dan hedonisme, serta tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran palsu yang populer di media sosial.
Berguna untuk mengajar
Ayat 16-17 menegaskan bahwa seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, serta mendidik orang dalam kebenaran. Tujuannya: menjadikan umat Allah sempurna dan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Orang Kristen perlu kembali menjadikan Alkitab sebagai otoritas utama, bukan sekadar buku inspiratif. Di tengah relativisme kebenaran, firman Tuhan memberi standar moral yang kokoh.
Selain itu, keselamatan oleh iman dalam Kristus (ayat 15) ditekankan sebagai fondasi. Banyak orang zaman ini mengandalkan usaha atau spiritualitas tanpa Kristus. Pesannya, agar kita tetap setia pada Injil yang membawa hikmat sejati.
Singkatnya, 2 Timotius 3:10-17 mengajak orang Kristen masa kini untuk: (1) memiliki teladan iman yang otentik, (2) tidak takut menderita karena kebenaran, (3) mengutamakan Alkitab sebagai pedoman hidup, dan (4) terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus demi keselamatan dan pelayanan.
Dijunjung tinggi
Empat hal itu mengingatkan bahwa Kitab Suci mesti dibaca, dipahami, dan dihayati sebagai Firman Allah yang dijunjung tinggi. Tidak boleh disalahgunakan untuk mempertahankan pendapat sendiri; apalagi memperlakukannya sebagai komoditas untuk mencari keuntungan ekonomi.
Lebih dari itu, orang Kristen dituntut mewujudkan ajaran Kitab Suci dalam hidup sehari-hari hingga masyarakat dunia mengalami pesan-pesannya yang sungguh menyelamatkan dan berarti. Itulah pentingnya memahami dan menghayati Kitab Suci. Apakah kita sudah melaksanakan keduanya?
Jumat, 5 Juni 2026
Peringatan Santo Bonifacius, Uskup dan Martir
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.