Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria

Lukas 2:41-51

Katolikana.com – Kita tidak pernah memisahkan Yesus dari Maria, dan Maria dari Yesus. Kita pun tak dapat memisahkan Hati Kudus Yesus dari Hati Tak Bernoda Maria.

Kemarin kita merayakan Hati Kudus Yesus, hari ini kita merayakan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria. Kedua hati itu dipenuhi semangat cinta dan pelayanan.

Spiritualitas yang serupa
Yesus datang ke dunia untuk melakukan kehendak Bapa-Nya. Santa Perawan Maria menyatakan dirinya sebagai hamba Tuhan dan siap melakukan kehendak Allah. Di sini kita melihat spiritualitas yang serupa dalam diri Yesus dan ibunda-Nya.

Apa yang bisa kita renungkan dari peringatan ini? Yang terpenting adalah merenungkan Hati Tak Bernoda Maria.

Tempat merenungkan Sabda
Hatinya adalah tempat di mana ia merenungkan sabda Allah. Injil hari ini mewartakan hal itu. “Ibunda-Nya menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya” (Lukas 2:51). Betapa sulit menyimpan dan merenungkan kehendak Tuhan di dalam hati.

Di era internet dan media sosial, meneladan Santa Maria itu sungguh tidak gampang. Hati kita telah terkontaminasi oleh begitu banyak pesan yang datang bertubi-tubi tanpa sempat kita mengerti dan resapi. Kita tidak punya waktu untuk berhenti sejenak dan meluangkan waktu mendengarkan sabda dan hikmat Allah dalam hati.

Tantangan saat ini
Faktor eksternal itu begitu kuat menarik kita keluar dari kehidupan batin, sehingga kita merasa tak berdaya. Ini tantangan nyata untuk bisa masuk ke dalam hati dan mendengarkan sabda Allah secara mendalam. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Tirulah dia
Santo Laurensius Justinianus, Patriark Venesia pertama memberikan nasihat yang baik. Terkait hati Maria yang tidak bernoda dia menulis, “Tiruilah dia, hai jiwa yang beriman. Masuklah ke dalam bait hatimu, supaya engkau disucikan dalam roh dan dibersihkan dari noda dosamu. Dalam segala hal yang kita lakukan, Allah lebih melihat niat kita daripada tindakan kita.

Maka, baiklah kita menyatukan diri secara batin dengan Allah dalam kontemplasi yang sungguh-sungguh dan beristirahat, serta berusaha melayani sesama dengan karya baik dan usaha yang luhur, hendaknya tujuan kita semata-mata karena kasih akan Kristus.

Jadi, persembahan penyucian roh yang sungguh berkenan adalah yang dipersembahkan bukan di bait buatan tangan manusia, melainkan di dalam hati, tempat Tuhan Yesus berkenan masuk.”

Jika kita memahami apa yang baru saja kita baca, itu amat baik. Ketika kita melakukan apa yang kita baca di atas, itu sempurna.

Pertanyaannya: apakah kita sudah mendengar sabda Allah, merenungkannya di dalam hati, dan siap melakukan kehendak-Nya seperti Santa Maria yang hatinya tidak bernoda?

Sabtu, 13 Juni 2026
Peringatan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.

Hati tak bernoda Santa Perawan MariaRenungan
Comments (0)
Add Comment