Katolikana.com – Hari ini Gereja merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis, seorang tokoh yang istimewa dalam sejarah keselamatan.
Perayaannya mengingatkan akan sebuah kebenaran mendasar bahwa setiap manusia dilahirkan dengan suatu maksud ilahi. Yohanes hadir bukan secara kebetulan, melainkan sebagai bagian dari rencana agung Allah bagi umat manusia.
Bacaan pertama dari kitab Yesaya menggambarkan seorang hamba yang diutus menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Suara yang berseru-seru
Gambaran ini menjadi nyata dalam diri Yohanes Pembaptis. Seperti Yesaya, Yohanes diutus untuk menjadi saksi terang, mempersiapkan hati manusia menyambut kedatangan Sang Juruselamat.
Ia adalah suara yang berseru di padang gurun, menyerukan pertobatan.
Mempersiapkan jalan bagi Tuhan
Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus menegaskan bahwa Yohanes diutus untuk membuka jalan bagi Yesus. Misi ini begitu jelas dan terarah. Yohanes tidak hidup untuk dirinya sendiri, melainkan untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
Keseluruhan hidupnya adalah pengabdian total pada panggilan ilahi yang diterimanya.
Kelahiran Yohanes
Injil Lukas mencatat peristiwa kelahiran Yohanes dengan sangat rinci. Pemberian nama Yohanes yang berarti “Allah murah hati” terjadi di luar kebiasaan keluarga.
Sanak saudara ingin menamainya Zakharia, mengikuti nama ayahnya, tetapi Elisabet dan Zakharia dengan tegas memilih nama Yohanes.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa nama yang diberikan bukan sekadar identitas, melainkan mengandung misi dan makna profetis.
Yang menarik, Zakharia baru dapat berbicara lagi setelah ia menuliskan nama Yohanes. Hal ini mengisyaratkan bahwa pengakuan akan kehendak Allah membawa pemulihan dan terobosan.
Nama Yohanes menjadi pernyataan iman bahwa Allah sedang berkarya secara ajaib dalam hidup mereka.
Dari peristiwa ini kita belajar bahwa orang tua kita memberi nama, tetapi Tuhanlah yang meletakkan misi hidup dalam diri kita.
Nama menjadi pengingat akan panggilan ilahi yang menyertai perjalanan hidup. Setiap orang memiliki tugas dan peran unik yang telah dirancang Allah sejak semula.
Karena itu tidak boleh menganggap remeh nama seseorang. Di balik setiap nama tersimpan misteri dan misi yang mungkin hanya sebagian kecil bisa dipahami.
Nama adalah doa dan harapan, sekaligus pengingat akan rencana Allah yang sempurna.
Mengemban misi
Hari ini kita diajak untuk selalu bertanya dan merefleksi tentang misi apa yang Tuhan kehendaki atas diri kita. Kiranya semangat Yohanes Pembaptis menginspirasi kita untuk setia pada panggilan ilahi dan menjadi terang bagi sesama dalam kesederhanaan serta keberanian.
Tuhan telah memberi kita nama dan misi. Kita mesti mengenali dan menghidupinya.
Rabu, 24 Juni 2026
Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.