Katolikana.com – Bacaan Injil Matius 8:5-17 menyajikan perjumpaan luar biasa antara Yesus dan seorang perwira Romawi yang memiliki otoritas duniawi yang kuat.
Kisah ini adalah pelajaran mendalam tentang iman dan ketaatan.
Kepercayaan yang melampaui batas
Kisah ini mengubah cara pandang memahami tentang siapa yang termasuk dalam kerajaan Allah dan menyoroti kepercayaan yang melampaui batas-batas budaya dan agama.
Perwira itu datang kepada Yesus, memohon untuk hambanya yang lumpuh parah.
Langkah awalnya sangat berarti; ia tidak menuntut mukjizat atau mempertanyakan kuasa Yesus. Sebaliknya, ia dengan rendah hati menyampaikan kebutuhannya, mengakui Yesus sebagai satu-satunya yang dapat menolong.
Yesus segera menawarkan diri untuk pergi ke rumah perwira itu, sebuah tindakan belas kasihan yang luar biasa. Namun, perwira itu menjawab dengan pernyataan iman yang mendalam.
Kerendahan hati
Ia menyatakan dirinya tidak layak menerima Yesus di bawah atapnya, sebuah pengakuan kerendahan hati yang menakjubkan dari seorang pria berpangkat tinggi.
Ia lalu menjelaskan pemahamannya tentang otoritas: “Sebab aku sendiri adalah seorang di bawah otoritas, dan ada prajurit-prajurit di bawahku.”
Ia tahu bahwa perintahnya dilaksanakan karena ia tunduk pada kuasa yang lebih tinggi.
Dengan menerapkan logika ini kepada Yesus, ia mengungkapkan keyakinan inti: Yesus bertindak di bawah otoritas Allah, dan karena itu, firman-Nya saja cukup untuk menyembuhkan.
Dengan mengatakan ini, perwira itu tidak hanya memahami otoritas; ia menempatkan dirinya di bawah otoritas Yesus.
Penyembuhan jarak jauh
Ia percaya sepenuhnya pada kuasa Yesus untuk menyembuhkan dari jarak jauh. Di sana tampak inti dari ketaatan yang bukan persetujuan pasif, tetapi penyerahan diri yang aktif dan penuh keyakinan kepada firman Yesus.
Takjub akan hal ini, Yesus menyatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada siapapun di Israel.”
Kepercayaan prajurit kafir ini melampaui umat pilihan Allah.
Yesus lalu mengucapkan sabda kesembuhan: “Pergilah, jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Hamba itu sembuh pada saat itu juga.
Pasal ini diakhiri dengan Yesus menyembuhkan banyak orang lain, menggenapi nubuat Yesaya. Ini menegaskan bahwa kuasa Yesus bersifat universal.
Iman perwira itu adalah kuncinya, dan itu menjadi contoh yang kuat tentang bagaimana kepercayaan kita pada firman Yesus membuka kuasa penyembuhan dan keselamatan-Nya dalam hidup kita.
Iman sejati ketaatan aktif
Kita dipanggil untuk mengikuti teladan perwira itu. Iman sejati adalah ketaatan aktif yang percaya pada otoritas Yesus.
Sama seperti perwira itu menerima firman Yesus, kita juga perlu menaati apa yang Yesus katakan kepada kita. Dengan melakukan itu, kita menempatkan diri kita di bawah perintah-Nya, dan penyembuhan, damai sejahtera, serta misi-Nya menjadi nyata dalam hidup kita.
Sabtu, 27 Juni 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.