Surakarta, Katolikana.com – Solo Batik Carnival ke-17 diberangkatkan dari Stage Sriwedari oleh Wali kota Solo Respati Ardi pada Sabtu (11/7/2026) pukul 16.00 WIB di Stage Jalan Bhayangkara Sriwedari Surakarta melalui rute start di Main Stage Jalan Bhayangkara, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jendral Sudirman dan Finish Halaman Taman Tawang Praja, Balai Kota Surakarta.
Kota Solo menggelar Solo Batik Carnival ke- 17: P17OELAS, yang memiliki makna : “Pitulungan dan Welas”.
Makna ini mengandung pemahaman : semangat kebersamaan, kepedulian dan kasih sayang yang menjadi inspirasi dalam perhelatan budaya tahun 2026.
Kekayaan budaya Nusantara
Mengutip Instagram solobatikcarnival_official perhelatan budaya yang menghadirkan karya-karya terbaik desainer dan performer dalam balutan batik serta kekayaan budaya Nusantara.
Semangat yang dihidupi Solo Batik Carnival ke-17, membawa kebanggaan tradisi yang tak lekang oleh waktu. Tujuan penyelenggaraan wujud penghormatan luhur terhadap warisan leluhur yang terus berdenyut, bergerak, bertransformasi dalam arus zaman.
Ungkapan syukur melalui corak batik dan makna terkandung yang diekspresikan melalui seni dan inspirasi menangkap budaya hidup yang dinamis menjadi manifestasi dan kebanggaan sebagai identitas bangsa Indonesia.
Solo Batik Carnival tahun ini salah satu diantara keanggunan budaya batik menghadirkan : “Special appearance” atau penampilan spesial peran singkat Roselina Risang Sekar Limbangsari Miss Supraglobal 2026.
Roselina Risang Sekar Limbangsari memperoleh mahkota juara Miss Supraglobal 2026 pada perhelatan yang digelar di New Delhi, India pada 29 Januari 2026 lalu.
Miss Supraglobal 2026 diikuti oleh perwakilan dari 23 negara yang berkompetisi pada malam grand final.
Mengangkat warisan budaya
Pemerintah Kota Surakarta bersama seniman lokal memprakarsai
Solo Batik Carnival (SBC) pertama kali pada 13 April 2008.
Awalnya acara ini digelar untuk mengangkat warisan budaya batik dari pakaian formal menjadi busana karnaval modern berskala internasional.
Festival ini menjadi ikon tahunan Kota Solo menyusuri Jalan Slamet Riyadi, dari kawasan Purwosari hingga berakhir di Balai Kota Solo.
Ide dasar Solo Batik Carnival adalah memberikan wadah bagi kreativitas anak muda dan seniman dalam mengekspresikan motif tradisional batik seperti Parang dan Sidomukti ke dalam bentuk kostum karnaval yang megah.Sejak saat itu, SBC konsisten diselenggarakan setiap tahunnya dengan mengusung tema-tema kebudayaan yang berbeda. (*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta