Surakarta, Katolikana.com – Lingkungan atau dahulu disebut kring adalah satuan komunitas basis terkecil dalam struktur Gereja Katolik yang berfungsi sebagai paguyuban iman, persaudaraan, dan pelayanan pastoral.
Kring berasal dari bahasa Belanda yang berarti lingkaran atau kelompok terdekat tempat umat saling berkumpul (Lingkungan).
Karakteristik lingkungan bertujuan menjadi tempat umat saling mengenal, memelihara kebiasaan hidup jemaat perdana, dan saling menguatkan. Lingkungan menjadi perpanjangan tangan paroki dalam menjangkau kebutuhan rohani dan sosial umat secara langsung di wilayahnya.
Bentuk kegiatan utama doa bersama lingkungan, pendalaman iman dan aksi sosial paguyuban.
Lingkungan juga melakukam koordinasi gerejawi: mengurus pendataan umat, persiapan liturgi tingkat lingkungan dan wilayah, hingga penyampaian informasi penting dari dewan paroki.
Cermin kecil, lingkungan bertumbuh
Menghayati keberadaan lingkungan, sebagai cermin kecil, upaya mewujudkan tujuan paguyuban lingkungan di Lingkungan Santo Markus Wilayah Santo Andreas Songgolangit Wilayah Santo Andreas Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, bertumbuh membangun paguyuban.
Kegiatan liturgi, koordinasi gerejawi dengan paroki dilakukan dalam tugas-tugas terjadwal paroki. Aksi sosial dilakukan dalam wujud pembagian nasi bungkus, kunjungan pada umat yang sakit, sosial kesehatan, perawatan rumah dan lainnya.
Di tingkat basis lingkungan kegiatan pendampingan katekese Sakramen Inisiasi di lakukan.
Kegiatan doa bersama lansia dan doa mohon rahmat kesembuhan bagi umat yang sakit dilakukan setiap hari Kamis (dulu hari Rabu). Kelompok doa ini secara bergiliran mengadakan kegiatan doa dan permenungan sabda.
Emaus Journey
Telah berjalan satu bulan, Kerasulan Kitab Suci melalui Emaus Journey secara offline juga terbentuk. Kelompok ini beranggotakan 10 orang dengan pendamping dari paroki mengadakan kegiatan setiap hari Senin. (Ada juga umat yang mengikuti Emaus Journey secara online).
Emmaus Journey adalah program kerasulan dan spiritualitas Kitab Suci bagi umat Katolik untuk merenungkan Sabda Tuhan, membangun kebiasaan berdoa, dan menulis jurnal harian. Program ini terinspirasi dari kisah dua murid yang berjalan ke Emaus bersama Yesus (Lukas 24:13-34).
Kegiatan utama membaca Kitab Suci, Membiasakan diri membaca dan mendalami ayat-ayat Alkitab secara rutin.
Selain itu dilakukan diskusi kelompok kecil, membagikan hasil perenungan iman bersama sesama peserta (Emmauser).
Peserta juga menulis Jurnal Rohani, mencatat dialog pribadi dan refleksi harian bersama Tuhan.
Tujuan program Emaus Journey mengenal Tuhan, menjalin hubungan yang lebih akrab dan pribadi dengan Allah.
Harapannya meneguhkan penerapan hidup, mempraktikkan ajaran kasih dan kehendak Tuhan dalam keseharian. Juga menumbuhkan semangat melayani dengan menyadari karunia rohani masing-masing.
Semoga catatan ini menjadi peneguh berjalan bersama dalam menumbuhkan persaudaraan dan penghayatan iman umat Gereja di lingkungan basis. (*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta