Ogan Komering Ulu, Katolikana.com — Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, resmi menahbiskan lima orang imam (romo) diosesan baru di Gedung Serba Guna (GSG) Stasi Keluarga Kudus Tegal Arum, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, pada Selasa (4/8/2026).
Pentahbisan lima imam diosesan itu meneguhkan komitmen Keuskupan Agung Palembang (KAPal) dalam mengembangkan pelayanannya bagi masyarakat, khususnya umat Katolik di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Acara penahbisan berlangsung khidmat dengan dihadiri puluhan romo konselebran serta ratusan umat Katolik yang datang dari berbagai pelosok Sumatra.
Kelima imam baru Keuskupan Agung Palembang tersebut adalah:
- Romo Yohanes Gusti Randa (Asal Jambi)
- Romo Markus Trio Agusta (Asal Batuputih, Sumsel)
- Romo Viktorinus Sidik Budianto (Asal Tegal Arum, Sumsel)
- Romo Bednadetus Apriliyanto (Asal Tugumulyo, Sumsel)
- Romo Sebastianus Wahyudi (Asal Lampung)
Dalam khotbahnya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menekankan pentingnya peran imam sebagai pelayan masyarakat dan pengayom kerohanian di tengah dinamika daerah.
“Imam dipanggil untuk menjadi tanda, sarana, dan berkat Allah bagi sesama. Seluruh pemberian diri seorang imam diwujudkan melalui kesederhanaan hidup, ketaatan, dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat luas,” ujar Mgr. Harun.
Mewakili para imam yang baru ditahbiskan, Romo Markus Trio Agusta seorang putra daerah berdarah Melayu Ogan menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh pihak hingga mereka dapat menyelesaikan masa pendidikan yang panjang.
“Kami menyadari segala kelemahan dan keterbatasan kami. Namun kami berkomitmen untuk menjadi gembala yang dekat dengan masyarakat, rendah hati, serta membawa kasih dan harapan di tempat tugas kami masing-masing,” ungkap Romo Trio.
Sebaran Tugas Pelayanan di Wilayah Sumatra
Usai upacara penahbisan, pimpinan Keuskupan Agung Palembang mengumumkan penempatan tugas pelayanan (tugas perutusan) bagi kelima romo baru yang tersebar di wilayah Sumatra Selatan dan Jambi:
- Yohanes Gusti Randa, Pr: Pastor Rekan Paroki Penyelenggaraan Ilahi, Lubuk Linggau.
- Bednadetus Apriliyanto, Pr: Pastor Rekan Paroki St. Paulus Plaju & Tim KOMSOS KAPal.
- Viktorinus Sidik Budianto, Pr: Pastor Rekan Paroki St. Yosef Pekerja, Tanjung Enim.
- Sebastianus Wahyudi, Pr: Pengelola Unit Keuangan Keuskupan di Tebo, Jambi.
- Markus Trio Agusta, Pr: Pastor Rekan Paroki St. Lidwina Simpang Rambutan, Jambi.
Profil Singkat Lima Imam Baru
- Yohanes Gusti Randa, Pr
- Asal: Paroki St. Maria Ratu Rosario Payo Selincah, Jambi.
- Refleksi: Mengubah kenakalan masa remaja menjadi cinta pada Kitab Suci berkat bimbingan seorang biarawati. Diteguhkan lewat wafatnya sang ayah beberapa hari jelang tahbisan diakonat.
- Motto: “Aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan yang telah dipercayakan-Nya kepadaku” (2 Tim. 1:12).
- Sebastianus Wahyudi, Pr
- Asal: Paroki Katedral Kristus Raja Tanjung Karang, Lampung.
- Refleksi: Dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang bekerja keras sebagai ART. Mengenal Katolik lewat keluarga angkat hingga dibaptis pada 2006, disusul pembaptisan ibu kandungnya pada Paskah 2023.
- Motto: “Berbicaralah Tuhan, sebab hamba-Mu mendengar” (1 Sam. 3:10).
- Viktorinus Sidik Budianto, Pr
- Asal: Stasi Keluarga Kudus Tegal Arum, Paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja.
- Refleksi: Terinspirasi oleh keceriaan para pastor paroki sejak kecil. Mampu melewati pergumulan batin dan kesepian selama di seminari hingga siap diutus.
- Motto: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20).
- Bednadetus Apriliyanto, Pr
- Asal: Paroki Kristus Raja Tugumulyo, OKI.
- Refleksi: Pernah terhenti dari jalur seminari, menuntaskan kuliah IT, dan bekerja di rumah sakit. Namun, suara panggilan Tuhan yang konsisten membuatnya mantap kembali ke seminari diosesan.
- Motto: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk. 9:62).
- Markus Trio Agusta, Pr
- Asal: Paroki Sang Penebus Batuputih.
- Refleksi: Mengukir impian unik menjadi imam Katolik berdarah Melayu Ogan. Menjalani proses pemurnian panggilan melalui dinamika pastoral di pelbagai sudut Sumatra.
- Motto: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13).
Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.