Surakarta, Katolikana.com – Kreativitas tanpa batas. Kreativitas tidak hanya dimiliki remaja, orang dewasa dan orang tua. Kreativitas juga milik anak-anak.
Mencari gagasan, menemukan gagasan, menuangkan gagasan dengan coretan kuas di tampah (perabot rumah tangga tradisional berbentuk bundar yang terbuat dari anyaman bambu) akan menghasilkan karya bermakna.
Gambar cerita 1000 kata
Kreativitas itu mewujud dalam gambar atau lukisan yang menjadi “cerita 1000 kata”. Ada narasi yang hendak dikisahkan. Ada talenta yang hendak diwujudkan. Ada sukacita yang mau dibagikan.
Alhasil lukisan Bendera Merah Putih, Simbol Yin dan Yang dalam Dwi Warna Merah Putih, Anak Memanggul Salib, Tiga Salib di atas Bukit, HUT RI Ke-81, Peta Indonesia, Gambar Buah Strawbery, Bendera Berkibar Menjulang di Angkasa dan Gambar Kupu Terbang di atas Sekuntum Bunga.
Gambar Gereja dengan Pucuk Salib, Burung Merpati dan Lambang Jantung Hati (Love), Burung Merpati Jantung Hati (Love) Kasih dan Salib, Gambar Pohon juga tampak sebagai hasil lukisan anak-anak.
Selain itu masih ada puluhan gambar lain ekspresi kreativitas tanpa batas anak.
Melukis Kasih untuk Indonesia
Perayaan Hari Paroki Santo Paulus Kleco Ke 41 pada 1 Agustus 2026 yang berdekatan dengan Peringatan HUT RI Ke-81 menjadi momentum khusus bagi anak-anak.
Ungkapan syukur dan ekspresi sukacita terlihat dari wajah anak-anak yang dengan serius menuangkan ide, gagasan kreativitasnya pada tampah yang dilukis menggunakan sapuan goresan kuas dan cat gambar.
Gelaran ini diikuti lebih dari 32 anak pada Sabtu (8/8/2026), pukul 07.30 -09.00 di Halaman Parkir Barat gereja Kleco Surakarta.
Beberapa anak-anak didampingi orang tua. Kakak-kakak pembimbing dari Tim Pelayanan (Timpel) PIA dengan ramah dan sabar mendampingi adik-adik berproses.
Momentum ini menjadi momentum yang “smart” lembut dan cerdas untuk menjadi narasi non verbal menanamkan semangat “Cinta Tanah Air dan Gereja” semenjak kecil.
Kreativitas tanpa batas telah ditaburkan. Talenta yang dimiliki masing-masing anak perlu dipupuk dan ditumbuhkan.
Tradisi mengekspresikan gagasan dalam lukisan bisa memberi warna yang berdampingan dengan pertumbuhan rohani anak-anak.
Saatnya, anak-anak akan bisa “melukis wajah Yesus” dalam hidup dan membawanya di tengah pergaulan dan dinamika kemasyarakatan di Tanah Air Indonesia.
Melukis Kasih untuk Indonesia. (*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta