RS Brayat Minulya Solo Gelar Senam Prolanis dan Hadirkan Sukacita bagi Lansia

Surakarta, Katolikana.com – Semasa tugas penggembalaan, Paus Fransiskus memberikan perhatian besar pada martabat dan kehidupan para lansia.

Paus Fransiskus mengajak Gereja merawat lansia secara utuh, mencakup perhatian rohani, kehadiran penuh kasih, dan pendampingan sosial.

Sementara pendampingan kesehatan, senam lansia dan pemeriksaan kesehatan rutin diadakan di berbagai komunitas bagian Gereja.

Jumat (21/8/2026) pagi, sedikitnya 25 orang lansia mengikuti gerakan senam Prolanis yang dipandu pemandu senam Yuli di Taman RS Brayat Minulya Surakarta.

Gerakan senam ini bersifat aerobik resiko benturan rendah (low impact). Gerakan dirancang aman, terarah, dan disesuaikan dengan kapasitas fisik para lansia.

Mengenakan dress code warna merah dan putih para lansia dengan “semangat 45″ meskipun usia ada yang telah berumur 60 tahun lebih, bahkan ada yang berusia 78 tahun, mengikuti gerakan dengan suka cita.

Kegiatan rutin setiap hari Jumat minggu  ketiga bulan, pada bulan Agustus ini menjadi penanda ungkapan suka cita memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia.

Melalui senam Prolanis di RS Brayat Minulya para lansia berkesempatan memeriksakan tekanan darah (tensi) dan mengikuti lomba “tipis-tipis” sukacita HUT Ke-81 Republik Indonesia.

Latihan ringan iringan lagu sukacita
Senam Prolanis adalah senam dengan aktivitas fisik terstruktur berupa latihan ringan hingga sedang yang menjadi bagian dari Program Pengelolaan Penyakit Kronis oleh BPJS Kesehatan.

Senam Prolanis ditujukan bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 guna menjaga kebugaran serta mengontrol gula dan tekanan darah. Senam Prolanis umumnya banyak diikuti para adiyuswa atau lansia, bukan saja penderita penyakit kronis namun juga bagi lansia sehat yang ingin memiliki kebugaran dengan senam secara teratur.

Komunitas Senam Prolanis Brayat Minulya Sehat, Semangat, Mandiri, Bahagia (Jumat 21/8/2026)

Manfaat yang bisa diperoleh mengikuti senam Prolanis selain untuk menjaga stabilitas tekanan darah pada penderita hipertensi juga untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.

Manfaat yang lain untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan daya tahan tubuh.

Bagi para lansia, senam Prolanis dapat menjadi sarana interaksi sosial dan dukungan psikososial antarpeserta.

Melalui gerakan ini peserta dengan kompak mengikuti gerakan pemanasan (warming up), kemudian dilanjutkan dengan gerakan inti, dan diakhiri dengan gerakan pendinginan (cooling down).

Melalui iringan lagu yang ceria dan “woyo-woyo” para lansia mengekspresikan suka cita dengan gerakan yang menyehatkan. (*)

Pemeriksaan tensi dan lomba “tipis-tipis” sukacita HUT RI Ke-81 bagi lansia.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Comments (0)
Add Comment