Rayakan 25 Tahun Imamat, Romo Widya Ajak Umat Mendoakan Kesetiaan Para Imam
Pesta Merak Imamat Romo Albertus Widya Rahmadi Putra

Mojokerto, Katolikana.com — Suasana syukur mewarnai Perayaan Ekaristi 25 Tahun Imamat Romo Albertus Widya Rahmadi Putra di Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Mojokerto, Selasa (18/8/2026). Seusai misa, perayaan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana bersama umat di halaman balai paroki.

Misa konselebrasi dipimpin oleh Romo Widya, didampingi Pastor Rekan Paroki Santo Yosef Mojokerto, Romo Aloysius Aratia Wardhana. Sejumlah imam turut menjadi konselebran, yakni Romo Petrus Katiran, Romo Agus Sulistyo, Romo Aloysius Widya Yanuar Nugraha, Romo Andreas Ratno Tri Cahyono, Romo Johanes Sentosa, dan Romo Stevanus.

Sekitar 300 umat menghadiri perayaan tersebut. Mereka terdiri atas perwakilan keluarga, pengurus lingkungan dan stasi, anggota kelompok kategorial, serta para biarawati dari berbagai tarekat yang berkarya di Paroki Santo Yosef Mojokerto.

Pemotongan Tumpeng di Halaman Balai Paroki

Ketua panitia sekaligus perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP), M.K. Soekorwardani, mengajak umat untuk terus mendukung para imam melalui doa.

“Mari kita mendoakan para imam di Keuskupan Surabaya, khususnya Romo Widya yang merayakan pesta perak imamatnya, agar senantiasa dikaruniai kesehatan dan keteguhan untuk setia dalam panggilan hidup suci ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Dani tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Romo Widya menyampaikan rasa syukur sekaligus memohon dukungan umat. Ia menekankan pentingnya penyertaan doa umat bagi para imam dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Dukungan doa dari umat adalah kekuatan kami di tengah tantangan zaman yang tidak mudah bagi panggilan hidup religius saat ini,” ungkapnya.

Romo Widya ditahbiskan menjadi imam pada 15 Agustus 2001 di Graha Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, oleh Uskup Surabaya Mgr. Johannes Sudiarna Hadiwikarta.

Romo Albertus Widya Rahmadi Putra

Rekam Jejak 25 Tahun Pelayanan

Dalam menjalani panggilan imamatnya, Romo Widya berpegang pada motto tahbisan: “Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya” (1 Tesalonika 5:24).

Berikut rekam jejak kehidupan dan pelayanannya:

  • 1973: Lahir di Blitar pada 22 September.
  • 2001–2003: Pastor Pembantu Paroki Ponorogo.
  • 2003–2011: Menempuh studi lanjut di Roma, Italia.
  • 2011–2012 dan 2015–2018: Formator Seminari Tinggi Providentia Dei.
  • 2012–2015: Sekretaris Keuskupan Surabaya.
  • 2017–2023: Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Surabaya.
  • 2019–2025: Pastor Kepala Paroki Jombang.
  • 2022–2023: Vikaris Episkopal Kevikepan Mojokerto.
  • 2023–2025: Delegatus Administrator Diosesan Kevikepan Mojokerto.
  • 2025–sekarang: Vikaris Episkopal Kevikepan Mojokerto sekaligus Pastor Kepala Paroki Santo Yosef Mojokerto.

Guru Pendidikan Agama Katolik di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto. Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdB), Anggota Pustaka Bergerak Indonesia, Pendiri Sa’o Pustaka dan beberapa Taman Baca serta pegiat literasi nasional. Lewat GKdB penulis menggerakan masyarakat baik secara pribadi maupun komunitas dalam mendonasikan buku untuk anak-anak di seluruh Indonesia. Guru Motivator Literasi (GML) tahun 2021.

Paroki Santo Yosef MojokertoPesta imamatRomo Albertus Widya Rahmadi Putra
Comments (0)
Add Comment