Dari Balik Ruang Kelas : Merengkuh Hari untuk Hari Esok 

Catatan Guru dari Lembata, Nusa Tenggara Timur

Oleh Albertus Muda,  Guru SMAS Keberbakatan Olahraga San Bernardino Lembata-NTT

KATOLIKANA.COM – Carpe diem secara sederhana berarti petiklah hari atau  memetik hari. Namun, saya lebih suka memaknainya sebagai merengkuh hari yang artinya menerima setiap hari sebagai kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan menghasilkan sesuatu yang bermakna.

Dalam konteks pembelajaran, merengkuh hari berarti mengisi setiap kesempatan dengan kegiatan yang mencerdaskan seperti membaca, menulis, berhitung, menganalisis, menafsirkan, dan mengimplementasikan pengetahuan dalam kehidupan. Sebab setiap hari yang dilewati tanpa proses belajar sesungguhnya merupakan kesempatan yang tidak dapat diulang kembali.

Hari ini, dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di kelas X, saya mengajak anak-anak membahas kembali soal Ujian Tengah Semester yang telah mereka kerjakan. Soal yang saya siapkan terdiri atas sepuluh butir, dengan instruksi agar mereka memilih enam soal yang paling mereka pahami untuk dikerjakan.

Saya membawa kembali materi yang sebelumnya telah dibagikan melalui wali kelas. Harapannya sederhana yakni materi tersebut dibaca, dicatat, dipelajari, dan jika ada bagian yang belum dipahami, siswa dapat bertanya atau mengonfirmasi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Materi yang telah dibagikan tidak banyak ditindaklanjuti. Tidak ada satu pun pertanyaan yang kembali kepada saya untuk mengonfirmasi bagian yang belum dipahami. Waktu terus berjalan hingga ujian tiba.

Di sinilah saya kembali mengajak mereka memahami pentingnya menghargai waktu. Tanpa membaca, seseorang memang mungkin masih dapat menjawab soal. Namun, jawaban tanpa pijakan pengetahuan yang diperoleh melalui membaca akan mudah berubah menjadi dugaan, bahkan khayalan. Akibatnya, jawaban yang dihasilkan tidak cukup kuat untuk membangun pemahaman.

Membaca membuat pikiran berdialog dengan apa yang dibaca. Dalam proses itu, seseorang tidak hanya melihat kata-kata, tetapi juga mencernanya, mempertanyakannya, menghubungkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki, lalu membentuk pemahaman baru.

Karena itu, membaca yang dilakukan secara baik dan mendalam dapat melatih seseorang untuk berpikir lebih kritis. Sebaliknya, pikiran yang jarang diasah melalui membaca akan kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal.

Saya kemudian meminta anak-anak mencermati kembali soal ujian dan membandingkannya dengan materi yang telah dibagikan. Mereka juga saya ajak mengingat kembali jawaban yang mereka tuliskan ketika ujian berlangsung.

Ada satu kekhawatiran yang perlahan tumbuh dalam diri saya sebagai pendidik. Ketika penjelasan berlangsung lebih dari sepuluh menit, perhatian dan daya ingat sebagian anak mulai mengalami penurunan. Bahkan setelah menjelaskan materi selama beberapa menit, ketika saya mengajukan pertanyaan kembali, tidak selalu mudah mendapatkan jawaban yang utuh.

Karena itu, dalam pembelajaran saya berusaha memaksimalkan waktu untuk menggerakkan dan menantang pikiran mereka. Salah satunya dengan menghadirkan kisah tokoh-tokoh yang dapat menjadi inspirasi.

Saya pernah mengajak mereka mengenal Bapak Adam Malik. Ia tidak menempuh pendidikan formal hingga perguruan tinggi, tetapi kemudian menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Kisah tersebut saya gunakan bukan untuk mengatakan bahwa pendidikan formal tidak penting, melainkan untuk menunjukkan bahwa kesempatan belajar dapat dimanfaatkan melalui berbagai jalan. Kemauan belajar, membaca, berdiskusi, dan memperluas wawasan merupakan bagian penting dari proses membentuk diri.

Dengan kata lain, ia adalah salah satu contoh bagaimana seseorang dapat merengkuh harinya dengan menggunakan kesempatan yang ada untuk terus bertumbuh sehingga hasil perjuangannya tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang.

Dalam pembahasan soal hari ini, saya meminta anak-anak membaca kembali jawaban yang terdapat dalam materi, kemudian menyusun jawaban dengan bahasa dan pemahaman mereka sendiri.

Menariknya, beberapa anak memberikan jawaban yang berbeda dari materi. Namun, jawaban tersebut tetap memiliki hubungan dan relevansi dengan gagasan utama yang terdapat dalam bahan pembelajaran.

Pada titik inilah saya menegaskan kepada mereka bahwa membaca bukan sekadar mencari jawaban untuk disalin. Membaca adalah jalan untuk menemukan gagasan, mengolahnya, lalu melahirkan pemikiran sendiri.

Tidak selalu ada satu jawaban tunggal yang harus dihafalkan dari sebuah buku. Jawaban dalam buku dapat menjadi acuan, tetapi pemahaman yang diperoleh melalui membaca seharusnya membantu siswa melahirkan gagasan yang khas berdasarkan proses berpikirnya sendiri.

Jika hal seperti ini tumbuh dalam pembelajaran, kelas tidak lagi hanya menjadi tempat guru menyampaikan materi dan siswa menerima. Kelas dapat berubah menjadi ruang yang kaya akan pertanyaan, gagasan, argumentasi, dan pemikiran. Karena itu, saya kembali menegaskan kepada anak-anak agar tidak membiarkan waktu berlalu tanpa belajar.

Menonton video singkat, reels, atau film tidak selalu buruk. Semuanya dapat memiliki nilai edukatif apabila dipilih dan digunakan secara tepat. Namun, jika waktu belajar hampir seluruhnya digantikan oleh konsumsi hiburan singkat yang terus-menerus, kita perlu bertanya, apakah pikiran kita sedang benar-benar dilatih untuk berpikir, atau hanya sedang dilatih untuk terus menerima rangsangan?

Membaca untuk memahami adalah salah satu cara penting untuk merawat daya pikir. Membaca membuat kita berhenti sejenak, memperhatikan, mencerna, mempertanyakan, dan menyusun kembali apa yang kita terima.

Maka, merengkuh hari bukan sekadar menikmati hari yang sedang kita jalani. Merengkuh hari berarti menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk bertumbuh.

Petiklah hari dengan membaca. Rengkuhlah waktu dengan belajar. Isilah kesempatan dengan gagasan. Sebab hari yang telah berlalu tidak akan kembali, tetapi apa yang kita pelajari hari ini dapat menjadi bekal untuk menapaki hari esok.

Lembata, 22 September 2026

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

#DaribalikruangkelasCatatan GuruEsai
Comments (0)
Add Comment