Yogyakarta, Katolikana.com—Sebanyak 42 siswa kelas IV–VI SD Kanisius Wirobrajan 1, Yogyakarta, menghasilkan puluhan cerita pendek dalam kegiatan Sastrawan Masuk Sekolah, Selasa (20/10/2026). Dengan pendampingan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG), mereka belajar mengolah pengalaman sehari-hari menjadi cerita.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–12.00 WIB itu didampingi tiga frater Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan dua relawan penulis dari KPKDG. Para pendamping mengajak siswa memulai tulisan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka.
Program ini merupakan bagian dari Sastrawan Masuk Sekolah yang menjangkau 23 SD dan SMP Kanisius di Yogyakarta. Tujuannya menumbuhkan minat menulis melalui proses belajar yang mudah dan menyenangkan.
Menemukan Cerita dari Keseharian
Pada awal kegiatan, relawan KPKDG memperkenalkan gagasan bahwa setiap anak memiliki bahan cerita. Pengalaman sehari-hari dapat menjadi titik awal untuk menuangkan gagasan dan mengembangkan imajinasi.
Pendekatan tersebut digunakan untuk mengubah anggapan bahwa menulis selalu sulit dan membosankan. Anak-anak diajak mencoba langsung, dengan pendampingan para frater dan relawan.
Selama proses menulis, siswa berbagi ide, mengajukan pertanyaan, dan menyelesaikan cerita masing-masing. Dalam waktu sekitar dua jam, puluhan cerpen terkumpul. Sebagian besar ditulis dalam satu lembar folio.
Relawan penulis M. Budi Sardjono mengapresiasi antusiasme dan kemampuan para peserta.
“Mereka tampak antusias. Kemampuan imajinatif mereka luar biasa,” ujarnya.
Menurut Budi, waktu sekitar dua jam sudah cukup bagi anak-anak untuk menghasilkan cerita pendek. Pengalaman pribadi memberi mereka bahan untuk mulai menulis, sementara imajinasi membantu mengembangkan cerita.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam proses menghasilkan tulisan sendiri. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kebiasaan mengolah pengalaman dan menyusun cerita secara mandiri diharapkan memperkuat kreativitas serta keaslian karya mereka.
Para siswa memperoleh kesempatan untuk mengalami proses tersebut secara langsung, mulai dari menemukan gagasan hingga menyelesaikan tulisan. Pendampingan membantu mereka mengenali bahwa cerita dapat tumbuh dari pengalaman yang mereka miliki.
Kepala SD Kanisius Wirobrajan 1, Ernawati, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, Sastrawan Masuk Sekolah merupakan langkah positif untuk meningkatkan budaya literasi anak-anak.
Sekolah memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas bagi pelaksanaan kegiatan. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya memberi ruang bagi pengembangan minat dan kemampuan siswa.
KPKDG berharap pengalaman menulis bersama ini mendorong anak-anak terus berkarya setelah kegiatan berakhir. Melalui program yang menjangkau berbagai sekolah, komunitas tersebut ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk mengenali kemampuan mereka dan berani menuliskan ceritanya sendiri. (*)
Kontributor: Fr. Dominico Palma Caritas Devinanto, MSF, Skolastikat MSF, Yogyakarta
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.