Lukas 24:13-35
Katolikana.com– Membaca kisah tentang dua murid dari Emaus (Lukas 24:13-35) selalu menarik dan menggelitik.
Banyak penulis-penulis rohani, seperti Romo Henri Nouwen, yang menulis renungan mendalam dan menyentuh tentang cerita itu.
Selalu ada saja pesan penting yang bisa digali ketika kita mau mendengarkan sabda itu secara terbuka dan rendah hati. Ketika mempersiapkan renungan ini, aku mendapat pesan tentang khotbah Yesus yang membuat dua murid itu bertobat.
Bagaimana kita bisa membacanya demikian?
Harapan yang pupus
Dua murid dari Emaus itu kembali dari Yerusalem ke kampung dengan hati sedih dan wajah murung. Semua harapannya terhadap Yesus pupus (Lukas 24:21). Karena suasana hati yang demikian buruk dan negatif, mereka tidak mengenal Yesus yang berjalan bersama mereka. Rasa putus asa menghalangi kita mengenal Tuhan dan kehadiran-Nya.
Khotbah meneguhkan iman
Menariknya, Tuhan Yesus dengan sabar menemani mereka. Kendati mula-mula Dia menegur dengan kata-kata keras, “Hai kamu orang bodoh!” (Lukas 24:25), kemudian menjelaskan tentang Mesias kepada mereka dalam seluruh Kitab Suci (Lukas 24:27). Itulah khotbah Yesus.
Bukankah khotbah berarti menjelaskan isi Kitab Suci untuk meneguhkan iman?
Khotbah Yesus itu begitu mengena dan memukau hingga mereka meminta Yesus untuk mampir dan tinggal di rumah mereka. Mungkin mereka ingin mendengar lebih banyak.
Peristiwa Ekaristi
Faktanya, mereka tidak hanya tertarik mendengarkan Yesus, melainkan juga menikmati perjamuan bersama Yesus yang mengambil roti, mengucap berkat, memecahkan, dan membagikannya kepada mereka (Lukas 24:30).
Lalu mata mereka terbuka dan mengenali bahwa itu Yesus (Lukas 24:31). Itulah peristiwa Ekaristi: Yesus memberikan Diri.
Ternyata, khotbah Yesus sungguh menyentuh hati mereka. “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di jalan, dan ketika Ia menerangkan Kitab Sucu kepada kita?” (Lukas 24:32). Itulah buah dari khotbah yang baik dan dibimbing Roh Kudus.
Tidak hanya tersentuh, mereka juga bertobat. Dari murid yang putus asa menjadi murid yang penuh asa. Mereka bangkit dan segera kembali ke Yerusalem.
Khotbah Yesus sungguh membuat dua murid itu bertobat. Artinya, berbalik dari meninggalkan Yesus ke kembali kepada-Nya; bahkan mewartakan Yesus.
Mendengarkan Sabda
Apa yang bisa kita renungkan? Pertama, khotbah atau menerangkan Kitab Suci bisa membuat orang bertobat atau imannya dikuatkan. Kita boleh mengharapkan khotbah yang baik. Namun khotbah demikian mengandaikan pendengar yang terbuka dan mempersiapkan hatinya secara baik. Misalnya, membaca sabda Tuhan sebelum diwartakan dalam misa dan menyerahkan diri pada bimbingan Roh Kudus.
Kedua, setiap orang Kristen dipanggil untuk mewartakan Yesus. Salah satunya dengan menjelaskan Kitab Suci. Ini menuntut mereka setia membaca Kitab Suci, karena tanpa membaca Kitab Suci atau mendengarkan sabda Tuhan, orang tidak akan mengenal Yesus. Tanpa mengenal-Nya, kita tidak dapat mewartakan Dia. Apakah kita sudah mendengarkan sabda Tuhan dengan setia dan disiplin?
Minggu Paskah III, 19 April 2026
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.