Peringati Hari Lahir ke-80, 17 Juni 2026, Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar lomba mural 10-11 Juni 2026. Tema yang diangkat :”Harmoni of Solo”. Sub Tema “Loro Blonyo“
Surakarta, Katolikana.com – Vandalisme di dinding kota, banyak dijumpai, adalah tindakan merusak atau mengotori fasilitas publik dengan coretan tanpa izin. Vandalisme merupakan perusakan properti atau area publik. Sebagai alternatif pemerintah kota merangkul kreativitas warga dengan mengubah tembok sebagai tembok mural agar keindahan kota tetap terjaga.
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar lomba mural 10-11 Juni 2026. Tema yang diangkat :”Harmoni of Solo”. Sub Tema Loro Blonyo. Lokasi lomba di Pagar Gereja Katolik Santo Antonius Padua Paroki Purbayan, Jalan Sugiyopranoto Solo.
Kegiatan ini untuk menyambut dan memeriahkan Peringatan Hari Lahir Pemerintah Kota Surakarta ke-80 yang diperingati 17 Juni. Tanggal 17 Juni merujuk pada pembentukan pemerintahan otonom secara de facto pada tahun 1946.
Melansir rilis Pengumuman Lomba yang termuat dalam Akun Instagram Disbudpar Kota Surakarta, lomba mural ini terbuka untuk individu atau tim maksimal 5 orang, dengan mengirimkan satu desain mural dan harus lolos tahap kurasi (tahap I) dari panitia. Pendaftaran dibuka 26 Mei – 4 Juni 2026. Karya harus original, bukan plagiat atau hasil AI full – generared tanpa eksplorasi kreatif. Karya belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba lain dimanapun.
Hadiah yang disediakan untuk pemenang Juara 1,2 dan 3 hingga 15 Juta Rupiah.
Solo Kota Budaya
Kota Surakarta, juga akrab dengan sebutan Kota Solo, merupakan kota budaya yang memiliki kekayaan sejarah, tradisi, serta keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis.
Nilai-nilai budaya Jawa yang kuat berpadu dengan berbagai unsur budaya lainnya menjadikan Surakarta sebagai ruang perjumpaan yang dinamis antara seni tradisi, krativitas, dan perkembangan zaman.
Harmoni tersebut menjadi salah satu identitas penting Kota Surakarta yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2026, Pemerintah Kota Surakarta mengadakan kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat identitas kota sebagai kota budaya dan
kota kreatif. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat menjadi media ekspresi sekaligus ruang partisipasi publik adalah melalui seni mural.
Seni mural
Seni mural merupakan salah satu bentuk seni rupa publik yang mampu menyampaikan pesan, gagasan, serta nilai-nilai budaya secara visual di ruang terbuka.
Melalui mural, ruang kota dapat dihidupkan dengan karya-karya kreatif yang tidak hanya
memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi wadah bagi para seniman dan generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka sekaligus berkontribusi dalam memperkuat identitas Kota Surakarta sebagai kota berbudaya.
Tema yang diangkat “Harmony of Solo”, lomba mural ini diharapkan mampu
menggambarkan harmoni kehidupan masyarakat Kota Surakarta yang tercermin dalam keberagaman budaya, tradisi, seni, serta kehidupan sosial masyarakatnya. Tema ini juga
merepresentasikan semangat kebersamaan, toleransi, dan keseimbangan antara nilai
tradisi dan perkembangan modernitas yang menjadi ciri khas Kota Surakarta.
Melalui kegiatan lomba mural ini, diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif
masyarakat, khususnya para seniman dan komunitas kreatif dalam memperingati Hari
Jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-80.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat
memperindah ruang kota, memperkuat citra Kota Surakarta sebagai kota budaya dan kota kreatif, serta memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Surakarta.
Loro Blonyo
Sub Tema : “Loro Blonyo” merepresentasikan harmoni, keseimbangan, serta nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Kota Surakarta yang diwujudkan melalui karya mural kreatif dan inovatif.
Subtema “Loro Blonyo” dipilih sebagai simbol keharmonisan, keberagaman, serta semangat kebersamaan masyarakat Kota Surakarta.
Dalam filosofi budaya Jawa, Loro Blonyo melambangkan keseimbangan hidup, penolak bala, dan harapan akan ketenteraman serta kesejahteraan.
Nilai tersebut juga merepresentasikan Kota Surakarta sebagai kota yang toleran, terbuka, dan mampu berbaur dengan berbagai kalangan, suku, budaya, maupun golongan dalam kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.(*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta