Identitas Murid-Murid Yesus

Matius 11:46-50

Katolikana.com – Bacaan hari ini, dari peristiwa yang tampaknya biasa, tersirat pelajaran yang luar biasa.

Seperti biasa, Yesus mengajar banyak orang. Karena orang berkerumun di sekitar-Nya, yang lain tidak bisa mendekat. Di antara mereka itu adalah ibu dan saudara-saudara-Nya. Mereka ingin menemui-Nya.

Lalu, ada yang berinisiatif membantu dengan memberitahukan kepada Yesus tentang situasi itu.

Alih-alih memberikan perhatian kepada ibu dan saudara-Nya, Yesus bertanya, “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-Ku?” Ia tidak sedang sungguh bertanya, melainkan menyampaikan pertanyaan retoris.

Artinya, pertanyaan yang kemudian dijawabnya sendiri. Itu merupakan salah satu model mengajar.

Situasi untuk mengajar
Dengan cara itu, Yesus memanfaatkan peristiwa yang tampaknya biasa itu untuk menyampaikan ajaran-Nya.

Intinya, Yesus menjelaskan tentang identitas murid Yesus yang dikaitkan dengan ibu dan saudara-saudara-Nya.

Hal itu jelas dari ayat 49: “Dan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Ia bersabda, ‘Inilah ibu-Ku, inilah saudara- saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku.”

Selama ini, kita memahami bahwa perikop ini berbicara tentang ibu, saudara, dan saudari Yesus. Kalau membaca dengan cermat, kita menemukan juga bahwa Yesus sedang berbicara tentang identitas para murid-Nya.

Menjadi murid Yesus itu bukan suatu status atau sebutan belaka.

Menjadi murid Yesus juga bukan berarti tertulis dalam daftar murid di kelas-Nya. Itu berbeda dari murid-murid orang Farisi yang sering duduk di dekat seorang guru dan tekun mendengarkannya.

Melakukan kehendak-Nya
Murid Yesus adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa. Artinya, mereka aktif mengambil bagian dalam kehendak dan karya Allah. Murid Yesus bukan mereka yang duduk manis di sekitar Yesus, melainkan orang-orang yang melaksanakan ajaran-Nya.

Seperti Yesus turun ke dunia untuk menyelamatkannya, demikian pula para murid-Nya. Mereka tidak lari atau menjauhi dunia, melainkan masuk ke dalamnya.

Mereka menjadi satu dengan dunia tanpa menjadi sama dengannya. Artinya, menjadi garam dan terang dunia. Itulah identitas murid-murid Yesus. (*)

Selasa, 21 Juli 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.

Ibu dan saudara-saudara-Ku
Comments (0)
Add Comment