SD Santo Markus I Gelar Pelatihan Guru Jelang Tahun Ajaran 2026/2027

Jakarta, Katolikana.com — SD Santo Markus I, Cililitan, Jakarta Timur, menggelar workshop dan pelatihan peningkatan kompetensi guru di Aula Gereja Santo Robertus Bellarminus, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan sekolah menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.

Pelatihan mengangkat tema “Administrasi Pembelajaran Efektif: Dari Perencanaan Berkualitas Menuju Pembelajaran yang Berdampak bagi Peserta Didik” dan wajib diikuti seluruh guru, baik guru kelas maupun guru bidang studi. Hadir sebagai narasumber Ika Happy Malvina, seorang guru, dosen, sekaligus fasilitator pendidikan profesional yang berpengalaman.

Oriz Jambar, Kepala SD Santo Markus I

Kepala SD Santo Markus I, Oriz Jambar, dalam sambutannya menekankan bahwa pembelajaran berkualitas berawal dari administrasi yang rapi dan sistematis. Ia mengajak seluruh guru menyiapkan perencanaan yang tertata dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Proses pembelajaran yang berkualitas berangkat dari administrasi yang rapi dan sistematis. Perencanaan yang baik harus berdampak kepada murid,” ujar Oriz. Ia mengumpamakan tahun ajaran baru sebagai sebuah pesta. “Pesta yang tidak direncanakan biasanya banyak kekurangan, tetapi pesta yang terencana dengan baik pasti berjalan lancar.”

Menurut Oriz, agar seluruh civitas SD Santo Markus I dapat menikmati “pesta” tahun ajaran baru, dibutuhkan perencanaan matang dan kerja sama yang solid. Dampaknya, kata dia, akan tampak pada peserta didik melalui pembelajaran yang berkualitas.

Pada awal sesi, Ika Happy Malvina mengajak para guru menyamakan persepsi tentang pembelajaran. Ia menekankan pentingnya memahami konsep pembelajaran dan asesmen yang berpusat pada peserta didik, serta kemampuan mengidentifikasi perbedaannya dengan praktik sebelumnya.

Happy juga membahas penyusunan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dalam Kurikulum Merdeka. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi salah satu program unggulan pemerintah, selain Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ika Happy Malvina, narasumber.

“Dalam pembelajaran mendalam harus ada pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Ketika anak-anak belajar sesuai kriteria tersebut, mereka akan memahami hingga dapat merefleksikannya,” jelasnya. Ia mengajak para guru menyusun kriteria pembelajaran yang sesuai dengan konteks kehidupan anak-anak.

Terkait persiapan pembelajaran dengan pendekatan deep learning, Happy menyebut penyusunan tujuan pembelajaran sebagai salah satu hal penting. Tujuan pembelajaran deep learning, menurutnya, tetap dapat menggunakan kata kerja operasional sesuai taksonomi Bloom, dengan tambahan taksonomi SOLO.

Taksonomi SOLO, kata Happy, lebih menekankan kualitas pemahaman siswa. “Ini bukan tentang jenis pengetahuan, melainkan seberapa dalam pemahaman mereka terhadap materi,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para guru menyatakan merasa terbantu dan memperoleh pemahaman yang lebih terbuka dalam menyusun administrasi pembelajaran. Hasilnya diharapkan berdampak pada seluruh peserta didik melalui pembelajaran yang berkualitas. (*)

Kontributor: Ariani Dewi

 

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

SD Santo Markus IYayasan Santo Markus
Comments (0)
Add Comment