Sinergi RS Brayat Minulya dan SMP Marsudirini Santa Theresia Solo (1)

Selenggarakan Edukasi Kesehatan Tema: Kesehatan Mental Remaja: Generasi Hebat, Mental Kuat

Surakarta, Katolikana.com – Tahun Pelajaran Baru menjadi momen baru menyematkan perhatian secara kontinyu mendampingi para siswa dan siswi. SMP Marsudirini Santa Theresia Solo tidak saja mengajak para siswa menggali kembali 10 nilai Kemarsudirinian, namun juga menapaki anak tangga perjalanan satu tahun pelajaran dengan kesehatan mental.

Edukasi kesehatan dengan Tema Kesehatan Mental Remaja menjadi penopang perjalanan menapaki anak tangga 10 Nilai Keutamaan Kemarsudirinian

Menggandeng RS Brayat Minulya Solo, bersinergi dan berjejaring, SMP Marsudirini Santa Theresia mengajak para siswa mengenal, memahami dan menghayati pengalaman bermakna melalui edukasi kesehatan dengan tema : Kesehatan Mental Remaja: Generasi Hebat, Mental Kuat.

Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem kolaboratif dalam bidang akademik serta menumbuhkan kesadaran para siswa untuk memiliki kesehatan mental sebagai penopang proses belajar.

Kegiatan ini diikuti 252 orang siswa-siswi kelas 7,8 dan 9. Hadir sebagai narasumber
dr. Anastasia Venny Yustiana SpKJ MBiomed dari RS Brayat Minulya Surakarta.

Mengawali pemaparan materi dr. Anastasia Venny Yustiana, Sp. KJ MBiomed menguraikan pengertian Kesehatan Mental serta Karakteristik Remaja.

“Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya (WHO, 2022)”.

Tanda sehat mental ditandai merasa lebih bahagia dan lebih positif tentang diri mereka sendiri dan menikmati hidup. Bangkit kembali dari kekesalan dan kekecewaan. Memiliki hubungan yang lebih sehat dengan keluarga dan teman. Melakukan aktivitas fisik dan makan makanan yang sehat. Terlibat dalam kegiatan. Merasa nyaman di komunitas mereka. Memiliki rasa pencapaian. Mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Peserta didampingi guru berfoto bersama narasumber dr. Anastasia Venny Yustiana SpKJ MBiomed.

Remaja menurut WHO
Masa remaja adalah fase kehidupan antara masa kanak-kanak dan dewasa, dari usia 10 hingga 19 tahun. Masa remaja merupakan tahap perkembangan manusia yang unik dan merupakan masa yang penting untuk meletakkan dasar kesehatan yang baik (WHO, 2024).

Karakteristik remaja
Masa badai dan stres (storm and stress) pada remaja ditandai oleh tiga karakteristik utama: Masa badai dan stres, perubahan suasana hati (mood swing) dan emosional.

Masa remaja juga dikenal sebagai masa pencarian identitas diri dan aktualisasi diri.

Masa ini juga ditandai kecenderungan fokus pada teman sebaya, suli dipahami dan mengalami “masa tidak jelas”.

Penyebab gangguan mental remaja :

Tekanan untuk menyesuaikan diri dengan teman sebaya. Pola Asuh orang tua. Diskriminasi atau pengucilan. Pengaruh media dan norma gender yang ada di masyarakat. Kurangnya akses dan dukungan layanan yang berkualitas.

Materi edukasi kesehatan Kesehatan Mental Remaja (1)

Faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja:

1. Faktor Biologis

Faktor biologis seperti keturunan (genetik).

2. Faktor psikologis.

Faktor psikologi disebabkan karena ikatan emosional seseorang dengan keluarga atau teman, kemampuan kognitif saat belajar, serta emosi yang belum matang.

Gejala Umum Gangguan Mental Remaja: Perubahan Perilaku. Perubahan mood. Kesulitan berkonsentrasi. Penurunan berat badan. Menyakiti diri sendiri. Muncul berbagai masalah kesehatan. Perasaan yang intens.

Bentuk Bentuk Gangguan Mental Remaja:
Gangguan emosional, gangguan perilaku, gangguan makan, psikosis, bunuh diri dan menyakiti diri serta perilaku mengambil resiko.

 

Materi Kesehatan Mental Remaja

Saran medis
Dokter Venny Yustiana dalam pemaparan materi mengajak para siswa menjaga kesehatan mental diantaranya dengan melakukan : Berbicara dengan seseorang yang dapat dipercaya, menjaga kesehatan fisik, melakukan aktivitas yang disukai, menjauhi zat berbahaya, meluangkan waktu sekitar 2 menit untuk fokus pada dunia sekitar, serta mencari bantuan profesional saat diperlukan.

Antusiasme
Perhatian yang mendalam tampak pada acara edukasi kesehatan yang berlangsung.

Banyak tanggapan dan pertanyaan dari para siswa.

Diantara pertanyaan yang muncul tentang bagaimana menghadapi tekanan hidup pada masa remaja dan sikap bijak bersosial media. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Comments (0)
Add Comment