Palembang, Katolikana.com – Sebuah tonggak sejarah iman dan pelayanan kasih yang luar biasa genap berusia satu abad di tanah Sumatera Selatan. Charitas Hospital (RS Charitas), institusi pelayanan kesehatan yang lahir dari rahim dedikasi murni para misionaris Katolik, resmi menginjak usia 100 tahun.
Puncak perayaan HUT ke-100 Charitas Hospital diselenggarakan dengan penuh rasa syukur dan sukacita ilahi pada Minggu (12/7/2026), bertempat di Ballroom Charitas Hospital Palembang, Lantai 8, Jalan Jenderal Sudirman.
Sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang seabad perjalanan, perayaan agung masyarakat Sumsel ini diawali dengan Misa Syukur Konselebrasi yang dipimpin oleh RD Hyginus Gono Pratowo. Usai perayaan ekaristi, acara dilanjutkan dengan resepsi akbar yang dihadiri oleh jajaran pimpinan direksi, Dewan Pengurus Yayasan, para suster Kongregasi Santo Fransiskus Charitas (FCh), tenaga kesehatan, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO-K.
Manifestasi Kasih: Modernisasi Infrastruktur Demi Pelayanan yang Utuh
Di usia emas satu abad ini, manajemen Charitas Group mempertegas komitmen kerasulannya di bidang kesehatan melalui peningkatan fasilitas medis secara masif. Ini merupakan wujud nyata untuk menghadirkan wajah Gereja yang menyembuhkan (Ecclesia Medans), baik bagi warga lokal maupun masyarakat dari luar daerah, sekaligus menyukseskan program Sumsel Health Tourism.
Direktur Utama Charitas Hospital, Dr. Antonius Yudianto, MARS, MH, FISQua, memaparkan bagaimana jaringan Charitas terus memperluas simpul-simpul pelayanan kasihnya di titik-titik strategis Sumatera Selatan:
- Charitas Hospital Palembang (Jl. Jend. Sudirman): Menjadi pusat utama (episentrum) pelayanan medis sekaligus saksi sejarah satu abad pengabdian di Bumi Sriwijaya.
- Charitas Hospital Kenten: Tengah bertransformasi secara masif melalui pembangunan Gedung Medik Baru yang dilengkapi ruang rawat inap tambahan, IGD 24 jam, kamar operasi modern, serta poliklinik spesialis terpadu.
- Charitas Hospital KM 7: Fokus mengover wilayah seputaran Sukarami, Alang-Alang Lebar, dan jalur lintas.
- Charitas Hospital Belitang (OKU Timur): Berkomitmen penuh memperkuat mutu layanan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan) daerah, yang kini diperkuat dengan fasilitas Intensive Care Unit (ICU) Terpadu.
- Jaringan Klinik Pratama/Utama: Menjangkau wilayah sub-urban hingga pelosok pedalaman sebagai perpanjangan tangan kasih (Klinik Charitas Lidwina Sekojo, Klinik Fransiskus, Klinik Pasang Surut Banyuasin, Klinik Santa Maria, dan Klinik Kartini).
Apresiasi Pemerintah: Charitas sebagai Mitra Tangguh Wisata Medis
Langkah taktis perluasan karya pelayanan dan modernisasi yang dilakukan Charitas Group ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman, menegaskan bahwa RS Charitas telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah yang sangat tangguh, andal, dan berintegritas.
“Seratus tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini membuktikan bahwa pelayanan RS Charitas mampu terus beradaptasi dan berinovasi sesuai kebutuhan zaman. Meski SDM dan manajemen silih berganti, Charitas selalu meninggalkan jejak pelayanan yang baik. Kami menegaskan, Charitas Hospital siap menyukseskan program Sumsel Health Tourism 2026 guna mendorong daya saing wisata medis unggulan di Sumsel,” ungkap dr. Trisnawarman.
Diakonia Nyata Sepanjang 2026: Sentuhan Kasih untuk Sesama
Ketua Panitia HUT, Ns. Paulus Hadi Sulistio, S.Kep, melaporkan bahwa dalam menyongsong usia seabad ini, Charitas Group tidak hanya merayakannya di dalam gedung, tetapi aktif melakukan karya karitatif-kemanusiaan nyata (diakonia) sepanjang tahun 2026.
Sebagai wujud bela rasa (compassion), aksi nyata difokuskan pada isu kesehatan krusial:
- Gerakan pencegahan stunting melalui pemeriksaan gratis dan pembagian bansos balita di Kecamatan Sukarami.
- Aksi donor darah massal.
- Program pengobatan dan skrining gratis (penyakit kronis/prolanis, pemeriksaan mata, dan pendengaran) untuk masyarakat awam.
- Kunjungan kasih dan berbagi sukacita ke Panti Werdha Dharma Bakti KM 7 Palembang.
Kemeriahan publik juga diisi dengan Charitas Dance Competition, Solo Song Competition, jalan sehat bersama, bazaar UMKM di area JPIC Charitas Convention Hall, serta peluncuran buku refleksi sejarah berjudul: “Berakar dan Berbuah dengan Sukacita: 100 Tahun Kongregasi Charitas (FCh) Indonesia.”
Meneladani 5 Suster Pionir: Oase Empati di Masa Depan
Suasana haru dan bangga menyelimuti acara puncak saat karyawan lintas unit mementaskan drama kolosal. Drama ini merefleksikan kembali kilas balik sejarah ziarah kasih kedatangan 5 orang suster pionir Kongregasi FCh dari Belanda pada 9 Juli 1926 silam di Kota Palembang.
Berawal dari dedikasi total lima suster yang melayani dalam kesederhanaan dan keterbatasan total di masa kolonial, kini benih sesawi itu telah tumbuh menjadi pohon yang rindang. Karya pelayanan tersebut berakar kuat di Indonesia dengan didukung oleh 290 suster Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh), menjadikannya salah satu pilar pelayanan kesehatan paling tepercaya dan berwajah humanis di Sumatera Selatan.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Charitas, Sr. M. Henrika, F.Ch, menegaskan bahwa catatan sejarah seratus tahun ini bukanlah titik akhir, melainkan batu loncatan imaniah menuju masa depan pelayanan yang modern namun tetap setia pada spiritualitas kongregasi.
“Kami ditantang untuk terus melangkah maju dengan semangat inovatif, dinamis, merangkul kemajuan teknologi dengan hati yang tetap penuh empati, serta menjadi oase yang tetap relevan bagi generasi yang akan datang,” pungkas Sr. Henrika penuh optimisme suci.
Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.