Di Tengah Keterbatasan, STK Touye Paapaa Keuskupan Timika Lahirkan Sarjana Angkatan Pertama

Sejarah baru Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapaa Keuskupan Timika

0 162

Katolikana.com – Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Paapaa Keuskupan Timika melahirkan sejarah baru, sekitar 32 mahasiswa angkatan pertama telah diwisuda pada Jumat (23/10/2020).

STK Touye Paapaa Keuskupan Timika mulai beroperasi pada 2014. STK Touyee Paapaa masih memiliki fasilitas pendidikan masih sangat terbatas. Maka, lulusan pertama ini menjadi tonggak bersejarah bagi perguruan tinggi Katolik di bawah Keuskupan Timika.

Ketua STK Touye Paapaa Oktovianus Pekei, S.S.,M.Sc mengatakan wisuda perdana ini menjadi tonggak penting STK dalam berkontribusi kepada masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi lulusan angkatan pertama ini untuk berperan aktif setelah lulus.

Pekei berpesan bahwa STK didirikan atas inisiasi umat sehingga setiap paroki diutus lima orang mahasiswa baru. Kini status STK telah terakreditasi C di Badan Perguruan Tinggi (PT) Nasional.

“Angkatan I STK Touye Paapaa agar dapat menjalankan peran dengan kontribusi dan kolaborasi dalam membangun negeri dan memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat,” katanya dalam Wisuda STK Touye Paapaa di Gereja lama Paroki St. Yohanes Pemandi, Jumat (23/10/2020).

Pater Marten saat memberikan pemberkatan kepada sarjana baru/Foto: Marselinus Gobai.

Dihadiri Adminisrator Keuskupan Timika dan Dirjen Bimas Katolik RI

Rangkaian acara wisuda ini dihadiri oleh Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Marten Kuayo, Pr dan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro.

Acara pertama dibuka dengan ibada pengutusan yang dipimpin oleh Administrator Diosesan Kuskupan Timika, Pater Marten Kuayo, Pr. Perayaan misa ini dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua.

Pater Marten mengatakan para wisudawan/wisudawati itu memberikan harapan bagi masyarakat untuk memberikan solusi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Tidak cukup dengan memperoleh ijazah dan pengetahuan intelektual.

“Kalian mampu membawa solusi ditengah pendidikan yang sedang bermasalah. Bukan menonton saja ketika masalah pendidikan melanda di tiap kampung masing- masing,” kata Pater Marten.

Dalam perayaan ekaristi itu, Pater Marten juga memberikan pemberkatan dan pengutusan para sarjana baru.

Sementara itu, Dirjen Bimas Katolik RI Yohanes Bayu Samodro yang menghadiri acara tersebut mengatakan dalam sambutannya bahwa penting menciptakan lulusan sarjana pendidikan Katolik yang handal di bidangnya. Hal ini dipandang penting karena cabang ilmu pendidikan kateketik semakin berkembang seiring perkembangan zaman.

Bayu mengatakan, Anda hidup di tengah masyarakat yang kompleks. Meskipun Anda di pendidikan tinggi belum merupakan jaminan akan diserap dalam lapangan kerja. Itu bisa diakibatkan karena kurang kompetensi.

“Janganlah berpaling ke belakang. Terus kembangkan potensi Anda. Bahwa Anda sudah selesai pada perguruan tinggi, bukan berarti belajar sudah selesai hari ini,” kata Bayu.

“Belajar adalah pendidikan yang diproses seumur hidup maka belajarlah seumur hidup. Saya mengajak Anda senantiasa mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk melayani masyarakat agar bahagia dan sejahtera,” tegasnya.

Seorang perwakilan wisudawan-wisudawati Yasinta Giyai mengatakan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada pencetus STK serta para dosen.

Ia menuturkan, angkatan pertama yang berasal dari berbagai daerah ini telah selesai belajar dan selanjutnya melayani, mewartakan dan menggembalakan di komunitas basis (Kombas), baik sekolah maupun di gereja.

“Kendala yang kami hadapi selama ini kurang tersedianya fasilitas gedung dan buku panduan. Tetapi dosen kami yang tanggguh ini berjuang dan mendidik kami serta memperjuangkan ke Badan Akreditasi Nasional,” kata Yasinta Giyai.

Kendala lain, katanya, adalah keterbatasan teknologi informasi yang tidak memadai sehingga para mahasiswa belajar dengan modul yang ada.

“Harapan kami sebagai alumni yang memilih untuk belajar di STK Touye Paapaa tidak keliru. Ada dua alasan untuk memutuskan kuliah di sini. Pertama, pendiri dan pengajarnya mempunyai integritas. Kedua, dengan kelas kecil membuat kegiatan belajar lebih efektif,” katanya.

(Laporan Kontributor: Marselinus Gobai)

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.