Paskah Bersama UKMC 2026: Mengubah Keterbatasan Menjadi Peluang Melalui Semangat Kasih

Foto bersama seluruh civitas akademika UKMC setelah perayaan Paskah bersama pada Jumat, (17/4/2026) ( Foto: daris )

PALEMBANG, KATOLIKANA.COM – Semangat kebangkitan dan sukacita mewarnai Aula Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) Palembang. Masih dalam suasana Oktaf Paskah, sekitar 200 anggota civitas akademika berkumpul dalam perayaan Paskah Bersama yang khidmat pada Jumat (17/4/2026).

Acara diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Musi Palembang, Romo Donatus Kusmartono, SCJ, didampingi oleh jajaran romo konselebran lainnya. Perayaan ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan perdana dilaksanakannya Paskah bersama seluruh elemen civitas akademika UKMC.

Romo Gading J Sianipar saat memberikan homilinya pada perayaan paskah bersama segenap civitas akademika Universitas Katolik Musi Charitas Palembang ( Foto: daris )

Inspirasi “Lima Roti dan Dua Ikan”

Dalam homilinya, Romo Gading Johanes Sianipar menyoroti kisah Injil tentang penggandaan lima roti dan dua ikan yang mampu mengenyangkan 5.000 orang. Beliau menekankan bahwa Yesus adalah sosok yang peduli tidak hanya pada kebutuhan rohani, tetapi juga kebutuhan jasmani umat-Nya.

“Kita berharap dengan pertolongan Allah, UKMC pun akan menerima kelimpahan mahasiswa. Syaratnya, kita harus mampu memenuhi standar perkuliahan yang tinggi dan mencetak alumni-alumni yang hebat,” ujar Romo Gading di hadapan para dosen, staf, dan mahasiswa.

Konselebran dalam perayaan Paskah bersama di UniversitasKatolik Musi Charitas Palembang ( Foto; daris )

Lima Poin Perubahan untuk UKMC

Romo Gading mengajak seluruh civitas akademika untuk mencermati lima poin inspirasi Paskah guna memajukan universitas:

  1. Belas Kasih Tuhan: Meyakini bahwa penyertaan Tuhan selalu hadir dalam setiap langkah institusi.
  2. Kepedulian Yesus: Tuhan memahami setiap harapan, perjuangan, rencana, hingga kesulitan yang dihadapi UKMC.
  3. Transformasi Ketakutan: Kehadiran Tuhan yang bangkit mampu mengubah kecemasan menjadi sumber kekuatan dan sukacita.
  4. Keterbatasan Menjadi Peluang: Tuhan mampu mengubah persoalan menjadi terobosan dan “lompatan” besar bagi universitas.
  5. Kontribusi Tulus: Meski SDM atau sarana terbatas, kontribusi sekecil apa pun jika dilakukan dengan tulus akan disempurnakan oleh campur tangan Tuhan.
Romo Gading J Sianipar dalam homilinya

Menuju Tata Kelola yang Unggul

Lebih lanjut, Romo Gading menekankan pentingnya sikap bersyukur untuk mengubah perspektif dari pesimisme menjadi optimisme. Beliau mendorong adanya pembenahan tata kelola di seluruh lembaga di bawah naungan UKMC melalui sinergi dan inovasi.

“Tuhan tidak menunggu kita menjadi hebat untuk bertindak. Beliau mengajar kita dari langkah-langkah kecil yang dipersembahkan dengan tulus. Dengan kolaborasi dan semangat Veritas Et Scientia Nobis Lumen (Kebenaran dan Ilmu Pengetahuan adalah Cahaya Kita), kita akan mewujudkan pribadi yang unggul, bermartabat, dan penuh cinta kasih,” pungkasnya.

Umat yang hadir menerima komuni kudus pada perayaan Paskah bersama di UKMC

Perayaan ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang, mempererat tali persaudaraan, dan menjadi bahan bakar semangat bagi UKMC untuk terus melayani dunia pendidikan dengan lebih baik di masa depan.

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.

Comments (0)
Add Comment