Paroki Pacar Labuan Bajo Selenggarakan School of Ministry

Labuan Bajo, Katolikana.com – Paroki St. Nikolaus Pacar melaksanakan kegiatan pembekalan bagi para pelayan pastoral bertajuk School of Misnistry pada Jumat (12/6/2026) lalu.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program kerja Renstra (Rencana Strategis) Keuskupan Labuan Bajo di triwulan II (April-Juni) tingkat paroki St. Nikolaus Pacar tahun 2026. Pemateri dalam pembekalan tersebut Pusat Pastoral Keuskupan Labuan Bajo, Komisi Liturgi Keuskupan Romo Lian Angkur, Pr dan Direktur Puspas Labuan Bajo, Romo Charles.

Para peserta yang turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam keseluruhan kegiatan pembekalan tersebut adalah para pelayan pastoral gereja se-paroki Pacar, mulai dari ketua KBG, dewan wilayah dan stasi hingga ketua DPP dan DKP serta jajaran seksi dalam struktur dewan paroki, dan para tokoh umat.

Materi utama yang menjadi prioritas pembekalan kali ini adalah tentang spiritualitas pelayanan serta makna dan peran liturgi dalam Gereja.

Dalam mengupas tema spiritulitas pelayanan, Romo Carles kembali menekankan pada cara pandang terkait hakikat pelayanan pastoral dalam Gereja yang tidak hanya semata-mata menjadi tugas dari para imam saja, melainkan tugas semua umat beriman yang telah menerima imamat umum melalui sakramen pembaptisan.

Paroki Pacar Labuan Bajo Selenggarakan School of Ministry pada Jumat (12/6/2026). Foto: Vinsen Patno/Katolikana.com

“Bahwa para petugas pastoral di paroki mulai dari DPP, DKP sampai yang paling dasar yakni ketua KBG, bukanlah hanya sekedar sebagai pembantu pastor dari sisi administrasi Gereja, melainkan merupakan bagian dari panggilan semua umat beriman dalam menghayati Tritugas Yesus yakni, sebagai Nabi, Imam dan Raja,” kata Romo Carles.

Sementara itu Romo Lian, kembali meneguhkan wawasan dari para pelayan pastoral yang hadir tentang makna liturgi serta praktik baik dalam sebuah perayaan maupun buah-buahnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Liturgi bukanlah semata-mata sebagai perayaan seremonial melainkan sebagai sumber dan puncak kehiduapn rohani. Mengikuti sebuah perayaan liturgi tidak hanya setengah-tengah, melainkan selalu mengedapankan prinsip utama yakni sadar, aktif dan penuh,” kata Romo Lian.

Selama jalannya kegiatan, terlihat semua para pelayan pastoral yang hadir sangat aktif serta mengambil bagian penuh melalui sharing pengalaman pastoral yang mereka jalankan selama ini.

Romo Didi Mbembo, Pr sebagai Pastor Paroki Pacar memberikan apresiasi yang setingginya atas berlangsungnya kegiatan pembekalan tersebut. Di samping itu, beliau menitip pesan semoga semua materi pembekalan yang telah dibawakan oleh kedua narasumber sungguh-sungguh dihayati secara nyata dalam setiap tugas yang dipercayakan kepada semua pelayan pastoral yang hadir.

Penulis adalah kontributor Katolikana.com di Labuan Bajo.

Paroki Pacar Labuan Bajo
Comments (0)
Add Comment