Kel. 19:2-6a ; Rm. 5:6-11; Mat. 9:36 – 10:8
Yesus memilih dan mengutus dua belas rasul untuk melayani
Surakarta, Katolikana.com – Katekese homili Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XI Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, Misa Minggu 1, (14/6/2026) Pukul 06.00 WIB, Pemimpin Misa Romo Hibertus Hartono, MSF.
Inspirasi bacaan Kitab Suci.
Bacaan 1 : Musa mengingatkan pada umatnya, karena ada tangan seperti sayap rajawali, yakni Allah yang menuntun membawa keluar dari Mesir.
Bacaan 2 : Santo Paulus mengingatkan bahwa pengobanan Allah begitu besar, memberikan Putra-Nya sebagai belarasa, kasih sejati, menunjukkan pengorbanan bagi manusia.
Bacaan Injil : Yesus melihat banyak orang berkumpul mengikuti-Nya kepekaan-Nya muncul : “Seperti domba yang kehilangan gembala”. “Seperti tuaian yang tidak ada penuainya”. Dalam diri Yesus tergerak untuk melayani orang banyak.
Yesus memilih dan mengutus dua belas murid untuk melayani kumpulan pribadi-pribadi yang mengikutinya.
Pelayanan tumbuh dari hati dan belas kasih. Kepekaan Yesus tidak berhenti pada hati namun dalam tindakan. Belas kasih tidak terhenti pada kata namun dalam tindakan nyata. Belarasa diwujudkan dalam tindakan berbagi dan memberi. Belarasa diwujudkan dengan memberikan berbagai rahmat.
Lima langkah perutusan berbelarasa
Belarasa muncul dari kepekaan hati. Dengan menyadari akan keprihatinan tergerak untuk berbagi berkat. Berbela rasa bisa dimiliki seseorang bertindak lebih jika ada refleksi dan “aware” kesadaran melihat keprihatinan.
Berdoa dalam pelayanan. Pelayanan tidak hanya membutuhkan “strategi” namun terlebih membutuhkan “energi”. Dengan berdoa menimba energi rohani dari Tuhan. Sebelum pelayanan dilakukan doa diperlukan agar strategi di kepala dan energi di hati disatukan dengan visi Tuhan, kehendak Tuhan. Melayani bukan kehendak manusia namun kehendak Tuhan.
Bersedia atau disponsibilitas. Kesediaan diri untuk melayani. Tuhan memilih orang yang memiliki kesediaan diri melayani, diutus, menjadi saluran berkat untuk sesama.
Berbagi berkat. Keprihatinan tidak hanya diwujudkan dalam doa tetapi dalam tindakan terlibat dan berbagi berkat. Tuhan telah memberi berkat, maka berkat perlu dibagikan bagi yang lain. Tuhan akan melengkapi dan menyempurnakan. Santo Paulus mengungkapkan : “Allah yang memulai karya baik, maka Allah yang akan menyelesaikan”.
“Deus providebit”, Tuhan yang menyelenggarakan. Pelayanan muncul bukan dari diri seseorang namun karena kekuatan Allah. Seorang yang melayani bukan dirinya yang diwartakan namun Allah yang ingin dinyatakan dan dimuliakan.
Memiliki hati yang peka terhadap orang lain, pelayanan, pemberian diri, menampakkan wajah belarasa Allah menjadi wujud kesediaan diri diutus berbagi berkat dan Tuhanlah yang menyelenggarakan.
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta