Pertama di Indonesia, Cantica Sacra Gelar Konser Pentakosta

Jakarta, Katolikana.com—Untuk pertama kalinya di Indonesia, Cantica Sacra Indonesia menggelar konser musik liturgi bertema Pentakosta. Lazimnya konser sejenis mengambil tema Paskah dan Natal.

Cantica Sacra menilai peristiwa Pentakosta, momen turunnya Roh Kudus atas para rasul, sangat layak diperingati dengan menggelar sebuah konser khusus. Konser itu diniatkan untuk merayakan Pentakosta sebagai hari lahir Gereja Katolik.

Melalui konser ini Cantica Sacra hendak menunjukkan bahwa musik liturgi bertema kedatangan Roh Kudus sudah menjadi bagian dari kegiatan ibadah sekaligus  kekayaan musik Gerejawi sejak Abad Pertengahan.

Mengambil tajuk Twilight Concert Pentakosta: Veni Creator Spiritus,  Cantica Sacra menggelar konser tersebut di gedung Gereja Lama Paroki Santa Perawan Maria Ratu (SPMR), Blok Q Jakarta Selatan pada Selasa (16/6/2026) pukul 17.00-19.30 WIB.

Cantica Sacra jadi model Schola Cantorum.

Musik Liturgi Lintas Zaman

Penampil dalam konser adalah Cantica Sacra Choir dengan formasi SATB. Kelompok paduan suara ini adalah model Schola Cantorum yang dibentuk guna melestarikan tradisi musik liturgi yang benar, baik, indah, dan suci menurut ajaran Gereja Katolik.

Sejumlah 44 orang anggota paduan suara ini berasal dari 19 paroki Keuskupan Agung Jakarta dan 2 paroki Keuskupan Bogor. Setiap orang dari mereka diniatkan menjadi benih Schola Cantorum untuk parokinya.

Tampil memukau di bawah pengabaan konduktor Jay Wijayanto dan Mikha Ogung Panggabean, Cantica Sacra Choir membawakan 16 komposisi musik liturgi bertema Roh Kudus dengan indah dan menggetarkan.

Chantica Sacra Choir membawakan lagu-lagu itu dengan formasi yang variatif: SATB, female choir, duet, dan solo. Sebagian nomor dibawakan secara acapella, tanpa iringan instrumen musik.

Rangkaian 16 nomor itu mewakili kekayaan khazanah musik liturgi Katolik lintas zaman, mulai dari Abad Pertengahan sampai Era Modern dan Kontemporer. Dari Abad Pertengahan (500-1400) ditampilkan Veni Creator Spiritus–Datanglah Roh Maha Kudus (Rabanus Maurus) dan De Spiritu Sancto (Hildegard von Bingen).

Lalu ada Miserere Mei Deus (Gregorio Allegri) dari Masa Renaisans Akhir (1400-1600)/Barok Awal (1600-1750),  Laudamus Te (A. Vivaldi) dari Masa Barok, dan Exultate Jubilate (W.A. Mozart) dari Zaman Klasik (1750-1820). Dari Era Romantik (1820-1910) ditampilkan Laudate Pueri (F. Mendelssohn), O For The Wings of a Dove (F. Mendelssohn), dan O Divine Redeemer – (C. Gounod).

Melengkapi nomor-nomor dari era lama, ada komposisi-komposisi Era Modern (1910-1975) dan Kontemporer (1975-sekarang. Nomor Ubi Caritas (M. Durufle) dipilih mewakili  Zaman Modern. Lalu dari Era Kontemporer dipilih Open Thou Mine Eyes (J. Rutter), The Lord Bless You (J. Rutter), Fanfare for Pentecost  (J. Purifoy), dan Cantate Domino (J. Elberdin).

Secara keseluruhan, rangkaian 16 komposisi tersebut menceritakan  penantian kedatangan Roh Kudus, sukacita karena kedatangan-Nya, dan harapan agar tetap hidup dalam bimbingan Roh Kudus.

Cantica Sacra bertujuan untuk mengedukasi musik liturgi Katolik di lingkungan umat.

Konser Edukasi dan Katekese

Istimewanya, semua komposisi musik liturgi itu dibawakan tanpa dukungan sound system. Paduan suara murni mengandalkan potensi resonansi rongga mulut, hidung, dan tenggorokan dan dukungan sistem akustik gereja lama SPMR Blok Q.

“Cantica Sacra ingin membagikan pengalaman spiritual membawakan musik liturgi Gereja dengan vokal murni seperti dahulu pada Abad Pertengahan.” Jay Wijayanto, konduktor, pelatih, dan direktur artistik konser menjelaskan alasannya. Terbukti, pilihan pendekatan itu menghasilkan sajian musik liturgi yang teralami lebih sakral.

Berbeda dari konser yang umumnya searah, Konser Pentakosta digelar dengan pendekatan interaktif dan partisipatif. Jay Wijayanto tampil menjelaskan sejarah dan makna lagu-lagu liturgi yang dibawakan, dan membuka ruang tanya-jawab dengan penonton. Tujuannya untuk edukasi musik liturgi Katolik di lingkungan umat.

Selain fungsi edukasi, Konser Pentakosta ini juga membawakan fungsi katekese musik liturgi. Untuk itu secara khusus hadir:

  • Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX, Uskup Padang dan Ketua Komisi Seminari KWI,
  • Romo Nikasius Jatmiko Pr, Sekretaris Eksekutif KWI,
  • Romo FX Dedomau da Gomez, SJ, Pastor Paroki SPMR Blok Q, 
  • Romo Fransiskus Yance Senga Pr, Sekretaris Komisi Liturgi KWI.

Mereka berkenaan memberikan katekese tentang aspek teologis musik liturgi.

“Musik liturgi penting untuk membangun Gereja Katolik,” kata Mgr. Vitus saat memberikan katekese singkat. Gereja Katolik yang dimaksud di situ adalah tubuh spiritual yakni Tubuh Kristus.

“Melalui musik liturgi, terjadi pertemuan antara kata-kata  manusia dari tempat rendah dan melodi Tuhan dari tempat tinggi,” kata Romo Yance. Itulah hakikat Gereja, perjumpaan intim antara umat dan Tuhan lewat nyanyian liturgis.

Konser Pentakosta ini dihadiri sekitar 250 orang penonton. Selain para klerus, mereka yang hadir menyaksikan konser adalah para bruder, suster, tokoh Katolik Jakarta, dan aktivis paroki lingkar KAJ dan Keuskupan Bogor,  khususnya pegiat musik liturgi atau paduan suara gereja.

Dukungan Berbagai Pihak

Konser kali ini didukung oleh berbagai pihak. Dukungan iringan musik datang dari Angelica Liviana (piano), Maria Miselsi (organ), dan  Billy Aryo (cello). Theresia Sagita tampil sebagai manajer panggung (stage manager). Sejumlah tokoh Katolik sukarela memberikan dukungan finansial dan natura untuk membiayai persiapan dan pelaksanaan konser.

Konser Pentakosta ini merupakan konser ketiga dari Cantica Sacra Indonesia, suatu komunitas awam Katolik KAJ yang mendedikasikan kegiatannya untuk pengembangan musik liturgi di Indonesia.

Konser kali ini adalah salah satu dari sekian program untuk tahun 2026. Program-program lainnya adalah pelatihan, publikasi, tutorial, dan pelayanan misa. Target program adalah seminari dan paroki. Untuk itu Cantica Sacra menjalin kerja sama  dengan Komisi Liturgi dan Komisi Seminari baik di tingkat Keuskupan maupun KWI. []

Kontributor: MT Felix Sitorus

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Cantica SacraJay WijayantoKonserPentakosta
Comments (0)
Add Comment