TIM KCLH Paroki Santo Paulus Kleco Solo Membagi Bibit Sayuran dan Ajak Umat Menanam

 

Surakarta, Katolikana.com -Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tahun pada 5 Juni sebagai momentum meningkatkan kesadaran dan tindakan melindungi serta melestarikan lingkungan hidup.

Minggu (21/6/2026), Tim Keutuhan Ciptaan dan Lingkungan Hidup (KCLH) Bidang Yanmas Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta mengadakan Stan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Aneka bibit tanaman hias, benih sayuran, sabun eco enzyme yang disajikan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta

Dimulai dari keluarga
Agatha Mawartiningrum salah satu anggota Timpel KCLH mengungkapkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Paroki Santo Paulus Kleco ditandai dengan ajakan mencintai lingkungan yang di mulai dari keluarga dengan ajakan menanam.

Gereja mengajak keluarga-keluarga untuk menanam tanaman hias dan tanamanan sayuran yang diperlukan dalam keperluan sehari-hari seperti cabe, tomat, sawi hijau, kangkung, bayam dan lainnya.

Hal ini dilakukan karena sederhana dan mudah dengan menggunakan pot dan media tanam atau tanah pekarangan meski lahan sempit serta memakai pupuk kompos atau pupuk kandang.

Pada kesempatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tim KCLH Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta mengadakan stan pameran: membagikan secara gratis benih-benih tanaman sayuran diantaranya : cabe, tomat, terong dan tanaman sayur lainnya.

Selain itu juga menyediakan media tanam, pupuk, bibit tanaman hias, sabun eco enzyme, karbol eco enzyme serta macam-macam produk pengolahan hasil barang-barang tidak terpakai.

Ajakan menanam di pekarangan, pot sekitar rumah, tanaman sayuran sebagai upaya ikut peduli pada lingkungan hidup.

Menanam sirih merah
Seorang pengunjung, Elisabeth, umat dari Wilayah Santo Andreas Songgolangit tampak membeli bibit tanaman sirih merah.

Menurut Elisabeth, sirih merah akan ditanam di pekarangan rumahnya. Sirih merah menurutnya memiliki banyak manfaat . Daun sirih merah kaya akan senyawa alami seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin. Manfaat utamanya memberi anti septik, penyembuhan luka, melawan infeksi bakteri, digunakan berkumur dan mencegah infeksi mulut.

Pengunjung membeli bibit sirih merah dan berencana menanam di pekarangan rumah kediamannya.

Berkumur dengan air rebusan sirih merah meredakan sariawan, gusi berdarah, dan bau mulut serta meredakan radikal bebas.

Selain itu membantu kontrol gula darah. Secara tradisional sirih merah digunakan sebagai agen antidiabetes untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

Untuk mengonsumsinya, daun sirih merah sebanyak 3-5 lembar daun yang sudah dicuci bersih direbus dengan 1-2 gelas air hingga mendidih, lalu disaring dan didinginkan dan diminum . (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Hari Lingkungan Hidup Se-dunia
Comments (0)
Add Comment