Manggarai Barat, Katolikana.com – Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan memperkuat profesionalisme guru, Tim Kurikulum Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Barat (Yasukmabar) melaksanakan kegiatan supervisi terhadap perangkat pembelajaran para guru SMKS Stella Maris Labuan Bajo Selasa (20/7/2026) bertempat di RPS Hotel SMKS Stella Maris Labuan Bajo.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Yasukmabar untuk memastikan kualitas pendidikan. Tim Kurikulum YasukMabar yang melakukan pemeriksaan adalah adalah Felix Beda, Tukan S.Pd., M.Pd dan Drs Paulus Hansko. Keduanya merupakan pensiunan pengawas pendidikan. Keduanya memeriksa perangkat pembelajaran masing-masing guru.
Kegiatan supervisi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru telah memenuhi standar kurikulum yang berlaku serta mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang efektif, berkualitas, dan berpusat pada peserta didik. Program ini sejalan dengan komitmen Yasukmabar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh sekolah yang berada di bawah naungannya.
Selama supervisi, Tim Kurikulum melakukan pemeriksaan dan pendampingan terhadap berbagai dokumen pembelajaran, meliputi capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, modul ajar, asesmen, perangkat evaluasi, hingga administrasi pendukung lainnya. Selain melakukan penilaian, tim juga memberikan masukan konstruktif kepada setiap guru agar perangkat pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia pendidikan.
Sesaat sebelum supervisi, Ketua Yasukmabar RD Yohanes F Selman menyatakan Yayasan saat ini memiliki Peta Jalan Penyelenggaraan Pendidikan 2026-2030. Peta jalan memuat antara lain target kinerja. Salah satu bentuknya peningkatan mutu sekolah-sekolah di bawah Yasukmabar.
“Kami gandeng orang yang berkompeten untuk memperkuat mutu. Keduanya saat ini masuk dalam Tim Kurikulum Yayasan. Apa yg kita lakukan hari ini kita jadikan kegiatan berkala ke depan,” ujar Romo Yohanes F Selman.
Ia menambahkan supervisi kali ini terutama fokus untuk memeriksa modul ajar setiap guru. Hasil dari supervisi ini nantinya menjadi catatan bagi Yayasan untuk tindak lanjut pendampingan atau pelatihan.
Terkait supervisi Paulus Hansko menyatakan kehadiran Tim Kurikulum merupakan bentuk pendampingan, bukan untuk menilai para guru. “Bagian mana yang kurang, kita tambahkan. atau ada hal-hal yang perlu untuk didiskusikan, kita diskusikan. Supervisi bukan semata-mata kegiatan evaluasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan pembinaan profesional bagi para guru,” katanya.
“Supervisi ini merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan agar guru semakin siap melaksanakan pembelajaran yang bermutu. Kami ingin memastikan bahwa setiap perangkat pembelajaran benar-benar menjadi pedoman yang efektif dalam menghadirkan proses belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.
Vinsensius Patno Plt Kepala SMKS Stella Maris Labuan Bajo menyambut baik pelaksanaan supervisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para guru untuk memperoleh masukan yang objektif sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran.
“Kami berterima kasih atas pendampingan yang diberikan Tim Kurikulum Yasukmabar. Supervisi ini memotivasi seluruh guru untuk terus memperbaiki kualitas perangkat pembelajaran sehingga proses pendidikan di SMKS Stella Maris Labuan Bajo semakin profesional dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Para guru juga menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Melalui dialog dan diskusi bersama tim supervisi, mereka memperoleh berbagai rekomendasi praktis untuk menyempurnakan perangkat pembelajaran serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif.
Melalui kegiatan ini, Yasukmabar kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu di lingkungan sekolah-sekolah Katolik. Dengan supervisi akademik yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kompetensi guru semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan proses pembelajaran yang berkualitas dan berdampak positif terhadap perkembangan karakter, kompetensi, serta prestasi peserta didik.
Penulis adalah kontributor Katolikana.com di Labuan Bajo.