Katolikana.com – Kemarin kita membaca surat Paulus kepada jemaat Tesalonika. Di sana, sang rasul agung menegur sebagian jemaat yang malas bekerja karena menyangka Tuhan Yesus segera datang. Artinya, penantian mereka hampir digenapi. Jadi, untuk apa mereka sibuk mengerjakan hal-hal duniawi?
Hari ini, kita membaca Injil Matius yang berbicara tentang berjaga-jaga. Yesus bersabda, “Berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar” (Matius 24:42-43).
Pentingnya berjaga-jaga
Kedua bacaan di atas menegaskan pentingnya berjaga-jaga. Hal itu berkaitan dengan dua pilar iman Kristen, yakni iman dan pengharapan. Mereka yang beriman kepada Tuhan tentu menaruh pengharapan kepada-Nya pula. Ketika harus menanti, mereka melakukannya dengan penuh pengharapan, karena percaya bahwa Tuhan akan memenuhi pengharapannya.
Bagaimana hal itu relevan dengan hidup Santa Monika dan hidup kita? Salah satu pelajaran terpenting yang dapat kita petik dari hidupnya adalah ketekunannya menunggu. Bertahun-tahun ia berdoa dan memohon kepada Tuhan agar anaknya, Agustinus, bertobat dari dosa-dosanya. Ia melengkapi doanya itu dengan tetesan air mata cinta yang tiada taranya.
Santa Monika tidak mengetahui kapan Tuhan akan menjawab doanya. Namun ia percaya bahwa suatu saat Tuhan akan mengabulkan permohonannya. Benar, Tuhan menjawabnya.
Percakapan rohani
Ketika berada di Ostia, kota kecil di pantai dekat kota Roma, Monika dan Agustinus terlibat percakapan rohani yang mendalam sambil bersandar di jendela . Keduanya merenungkan kehidupan kekal orang-orang kudus. Dalam puncak ekstasi rohani, jiwa mereka sejenak menyentuh kebijaksanaan Ilahi . Di akhir percakapan, Monika menyatakan bahwa satu-satunya alasan ia ingin hidup lebih lama adalah untuk melihat Agustinus menjadi Kristen. Doa itu telah dikabulkan Allah secara berlimpah . Kini, ia merasa misinya telah selesai. Saat penantiannya berakhir.
Apa pelajaran rohaninya bagi kita? Pertama, Tuhan itu setia dan dapat diandalkan. Dia tidak membiarkan doa dari umat-Nya yang sungguh setia terus menggantung di udara tanpa jawaban dari-Nya. Kedua, orang beriman perlu terus menerus menaruh harapannya kepada Tuhan, Sang sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan.
Saat tepat menurut waktunya
Akhirnya, orang beriman itu percaya bahwa waktu Tuhan bukanlah waktunya. Jalan Tuhan berbeda dari cara manusia. Yang jelas Tuhan menjawab doa-doa kita pada saat yang tepat menurut waktu dan kehendak-Nya. Dalam doa dan pengharapan, kita perlu belajar dari air mata Santa Monika.
“Aku hendak memuji nama-Mu selama-lamanya, ya Allah Rajaku” (Mazmur 145:1).
Kamis, 27 Agustus 2026
Peringatan Santa Monika
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.