Torres, Seniman Cilik Asal Yogyakarta Tembus Kancah Internasional

Karya lukisnya dibeli turis dari Italia dan Swiss.

0 119

Katolikana.comTorres Equen Javas Wistara (10), seniman cilik asal Bantul Yogyakarta, berhasil membuat karya lukisan dari goresan tangannya sendiri. Uniknya, dia bisa melukis dengan kedua tangannya.

Torres berhasil mengharumkan namanya hingga di kancah internasional. Ia berhasil memenangkan berbagai macam penghargaan nasional maupun internasional serta mengikuti pameran seni.

Anak pertama dari dua bersaudara ini memiliki bakat melukis dari ayahnya, Gunawan (43) yang juga pelukis.

Gunawan melihat potensi melukis Torres sejak usia tiga tahun.

“Awalnya melihat bapaknya melukis. Akhirnya Torres tertarik dan coba sendiri,” ujar Gunawan.

Torres dan adiknya sedang menunjukkan karya lukis buatannya. Foto: Instagram.com/@Torreseguen_

Berawal dari secarik kertas dan cat air sang ayah hingga melukis melalui kanvas, kini Torres menjadi menggemari seni.

“Dulu pertama kali melukis karena sering diajak papa lihat pameran dan melihat orang melukis secara langsung di tempat. Jadi saya tertarik dengan seni lukis dan menggambar,” jelas Torres.

Pada awalnya Torres melukis menggunakan crayon seperti anak-anak pada umumnya. Namun, di usia tiga tahun, Torres sudah bisa menggunakan cat air dan memunculkan objek pada lukisannya.

Hidup di lingkungan yang penuh keragaman budaya membuat Torres banyak membuat lukisan dengan tema budaya.

“Tema budaya Jogja seperti jatilan. Kesulitannya dalam melukis paling dari detail objek grebegan sama jatilan,” kata Torres.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Torres Eguen (@torreseguen_)

Misalnya, saat berkunjung ke Wisata Sekaten, atau sepulang menonton kuda lumping, Torres akan langsung membuat sketsa lalu dituangkan ke kanvas.

Karena kegemaran Torres dalam melukis didasarkan dari hobi sejak kecil, belum ada filosofi yang dimasukkan ke dalam setiap karyanya.

“Tidak ada filosofi tertentu karena itu gambarnya suka-suka dia,” kata Gunawan.

Dalam setiap kegiatan tentu terdapat tekanan atau dorongan. Menurut Gunawan, anak lelakinya mengaku baik-baik saja. Tidak ada kendala dalam melukis, baik tekanan maupun kesulitan.

“Dia tidak merasakan tekanan apapun dalam melukis, karena terlalu menikmati melukis,” jelas Gunawan.

Gunawan (43) dan Torres (10) sedang memamerkan hasil karya. Foto: Instagram.com/@Torreseguen_

Kemampuan Torres makin meningkat karenakan keuletannya untuk mengasah kemampuan dengan mencari objek lukisan di alam terbuka seperti mengunjungi tempat tertentu dan melukis secara langsung.

“Lebih sering belajar sendiri atau melukis langsung di tempat dan berkunjung ke pameran lukisan,” ujar Torres.

Kegiatan melukis di tempat tersebut mengundang ketertarikan bagi stasiun televisi TVRI, sehingga Torres diundang untuk diliput oleh stasiun televisi lokal.

Selain dari bakat dan kegigihannya dalam melukis, kemampuan Torres meningkat pesat hingga usianya menginjak 10 tahun.

Dukungan orang tua dan lingkungan mendukung kegemaran Torres membuat ia bisa berada di titik ini.

View this post on Instagram

A post shared by Torres Eguen (@torreseguen_)


Prestasi pertama Torres terukir pertama kali pada usia  balita. “Lomba mewarnai di usia tiga tahun, kadang ikut lomba lukis. Alhamdulillah dapat prestasi,” jelas Gunawan.

Setelah itu, berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional pun diraihnya.

Tak kurang 500 piala dan piagam tersimpan di rumahnya. Saat ini piala dan penghargaan Torres didominasi oleh juara 2 dan 3.

Ia pernah mengikuti lomba lukis skala internasional di Kyoto, Jepang. Ini merupakan program lomba lukis kerjasama Jepang dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Torres dan adik berfoto dengan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Foto: Istimewa

Di usia sembilan tahun, lomba tak lagi menjadi ajang mengasah kemampuannya. Ia mulai melirik pameran lukisan.

Beberapa pameran di Galeri Nasional Jakarta, Jogja Galeri, Pameran Magelang, pernah memajang karya Torres.

Pencapaian Torres yang paling mengejutkan dan membanggakan adalah saat seorang turis mancanegara membeli lukisannya.

Turis asal Italia memesan secara langsung kepada Torres saat ia sedang melukis langsung di tempat.

Lalu ada turis asal Swiss yang membeli lukisan saat Torres sedang melukis di Museum Affandi, Yogyakarta.

Torres menunjukkan bahwa kegemaran yang terus diasah dapat menghasilkan karya yang indah dan bernilai.**

Kontributor: Fiona Troyandi

 

 

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.