Yuk, Nikmati Kopi Santen Khas Kabupaten Blora

Resep kopi ditemukan secara tidak sengaja.

0 57

Katolikana.com—Biasanya orang menikmati sajian kopi yang diseduh dengan air. Di Desa Jepangrejo, Kabupaten Blora, kita bisa menikmati kopi yang diseduh dengan santan.

Warung Kopi Santen Mbah Sakijah menjadi salah satu kuliner khas yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Kabupaten Blora.

Kopi Santen Mbah Sakijah

Cara pembuatan dan rasanya unik serta harga terjangkau menjadikan warung Kopi Santen Mbah Sakijah ini selalu ramai oleh pengunjung.

Satu gelas kopi santen dihargai Rp 5.000 saja. Namun, karena menggunakan santan segar yang harus terlebih dahulu diproses, pengunjung harus menunggu 15 menit sebelum menikmati segelas kopi.

Karena berbahan dasar santen yang mudah rusak, kopi ini tidak dapat dibawa untuk perjalanan jauh.

Bagi pengunjung dari luar kota, warung Kopi Santen Mbah Sakijah menyediakan produk kopi bubuk sehingga dapat dibawa untuk perjalanan panjang.

Suka dan Duka

Warung Kopi Santen Mbah Sakijah berdiri sejak tahun 1980-an. Sejak berdiri, tentu banyak suka dan duka yang dilalui.

“Jatuh sering, kalau bangunnya belum. Baru mau menikmati. Kalau dukanya itu di aspek modal,” ucap Rokhim (36), selaku generasi ketiga yang mengelola warung Kopi Santen Mbah Sakijah.

Rokhim mengaku warung kopi santen Mbah Sakijah bahkan pernah hampir tutup karena ia tidak punya modal.

Keramaian pengunjung di Warung Kopi Santen Mbah Sakijah

Meski sempat mengalami kesulitan dana, Rokhim memutuskan untuk melanjutkan usaha warung Kopi Mbah Sakijah dengan mencari pinjaman uang.

Menurutnya, kopi santen punya keunikan tersendiri yang berbeda dari yang lain.

“Saya perluas tempatnya, saya kembangkan lagi makanannya,” Ucap Rokhim.

Rokhim mengaku senang yaitu karena dapat berjualan di rumah.

“Tidak harus mandi, tidak harus kemana-mana orang datang sendiri,” imbuhnya dengan nada bercanda.

Dampak Pandemi

Pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada Warung Kopi Santen Mbah Sakijah.

“Sempat terkena dampaknya.Yang ngopi ‘kan anak sekolah. Pandemi membuat sekolah-sekolah libur.  Otomatis pengunjung berkurang,” ujar Rokhim.

Untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 Rokhim memutuskan mengubah sistem kerja.

Rokhim (36) pemilik warung Kopi Santen Mbah Sakijah.

“Menu tetap sama. Yang disesuaikan sistem kerjanya, karena banyak yang kerja di sini. Jadi sistem kerjanya dirolling,” ungkapnya.

Agar dapat tetap bertahan di tengah munculnya tempat-tempat ngopi milenial, Rokhim mengatakan ia menggunakan iklan sebagai strategi untuk dapat bertahan.

“Semua media saya masuki. Ada Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, bahkan radio saya masuki,” ujarnya.

Ia berharap dengan upaya-upaya yang dilakukan Warung Kopi Santen Mbah Sakijah dapat lebih maju dan bisa membuka cabang.

Rasa Enak dan Unik

Kevin (24), pengunjung di warung Kopi Santen Mbah Sakijah, mengaku kopi santen memiliki rasa yang enak dan unik.

“Rasanya beda. Belum ada kopi seperti ini di tempat lain,” ungkapnya.

Ia sudah empat kali berkunjung ke warung Kopi Santen Mbah Sakijah, meskipun untuk menuju ke sana ia harus melewati jalanan yang rusak parah.

Kevin menyarankan agar pengelola dapat menambah tenaga kerja dan alat bantu masak. Sehingga pengunjung tidak perlu menunggu terlalu lama. **

Kontributor: Shania Hendra Gunawan

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.