Hari Ini, Pendaftaran Misa Kepausan di Singapura Mulai Dibuka

Pendaftaran misa kepausan di Indonesia masih menunggu informasi dari KWI.

0 658

Katolikana.com, Singapura — Hari ini, Senin (24/6), Keuskupan Agung Singapura secara resmi telah membuka pendaftaran untuk mendapatkan tiket misa bersama Paus Fransiskus di Singapura.

Misa kepausan tersebut akan diselenggarakan di Stadion Nasional Singapura, pada 12 September 2024. Paus Fransiskus akan menyambangi Negeri Singa tanggal 11-13 September 2024, setelah melawat ke Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Leste.

Tiket misa kepausan ini tidak dibagikan dengan sistem ‘siapa cepat, dia dapat’. Keuskupan Agung Singapura mengambil kebijakan untuk membagikan tiket misa kepausan tersebut dengan menggunakan sistem undian.

Tiket untuk semua acara kepausan tidak dipungut biaya, tidak dapat dipindahtangankan, dan bergantung pada ketersediaan serta batasan tempat.

Pendaftaran untuk mendapatkan tiket misa Kepausan hanya akan dipusatkan melalui situs resmi Keuskupan Agung Singapura, myCatholicSG. Pendaftar akan diminta membuat akun di situs tersebut untuk selanjutnya bisa mendaftarkan diri mereka dalam undian tiket misa kepausan.

Semua masyarakat yang tinggal di Singapura, baik umat Katolik maupun non-Katolik, yang berminat menghadiri misa bersama Paus Fransiskus, diperkenankan untuk mendaftarkan diri.

Bahkan, umat Katolik dan masyarakat umum dari negara-negara yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Asia (FABC) juga dipersilakan untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti undian tiket misa kepausan ini.

Perkecualian hanya ditujukan untuk masyarakat Indonesia dan Timor Leste. Mengingat Paus Fransiskus juga akan berkunjung ke dua negara tersebut di bulan September mendatang.

Pendaftaran undian tiket misa kepausan akan dibuka bagi publik hingga 31 Juli mendatang. Masyarakat yang beruntung mendapatkan tiket misa kepausan nantinya akan mendapatkan notifikasi di bulan Agustus melalui akun myCatholicSG mereka.

 

Tiket Khusus untuk Malaysia dan Brunei

Keuskupan Agung Singapura melalui Konferensi Waligereja Malaysia, Singapura, dan Brunei (CBCMSB) juga telah memberi jatah tiket misa kepausan dalam jumlah terbatas bagi umat Katolik dari Malaysia dan Brunei, pada tanggal 12 Juni lalu.

Alokasi khusus ini ditujukan bagi sepuluh keuskupan anggota CBCMSB (selain Keuskupan Agung Singapura), yakni: Keuskupan Agung Kuala Lumpur, Keuskupan Malaka-Johor, Keuskupan Penang, Keuskupan Agung Kuching, Keuskupan Miri, dan Keuskupan Sibu. Selanjutnya, ada Keuskupan Agung Kota Kinabalu, Keuskupan Keningau Keuskupan Sandakan, serta Vikariat Apostolik Brunei.

Umat ​​​​Katolik di kesepuluh keuskupan itu diminta menghubungi pihak keuskupan masing-masing untuk mengetahui cara mendapatkan tiket misa kepausan tersebut.

Sama seperti tiket misa kepausan yang akan dibagikan kepada masyarakat di Singapura, umat Katolik di Malaysia dan Brunei juga tidak dipungut biaya untuk bisa memperoleh tiket misa kepausan. Untuk mengindari tiket diperjualbelikan, tiket tersebut juga akan diberi nama sesuai identitas pemegang tiket sehingga tidak dapat dipindahtangankan.

Setiap keuskupan pun diberikan keleluasan menentukan cara mereka sendiri-sendiri untuk mengalokasikan tiket yang sangat terbatas ini kepada umat Katolik setempat.

Panitia penyelenggara dari Keuskupan Agung Singapura hanya mengingatkan agar umat Katolik dari Malaysia dan Brunei memastikan mereka telah mendapatkan tiket misa kepausan terlebih dahulu sebelum membeli tiket pesawat dan akomodasi.

 

 

Indonesia Menunggu KWI

Berbeda dengan Singapura, Indonesia yang notabene akan menjadi negara pertama yang akan dikunjungi Paus Fransiskus dalam Tur Asia-Pasifiknya justru belum membuka pendaftaran misa kepausan bagi publik.

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai pihak penyelenggara kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia masih belum membagikan informasi resmi apapun terkait hal tersebut.

Bahkan belum ada keterangan mengenai tanggal dan lokasi pasti misa kepausan yang akan dipersembahkan Paus Fransiskus di Jakarta. Banyak pihak meyakini Gelora Bung Karno (GBK) tengah dipersiapkan untuk menggelar misa kepausan. Apalagi GBK juga pernah dipakai untuk menggelar misa kepausan Paus Paulus VI (1970) dan Paus Yohanes Paulus II (1989).

Meski demikian, KWI belum bersedia membenarkan dugaan tersebut. KWI hanya meminta masyarakat menunggu informasi resmi dari KWI.

“Agenda maupun program selama perjalanan apostolik Paus dalam rentang kunjungan tersebut masih dipersiapkan dan sedang menunggu persetujuan tim Vatikan sehingga secara rinci belum diumumkan ke publik,” sebut KWI dalam keterangan tertulisnya.

 

Sumber: Roman Catholic Achdiocese of SingaporePope Francis Singapore 2024

Kontributor Katolikana.com di Jakarta. Alumnus Fisipol Universitas Gadjah Mada. Peneliti isu-isu sosial budaya dan urbanisme. Bisa disapa via Twitter @ageng_yudha

Leave A Reply

Your email address will not be published.