RS Brayat Minulya Surakarta Selenggarakan Pesta Santo Fransiskus Asisi Pelindung Suster OSF dan Perayaan Ulang Tahun Ke-40 Membiara Sr. M. Chrisentine, OSF

0 9

Surakarta, Katolikana.com – Pesta Santo Fransiskus Asisi diperingati setiap tanggal 4 Oktober oleh Gereja Katolik, yang bertepatan dengan tanggal wafatnya pada 4 Oktober 1226 di Portiuncula, Italia.

Bagi Kongregasi Suster OSF Semarang ( Kongregasi Suster Santo Fransiskus dari Tobat dan Cinta Kasih Kristiani, Provinsi Tritunggal Mahakudus Indonesia) Santo Fransiskus Asisi merupakan Santo Pelindung tarekat.

Komunitas Suster OSF Biara RS Brayat Minulya Surakarta, pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Pesta Santo Pelindung Santo Fransiskus Asisi yang dipimpin Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr Vikaris Episkopal Surakarta. Perayaan diikuti Suster-suster OSF, Suster dari BKK, para dokter, perawat, pegawai dan karyawan RS Brayat Minulya Surakarta.

Bertepatan dengan pesta nama Santo Pelindung juga diungkapkan ujub doa perayaan 40 Tahun Hidup Membiara Suster M. Chrisentine, OSF.

Teladan  Santo Fransiskus Asisi

Teladan utama Santo Fransiskus Assisi berpusat pada peneladanan hidup Yesus Kristus melalui semangat kesederhanaan, kerendahan hati, cinta kasih kepada sesama, persaudaraan dan kepedulian terhadap alam.

Santo Fransiskus Asisi mewariskan pesan untuk  membawa damai (Pace e Bene) dan mendambakan agar kebencian digantikan dengan kasih, sesuai dengan doa termasyhur “Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai-Mu”.

Santo Fransiskus Asisi dalam karya sastranya yang paling terkenal Gita Sang Surya (Canticle of the Sun atau Kidung Segenap Ciptaan ) menyapa air dengan sebutan “Saudari Air”.

Suster M. Chrisentine, OSF memotong kue ulang tahun menandai 40 tahun membiara

Fransiskus Asisi memuji Tuhan dalam Kidung Saudara Matahari, atas Saudari Air dengan mewariskan keteladanan yang bisa direfleksikan yaitu:

  • Air sangat berguna, faedahnya besar. Air menopang kehidupan seluruh makhluk hidup.
  • Air merendah (humble). Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, mengajarkan kebajikan kerendahan hati (humilitas).
  • Air berharga dan murni. Air melambangkan kesucian, kejernihan, dan kebersihan jiwa yang datang dari Allah.
Ice breaking : musik, gerak dan sehat

Merenungkan Sabda dalam Homili

Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr dalam homili mengajak umat meneladan Yesus dan Santo Fransiskus Asisi yang peduli pada orang lain yang kecil dan sederhana.

Kisah Santo Fransiskus Asisi yang memperbaiki gereja semasa hidupnya bermula dari sebuah pengalaman spiritual mendalam pada tahun 1205 di kapel kecil San Damiano, yang terletak di pinggiran kota Assisi, Italia.
Pada awalnya, Fransiskus mengartikan perintah tersebut secara harfiah atau fisik. Ia mengira Tuhan memintanya untuk merenovasi bangunan kapel San Damiano yang lapuk itu.

Untuk membiayai perbaikan tersebut, Fransiskus nekat mengambil kain-kain mewah dari gudang ayahnya seorang saudagar pedagang kain kaya, menjualnya beserta kudanya, lalu menyerahkan uangnya kepada pastor di San Damiano. Tindakan ini memicu kemarahan besar dari ayahnya, hingga akhirnya Fransiskus memilih menanggalkan seluruh pakaian dan hak warisnya di hadapan Uskup Assisi demi hidup miskin dan melayani Tuhan.

Pakaian yang ia kenakan pakaian orang miskin. Ia meninggalkan hidup yang mengejar kesenangan. Hidupnya diabdikan untuk tarekat, karya sosial dan orang miskin.
Dari kisah Santo Fransiskus Asisi kita diajak untuk memberi perhatian bagi orang kecil dan sederhana. Dengan kerendahan hati ia mengabdikan diri pada Tuhan. Ia menyapa ciptaan Tuhan dengan sebutan Saudara Matahari untuk mendekatkan diri pada ciptaan-Nya.

Pada bacaan Injil Yesus menyampaikan ucapan syukur pada Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Yesus memberikan perhatian pada orang kecil, sederhana, miskin dan membutuhkan perhatian. Ia pernah bersabda:” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.

“Seringkali dalam hidup pergaulan kita, kita tidak memberikan perhatian bagi orang kecil. Tidak mengenal mereka yang sederhana, yang dikenal tokoh-tokoh. Maka mari kita memulai memberikan perhatian bagi saudara-saudari yang sederhana, yang kurang diperhatikan atau kurang dipedulikan. Juga dalam pelayanan di rumah sakit ini. Mari kita layani yang datang meskipun mereka orang-orang yang sederhana,” ajak Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr.

Memberi sambutan dr. A. Dhian Handaningrum Dwi Wulandari, Sp.PD. dan Sr. M. Chrisentine, OSF.

Menjaga semangat persaudaraan
Usai Perayaan Ekaristi Direktur Utama RS Brayat Minulya Surakarta dr. A. Dhian Handaningrum Dwi Wulandari, Sp.PD berkenan memberikan kata sambutan berkaitan dengan Pesta Nama Santo Pelindung Suster OSF dan Ulang Tahun ke-40 Membiara Sr M.Chrisentine, OSF.

“Profisiat atas pesta nama Santo Fransiskus Asisi pelindung Suster OSF dan pelindung RS Brayat Minulya Surakarta. Meskipun kami, dokter, perawat, pegawai tidak hidup dalam biara tetapi kami akan belajar setia dalam pelayanan, menjaga semangat persaudaraan, kepedulian, kerendahan hati dan kasih dalam setiap karya di RS Brayat Minulya”, kata dr. A. Dhian Handaningrum Dwi Wulandari, Sp.PD.

“Mari mendoakan Suster Maria Chrisentine, OSF agar senantiasa diberi kesehatan, suka cita, kekuatan dan kesetiaan dalam menjalanlan perutusan, lanjut dr. Dhian.

Suka cita performance para pegawai RS Brayat Minulya dalam perayaan Pesta Santo Fransiskus Asisi.

Sementara itu Sr. M. Chrisentine, OSF saat memberikan sambutan mengungkapkan terima kasih kepada Romo Vikep, para suster, dokter, perawat dan pegawai yang telah menemani perjalanan tugas dan karya dalam hidup membiara dan di RS Brayat Minulya Surakarta. Juga bagi semua pihak yang terlibat dalam perayaan Ekaristi.
“Saya merasa diterima, ditemani dan merasakan kekompakan serta persaudaraan dalam membiara dan karya selama ini”, kata Sr. M. Chrisentine, OSF.

Tarian Nusantara warnai suka cita Perayaan Pesta Santo Fransidkus Asisi

Perayaan dilanjutkan dengan isian acara performance pegawai RS Brayat Minulya dan ramah tamah. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.