Inilah Pemenang Sayembara Penulisan Artikel Tingkat Seminari Menengah 2026

Juara I, II, dan III: St. Vincentio a Paulo Garum, St. Fransiskus Asisi Jayapura, dan Christus Sacerdos Pematangsiantar.

0 9

Jakarta, Katolikana.com—Komisi Seminari Konferensi Waligereja  Indonesia resmi mengumumkan pemenang Sayembara Penulisan Artikel Tingkat Seminari Menengah Katolik Se-Indonesia Tahun 2026 pada Rabu 21 Oktober 2026. Peraih juara I, II, dan III berasal dari seminari-seminari St. Vincentio a Paulo Garum, St. Fransiskus Asisi Jayapura, dan Christus Sacerdos Pematangsiantar.

Diprakarsai Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia, bekerjasama dengan Mingguan HIDUP dan Paguyuban Gembala Utama, sayembara bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis seminaris.

Dikaitkan dengan Tahun Yubileum Khusus Fransiskus 2026, sayembara berlangsung sepanjang 16 Juni – 15 Oktober 2026. Temanya “Menggali dan menghidupi spiritualitas kasih dan persaudaraan Santo Fransiskus Asisi terhadap segenap ciptaan Allah.” 

Sesuai tema,  pilihan topik artikel adalah pertama, masalah alam ciptaan dan solusinya melalui praktik nilai-nilai Laudato Si’ atau, kedua, masalah sosial dan solusinya melalui praktik nilai-nilai Fratelli Tutti.

Dominasi Seminari Wilayah Barat

Sayembara diikuti sebanyak 125 orang seminaris. Mereka berasal dari 14 seminari menengah. Jumlah ini mencakup hanya 27 persen dari total 51 seminari menengah yang ada di Indonesia.

Mayoritas peserta berasal dari seminari-seminari di wilayah barat Indonesia. Sebanyak 77 peserta (62 persen) berasal Christus Sacerdos Pematangsiantar (32 orang), Maria Nirmala Padang (17 orang), St. Vincentius a Paulo Garum (11 orang), St. Petrus Kanisius Mertoyudan (5 orang), Wacana Bhakti Jakarta (4 orang), Marianum Probolinggo (4 orang), St. Julianus Purwokerto (3 orang), dan Cadas Hikmat Bandung (1 orang).

Sedangkan 48 peserta lainnya (38 persen) berasal dari seminari-seminari di wilayah tengah dan timur Indonesia. Mereka berasal dari Pius XII Kisol (24 orang), San Domingo Hokeng (8 orang), St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo (6 orang), St. Maria Imakulata Lalian (3 orang), St. Fransiskus Asisi Sinar Buana Tambolaka (2 orang), dan St. Fransiskus Asisi Jayapura (5 orang).

Sebagai catatan, tidak ada peserta sayembara yang berasal dari seminari-seminari yang berada di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Berimbang Laudato Si dan Fratelli Tutti
Dari segi jumlah pilihan topik artikel, tidak ada perbedaan nyata antara Laudato Si dan Fratelli Tutti. Topik Laudato Si dipilih oleh 66 orang peserta (53 persen) sedangkan topik Fratelli Tutti dipilih 59 orang peserta (47 persen).

Tidak adanya dominasi salah satu topik menandakan masalah-masalah lingkungan hidup dan solidaritas sosial adalah isu-isu yang dekat dengan seminaris pada umumnya. Demikian pula dengan isu pertobatan ekologis dan pertobatan sosial.

Penilaian Substansi Artikel dan Peran Artificial Intelligence
Dewan Juri, terdiri dari MT Felix Sitorus (Ketua), Febry Silaban (Sekretaris) serta Frans Hasiholan Siagian, Lukas Teguh Jatmiko, dan Denis Guritno sebagai anggota, menilai artikel secara ketat dan teliti. Penilaian mencakup kualitas substansi artikel dan intensitas peran Artificial Intelligence (AI) dalam proses penulisan artikel.

Penilaian kualitas substansi artikel difokuskan pada tiga dimensi tulisan. Pertama, kebenaran (verum) yang mencakup kebenaran fakta, kebenaran logika, kejujuran metode, dan kebenaran rujukan. Kedua, kebaikan (bonum) yang mencakup manfaat tulisan, etika, relevansi dengan komunitas, dan intensi tulisan. Ketiga, keindahan (pulchrum) yang mencakup struktur tulisan, bahasa, estetika, dan integrasi nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan.

Penilaian atas intensitas peran AI bertujuan untuk memeriksa kejujuran (integritas) penulis dan keaslian (otentisitas) tulisan. Semakin besar kemungkinan (probabilitas) penggunaan AI, semakin rendah kadar kejujuran penulis dan keaslian tulisan. Artikel yang ditulis peserta tanpa bantuan signifikan dari AI mendapat penilaian lebih tinggi.

Artikel Pemenang dan Pilihan Juri
Setelah melakukan penilaian intensif, Dewan Juri berhasil memutuskan nama-nama peserta yang artikelnya meraih predikat juara dan pilihan.

Predikat juara diraih tiga peserta sebagai berikut (nama, seminari, judul artikel):

  • Juara I: Dionisius Reynard Putra Hartono (St. Vincentius a Paulo Garum), “Budaya ‘Kan, Bercanda’”;
  • Juara II: Theofilus Maipai Tebai (St. Fransiskus Asisi Jayapura), “Program Strategis Nasional: Menguntungkan dan Merugikan”;
  • Juara III: Oberlison Saragi (Christus Sacerdos Pematangsiantar), “Satu Meja Seribu Persaudaraan”.

Sedangkan predikat artikel pilihan Dewan Juri jatuh pada 10 peserta sebagai berikut (nama, seminari, judul artikel):

  1. Yuliano JB Rahan (St. Yohanes Paulus II L. Bajo), “Memaknai Budaya Mamiri: Refleksi Kritis Ensiklik Fratelli Tutti”;
  2. Paul Gery Gultom (Christus Sacerdos Pematangsiantar), “Sendiri di Tengah Hiruk-Pikuk Komunitas”;
  3. Andrean Sembiring (Christus Sacerdos Pematangsiantar), “Ketika Bumi Terluka dan Persaudaraan Retak”;
  4. Andreas Situmorang (Christus Sacerdos Pematangsiantar), “Ketika Merawat Bumi Menjadi Bagian dalam Panggilan”;
  5. Aloysius Avelino Gabriel (Marianum Probolinggo), “Menjawab Jeritan Alam Probolinggo”;
  6. Alfonsus Rina Peu (St. Fransiskus Sinar Buana Tambolaka), “Menanam Panggilan, Merawat Ciptaan: Mengembangkan Kebun Seminari sebagai Ruang Ekologi Integral dalam Semangat Laudato Si”;
  7. Christiano Benito Hernowo (Wacana Bhakti Jakarta), “Menjadi Saudara yang Memberdayakan”;
  8. Gerald Tenda (Pius XII Kisol), “Praktek Menanam Sayur: Langkah Awal Menuju Pertobatan Ekologis dalam Terang Ensiklik Laudato Si”;
  9. Yohanes Alfino Baru (Pius XII Kisol), “Menggagas Gaya Hidup Ekologis Calon Imam di Seminari Pius XII Kisol”;
  10. Faldianus Genas (Pius XII Kisol), “Antara Candaan dan Hinaan: Memahami Batas Humor tentang Logat”.

Dewan Juri mengucapkan selamat kepada para peserta sayembara yang artikelnya meraih predikat juara dan pilihan juri.

Kontributor: MT Felix Sitorus, Ketua Dewan Juri

Leave A Reply

Your email address will not be published.