Pastor Taruna Boy Sitepu Gantikan Pastor Adrianus David Nautani di Paroki Lawe Desky

0 24

Aceh Tenggara, Katolikana.com — Pastor Taruna Boy Sitepu, SSCC diangkat menjadi Vikaris Parokial Paroki Santo Yosef Lawe Desky, Keuskupan Agung Medan, menggantikan Pastor Adrianus David Nautani, SSCC. Surat keputusan pergantian tersebut dibacakan dalam Perayaan Ekaristi pada Minggu (4/10/2026).

Ketua SSCC Distrik Sumatera, Pastor Paulus Halek Bere, SSCC membacakan dua surat keputusan yang ditetapkan Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap di Medan pada 8 September 2026.

Melalui SK Nomor 779/R/IX/2026, Pastor Adrianus David Nautani diberhentikan dengan hormat dari tugasnya sebagai vikaris parokial, terhitung sejak 15 September 2026. Pimpinan Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SSCC) menariknya untuk menjalankan perutusan baru.

Sementara itu, SK Nomor 784/R/IX/2026 menetapkan pengangkatan Pastor Taruna Boy Sitepu sebagai vikaris parokial untuk masa tugas 15 September 2026 hingga 14 September 2031.

Dalam sambutan perpisahannya, Pastor David menyampaikan rasa terima kasih kepada umat. Ia mengutip lagu Farewell to You dari White Lion untuk menggambarkan bahwa menyapa orang baru lebih mudah daripada berpisah dengan sahabat lama.

Ia juga melantunkan penggalan lagu Cinta Luar Biasa dari Andmesh Kamaleng sebagai ungkapan ketulusan selama melayani umat di Lawe Desky.

Pastor David kemudian meminta dukungan doa untuk pelayanan di tempat tugasnya yang baru.

“Saya minta bapa dan mama sekalian mendoakan saya di tempat tugas saya yang baru. Dan saya juga mendoakan bapa dan mama di sini agar selalu diberkati Tuhan,” ujarnya.

Suasana pelepasan Pastor Adrianus David Nautani, SSCC.

Terlalu Ganteng Sebagai Pastor

Dalam sambutan perdananya, Pastor Taruna Boy Sitepu menceritakan perjalanan panggilannya menjadi imam. Putra asal Kabanjahe, Tanah Karo, itu pernah menempuh pendidikan di jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan bekerja di sebuah perusahaan besar di Batam.

Melalui pendampingan Pastor Rolf, SSCC, ia memantapkan pilihan untuk masuk Biara SSCC. Keputusan tersebut mula-mula diambil tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Menurut Pastor Boy, orang tuanya sempat kecewa. Sebagai anak pertama, ia diharapkan menjadi penerus marga. Namun, mereka kemudian menerima pilihannya untuk menjadi imam.

Ia juga menceritakan tanggapan ibunya yang mengundang tawa umat.

“Mama saya bilang, ‘Kamu terlalu ganteng kalo untuk jadi pastor, mama merasa sayang sekali,’” tuturnya.

Dalam perayaan tersebut, umat Paroki Santo Yosef Lawe Desky menyampaikan terima kasih atas pelayanan Pastor David. Mereka juga menyambut Pastor Boy yang akan melanjutkan tugas pastoral di paroki tersebut. (*)

Kontributor: Sebastianus Naga, mahasiswa STP Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.