Kelompok Kecil Wirausaha Umat (KKWU) Paroki Kristus Raja Surabaya Ajak Bergandengan Tangan Menuju Sukses

0 873

Katolikana.com, Surabaya — Sejak 2018, Sub seksi Kewirausahaan Paroki Kristus Raja Surabaya melakukan pendampingan dan pembinaan pada Kelompok Kecil Wirausaha Umat (KKWU) untuk membangun keluarga yang mandiri dan produktif.

Anggota KKWU adalah penerima bantuan karitatif atau orang tua dari anak penerima bantuan bea siswa paroki. Pendampingan  berupa pelatihan dan pemasaran.

Pada masa pandemi ini, sub seksi Kewirausahaan yang berada di bawah naungan seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) juga memanfaatkan media sosial.

Salah satunya, membuat WA grup dari tingkat wilayah sampai paroki  sebagai tempat promosi produk-produk dari pelapak—pelaku usaha UMKM—di paroki. Di samping itu, mengembangkan aplikasi e-commerce dan Insta untuk memperluas jaringan pemasarannya.

 

Webinar Ekonomi Mikro

Dalam rangka ulang tahun ke-90 Paroki Kristus Raja Surabaya, Sub seksi Kewirausahaan berkolaborasi dengan Komsos mengadakan Webinar Ekonomi Mikro dengan tema Bergandeng Tangan Menuju Sukses, Minggu (18/10/2020).

Kepala Paroki Kristus Raja Surabaya Romo Agustinus Dodik Ristanto, CM mengatakan webinar ini bertujuan menumbuhkan kesadaran membangun jaringan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama secara komunitas.

Di akhir sambutan, Romo mengajak mewujudkan kesejahteraan bersama dengan cara menolong diri sendiri dan menolong sesama dengan bergandeng tangan menuju sukses.

Kepala Seksi Produksi Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Ratnaningsih, S.E., M.Ak., menjelaskan, sebagai individu, pelaku UKM harus mampu berkoordinasi untuk dapat membesarkan usahanya sendiri.

Keterbatasan informasi dapat diatasi dengan  konsultasi di Klinik Koperasi dan UKM Jawa Timur yang mempunyai 15 layanan.

“Dinas Koperasi dan UKM menyediakan kursus singkat seputar produk, kemasan, sampai pengelolaan keuangan, semuanya gratis. Namun, masih banyak pelaku UKM yang merasa minder untuk datang ke Klinik,” ujar Ratnaningsih.

Melihat hal itu, Agatha menyarankan untuk melakukan konsultasi secara berkelompok.

“KKWU sebagai kelompok pelaku usaha UKM harus agresif dan progresif melalui jalinan kerjasama dengan Dinas Koperasi untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi anggotanya.”

 

Hal Utama: Keberanian

Untuk anak muda yang ingin punya usaha sendiri, Agatha menyarankan hal utama yang harus dipunyai di awal adalah keberanian.

“Setelah itu mengisi dengan keterampilan-keterampilan baik untuk meningkatkan kualitas produk maupun untuk pengelolaan keuangannya. Juga, tekun dalam berproses,” ujarnya.

Di bagian akhir, moderator webinar Christina Oktaviani mencatat tiga hal penting dari webinar ini.

Pertama, pelaku UKM harus membuka diri, mencari informasi sebanyak-banyaknya, membuka mindset, untuk mendapat informasi terbaru tentang pelatihan, permodalan dan cara pemasaran.

Kedua, pergerakan pemasaran konvensional ke digital, online, berbasis marketplace bahkan e-commerce memaksa pelaku UKM harus lincah beradaptasi dengan apa yang diminati oleh market saat ini.

Ketiga, pelaku usaha kudu tetap produktif dan inovatif dalam mengembangkan potensi diri dan bisnisnya.

“Semangat sukses tidak untuk diri kita sendiri tetapi juga dapat menyejahterakan masyarakat di sekitar kita,” kata Oktaviani menutup acara. ***

 

Kontributor: Rosita Sukadana, Umat Paroki Kristus Raja Surabaya

Leave A Reply

Your email address will not be published.