Surakarta, Katolikana.com–Rasa syukur yang diungkapkan dalam pujian menjadi bagian dari doa syukur umat Paroki St. Paulus Kleco Solo menyongsong panca windu atau HUT ke-40 berdirinya paroki yang akan dirayakan pada 1 Agustus 2025.
“Qui bene cantat, bis orat.” Pepatah ini meneguhkan dalam bernyanyi: “Ia yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali.”
Doa yang dilagukan, lagu yang didoakan. Menjadi bagian mewujudkan rasa syukur sebagai ungkapan iman dalam Gelar Lomba Paduan Suara Antar Wilayah Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta, Minggu (13/7/2025)
Dalam penghayatan syukur lagu “Anima Christi” dilagukan dan didoakan.
Sebelas kelompok peserta paduan suara menyanyikan lagu “Anima Christi” sebagai lagu wajib.
Anima Christi
Lagu/Arr : Mgr. Marco Frisina
Do=D, 4/4
Anima Christi, sanctifica me
Corpus Christi, salva me
Sanguis Christi, inebria me
Aqua lateris Christi, lava me
Passio Christi, conforta me
O bone Jesu, exaudi me
Intra vulnera tua absconde, absconde me.
Ne permittas a te me separari
Ab hoste maligno defende me
In hora mortis meae voca me, voca me.
Et iube me venire ad te,
ut cum sanctis tuis laudem te
Per infinita saecula saeculorum
Amen.
Terjemahan dari PS-212:
Jiwa Kristus, kuduskanlah kami
Tubuh Kristus, selamatkanlah kami
Darah Kristus, sucikanlah kami
Air lambung Kristus, basuhlah kami
Sengsara Kristus, kuatkanlah kami
Yesus yang murah hati, luluskanlah doa kami
Dalam luka-luka-Mu sembunyikanlah kami
Jangan kami dipisahkan dari pada-Mu, Tuhan
Terhadap seteru yang curang lindungilah kami
Di waktu ajal terimalah kami
Supaya bersama para kudus
Kami memuji Engkau untuk selama-lamanya
Amin.
Melalui upaya berlatih berkali-kali dalam penghayatan dan ketekunan, dan memaknai Repetitio est mater studiorum yang bermakna Pengulangan adalah ibu dari pembelajaran seluruh paduan suara menampilkan penampilan sebagai persembahan syukur.
Selain menyanyikan lagu wajib Anima Christi, peserta menyanyikan satu lagu pilihan dari empat lagu yakni lagu: Limpahkan Kasih-Mu, Dayung di Arus, Raja Agung serta Lagu Kupandang Sepuas Hati.
Para peserta berupaya bernyanyi dengan kesungguhan dan mengoptimalkan talenta bernyanyi dengan memadukan intonasi, sound quality, fidelity to the score dan overal artistic impression
Dewan juri dalam gelaran ini terdiri dari tiga orang yakni :
- Romo Cosmas Christian Timur, Pr (Ketua Komisi Musik Liturgi Kevikepan Surakarta)
- FX Anggarda Tri A (Pelatih dan Derigen Paduan Suara OMK Campuran Pesparani 2022 dan Remaja Gregorian 2023, Pelatih dan Derigen Paduan Suara Gratia Choir PSM Unika Sugiyapranata)
- Agata Marta Wardani (Pelatih dan Derigen PSM Voca Erudita UNS)

Dewan juri yang diwakili Romo Cosmas Christian Timur, Pr usai gelar Lomba Paduan Suara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan lomba.
“Saya terkesan dengan terlaksananya lomba di Paroki Kleco ini karena semua kelompok paduan suara beranggotakan kaum muda dan dewasa. Semua kelompok yang tampil menampilkan penampilan terbaik dari hasil belajar dan berlatih. Memiliki niat kuat untuk bernyanyi dengan teknik bernyanyi yang baik. Mengupayakan ketepatan nada, mengolah dengan dinamika yang bagus, dan disertai ekspresi saat menyanyikan lagu.”
“Harapan ke depan wilayah- wilayah tetap terus berlatih dan pada saat memberikan pelayanan di gereja, saat bertugas mengiringi Ekaristi dilakukan sebagai persembahan terbaik,” kata Romo Cosmas Christian Timur, Pr.

Pada akhir acara lomba mewakili juri Agata Marta Wardani mengumumkan penghargaan derigen terbaik yakni nomor undian 6 atas nama Alessandra Maria Daniartha dari Wilayah St. Yakobus Karangasem. Sedangkan pengumuman juara disampaikan FX Anggarda Tri A yakni :
- Juara 1 :Wilayah St. Andreas Songgolangit
- Juara 2 : Wilayah Yohanes Rasul Sondakan
- Juara 3 : Wilayah St. Yakobus Karangasem

Melalui Lomba Koor Antar Wilayah, Paroki St. Paulus Kleco Surakarta yang mengangkat tema “Wani Kautus, Ngrengkuh lan Gemati” – Berani Diutus, Merangkul Semua Saudara dan Setia” dalam merayakan Panca Windu atau HUT Ke-40 berkehendak semakin mampu melayani dengan setia, tekun merawat Gereja Paroki St. Paulus Kleco Solo. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta