Tahbisan 10 Diakon di Palembang: Panggilan Kesetiaan dan Pelayanan di Arus Zaman

0 29
Foto bersama para diakon tertahbis, Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono dan petugas liturgi pada Sabtu,24 Januari 2026 di Kapel Seminari menengah St Paulus Palembang (Foto : Daris)

PALEMBANG, Katolikana.com  –  Suasana khidmat menyelimuti Kapel Seminari Menengah Santo Paulus, Jalan Bangau, Palembang, saat ratusan umat Katolik berkumpul untuk menyaksikan upacara Tahbisan Diakon, Sabtu (24/1). Dalam perayaan Ekaristi yang penuh syukur tersebut, 10 Frater resmi menerima tahbisan suci dari Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Para tertahbis terdiri dari lima calon imam Diosesan Keuskupan Agung Palembang (KAPal) dan lima calon imam dari Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Mengangkat tema “Pelayan yang Berakar dan Bertumbuh dalam Kristus”, tahbisan ini menjadi tonggak penting bagi para diakon sebelum nantinya melangkah ke jenjang imamat.

Salah satu diakon dipakaikan jubah diakon oleh Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono ( Foto ; Daris )

Pesan Penggembalaan: Selibat sebagai Tanda Kasih dan Setia

Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menekankan bahwa pilihan hidup membiara baik sebagai imam, bruder, maupun suster memiliki tuntutan tanggung jawab dan kesetiaan yang sama besarnya dengan hidup berkeluarga. Beliau menggarisbawahi pentingnya menghayati hidup selibat bukan sebagai beban, melainkan sebagai pendorong kasih pastoral. Dan melalui kesetiaan yang berdimensi misi, ketika setia gereja akan tumbuh dan berkembang sempurna dan akan terberkati kehidupannya. Diakon dipanggil untuk setia, rendah hati, tulus iklhas, dan penuh kasih seperti Tuhan Yesus. Diakon diharapkan menjadi teladan untuk melayani bagi yang menderita, lemah, miskin, terbuang  dan terpinggirkan.  

“Selibat adalah tanda kasih tulus ikhlas kepada Kristus. Dengan hati yang tak terbagi, para diakon diharapkan dapat lebih mudah mengikuti Kristus serta mengabdi kepada Allah dan sesama secara total,” ujar Mgr. Harun.

Uskup juga berpesan agar para tertahbis tetap teguh menghadapi tantangan zaman dengan memperkuat tiga pilar utama: hidup doa, hidup komunitas, dan misi penebusan. Beliau mengingatkan bahwa kesetiaan bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai.

“Setia bukan barang langka yang sulit dijangkau. Setia merupakan ungkapan cara kita menjadi manusia dan refleksi dari Allah yang kita imani,” tegasnya.

Pengucapan janji kesetiaan diakon dihadapan Uskup Mgr Yohanes Harun Yuwono (Ft : Daris)

Sinergi Pelayanan Umat

Perayaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan gerejawi, di antaranya Vikaris Jenderal KAPal Romo Yohanes Kristianto, Superior Provinsial SCJ Indonesia Romo Andreas Suparman SCJ, Ketua Unio KAPal Romo Dominggus Koro, serta Rektor Seminari Romo Titus Waris Widodo SCJ.

Romo Andreas Suparman, SCJ menyampaikan harapannya agar para diakon baru ini benar-benar menjadi pelayan yang baik dan setia bagi umat beriman. “Tugas diakon adalah mengabdikan diri dalam pelayanan liturgi, sabda, dan amal kasih, dalam kesatuan dengan Uskup dan para imamnya,” ungkapnya.

Foto bersama orangtua para diakon dan Uskup Mgr Yohanes Harun Yuwono (Ft: Daris)

Daftar Para Diakon yang Ditahbiskan:

  1. Fr. Bednadetus Aprilyanto (Paroki Kristus Raja Tugumulyo, OKI)
  2. Fr. Yohanes Gusti Randa (Paroki St. Maria Ratu Rosario Payo Selincah, Jambi)
  3. Fr. Markus Trio Agustra (Paroki Sang Penebus Batuputih)
  4. Fr. Viktorinus Sidik Budianto (Paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja)
  5. Fr. Sebastianus Wahyudi (Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Lampung)
  6. Fr. Henrikus Suharyono SCJ (Paroki St. Thomas Rasul Sribawono, Lampung)
  7. Fr. Fransiskus Mujiono SCJ (Paroki Kabar Gembira Kotabumi, Lampung)
  8. Fr. Novtavianus Aldi Prayoga SCJ (Paroki St. Yusuf Pekerja Tulang Bawang, Lampung)
  9. Fr. Iknasius Bayu Lesmana SCJ (Paroki Kristus Raja Tugumulyo, OKI)
  10. Fr. Yohanes Siapril Purba SCJ (Paroki St. Yohanes Pembaptis Perawang, Riau)
Setelah perayaan syukur Umat turut merayakan suka cita dengan berfoto bersama salah satu diakon tertahbis ( Ft: Daris)

Setelah prosesi tahbisan ini, para diakon akan bertugas di berbagai wilayah pelayanan di bawah naungan Keuskupan Agung Palembang dan Kongregasi SCJ untuk menjalankan misi sosial dan rohani di tengah masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.