Gereja Kuasi Santo Paulus Kraksaan Resmi Menjadi Paroki, Ini Pesan Uskup Malang tentang Pertobatan

0 8

Probolinggo, Katolikana.com—Penetapan Gereja Kuasi Santo Paulus Kraksaan sebagai Paroki Santo Paulus Kraksaan diteguhkan dalam Perayaan Ekaristi yang sekaligus menandai dimulainya babak baru kehidupan menggereja umat: membangun persekutuan yang menghadirkan Allah, merawat damai, dan menguatkan persatuan melalui semangat pertobatan yang nyata.

Perayaan penetapan paroki ini dipimpin Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., di Kraksaan, Probolinggo, Minggu (25/1/2026).

Dalam homili, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. mengaitkan peristiwa penetapan paroki dengan Pesta Pertobatan Santo Paulus yang dirayakan Gereja pada 25 Januari. Menurutnya, pertobatan Paulus bukan sekadar perubahan perilaku, melainkan perubahan keyakinan yang mendasar.

“Dulu Santo Paulus mengira bisa selamat karena berbuat baik, menaati aturan hukum Taurat… lalu dia punya pikiran baru: saya selamat hanya karena Yesus mencintai saya dan menyelamatkan saya. Inilah pertobatan Paulus,” kata Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.

Bapa Uskup menegaskan, dunia mudah menjadi kacau bila manusia kehilangan arah. Karena itu, umat diajak memohon agar Allah sendiri sungguh “memerintah” hidup, sebab Allah adalah Raja yang menghadirkan kebaikan. Namun, kehadiran Allah tidak bekerja dengan paksaan.

“Akan tetapi supaya Allah bisa datang di tengah-tengah kita… perlu ada pertobatan. Sebab kedatangan Allah tidak memaksa kita, hanya menawarkan—tergantung kita mau menerima atau menolak,” ujar Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.

Ia lalu mengingatkan ajakan Yohanes Pembaptis: menyiapkan jalan bagi Tuhan. Jalan yang “berlekak-lekuk” perlu diluruskan, yakni hati yang tidak dipenuhi kelicikan, luka-luka dosa, dan kebiasaan yang menjauhkan manusia dari Allah.

Dari titik itu, pertobatan pertama-tama berarti berhenti berbuat dosa—iri hati, kebencian, dendam, keserakahan, korupsi—lalu kembali ke jalan yang benar. Namun, ia menekankan, pertobatan tidak berhenti pada “berhenti berbuat jahat”, melainkan terus-menerus memperbarui diri agar semakin selaras dengan kehendak Tuhan.

“Berhenti berbuat jahat itu baik, tetapi tidak cukup… itu harus terus dilakukan dan tidak akan selesai sampai kita mati,” tutur Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.

Dalam misa yang sama, Bapa Uskup juga membaptis tujuh bayi.

Dekrit penetapan dan pengangkatan pastor paroki

Dekrit penetapan paroki dibacakan oleh RD Yusuf Dimas Caesario selaku Sekretaris Keuskupan Malang. Dalam dekrit itu ditegaskan bahwa Kuasi Paroki Santo Paulus Kraksaan—yang ditetapkan pada 1 April 2021—dinilai telah layak berdiri sebagai paroki.

Keuskupan Malang menetapkan 25 Januari 2026 sebagai tanggal resmi berdirinya Paroki Santo Paulus Kraksaan, sekaligus mengangkat RD Damianus Fadjar Tedjo Sukarno sebagai Pastor Kepala Paroki pertama untuk masa bakti 25 Januari 2026–25 Januari 2029.

Pada kesempatan yang sama, dilantik pula Badan Pengurus Gereja dan Dana Amal (BPGDA) serta Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santo Paulus Kraksaan untuk periode yang sama.

Selain itu, RD Yusuf Dimas Caesario juga membacakan keputusan pemberhentian dengan hormat RD Agustinus Devit Setiawan dari tugas sebagai Pastor Kepala Kuasi Paroki Santo Paulus Kraksaan. Bapa Uskup menyampaikan terima kasih atas pengabdian RD Agustinus Devit Setiawan, yang selanjutnya mendapat penugasan pelayanan di Komisi Kepemudaan Keuskupan Malang.

Berjalan bersama sebagai paroki muda

Dalam sambutannya seusai misa, RD Damianus Fadjar Tedjo Sukarno mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja hingga status kuasi paroki ditingkatkan menjadi paroki. Ia juga menyampaikan permohonan maaf bila dalam proses pelayanan ada hal-hal yang kurang berkenan.

Secara khusus, RD Damianus Fadjar Tedjo Sukarno mengajak umat untuk membangun paroki baru ini dengan semangat sinodal: bergandengan tangan dan berjalan bersama.

“Mari kita bergandengan tangan, berjalan bersama… Yakinlah, dengan berjalan bersama kita bisa mewujudkan apa yang menjadi harapan Keuskupan, meski dengan segala keterbatasan,” ujar RD Damianus Fadjar Tedjo Sukarno.

Ia juga memohon dukungan paroki-paroki lain agar paroki yang baru berdiri ini tetap mendapatkan pendampingan dan penguatan.

Sejumlah sambutan turut disampaikan dalam rangkaian syukur penetapan paroki, antara lain dari Richardus Dwi Gunawan Napitu selaku Ketua DPP, RP Agis FX Agis Triatmo, O.Carm., RD Agustinus Devit Setiawan, serta Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, foto bersama, dan ramah tamah. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.